Gagasan Hemat Ho Chi Minh Dinilai Kunci Efisiensi dan Pembangunan Berkelanjutan Vietnam

Ilustrasi by AI

Penelitian terbaru yang ditulis Nguyen Tien Sy dari HUTECH University, Vietnam, pada 2026 menyoroti pentingnya pemikiran Ho Chi Minh tentang hidup hemat dan melawan pemborosan sebagai fondasi pembangunan nasional modern. Studi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan memperkuat kepercayaan publik di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan.

Di tengah ambisi Vietnam untuk tumbuh cepat dan berkelanjutan, masalah pemborosan masih terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari pengelolaan aset publik hingga penggunaan waktu kerja. Kondisi ini dinilai menghambat efisiensi ekonomi, melemahkan daya saing, dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian teori, menggabungkan pemikiran Marxis-Leninis, gagasan Ho Chi Minh, serta teori tata kelola modern. Analisis difokuskan pada bagaimana konsep hemat dan anti-pemborosan dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan dan kehidupan sosial saat ini.

Hasil penelitian menegaskan beberapa temuan utama:

  • Hemat bukan berarti pelit, tetapi penggunaan sumber daya secara rasional dan efisien.
  • Pemborosan dianggap setara dampaknya dengan korupsi karena sama-sama merugikan negara.
  • Praktik hemat harus diterapkan pada tenaga kerja, waktu, anggaran, hingga sumber daya alam.
  • Penyebab utama pemborosan adalah perencanaan yang buruk, birokrasi, dan kurangnya tanggung jawab.

Nguyen Tien Sy menjelaskan bahwa gagasan Ho Chi Minh tidak hanya bersifat moral, tetapi juga strategis dalam tata kelola negara. “Penggunaan sumber daya yang efisien merupakan syarat utama pembangunan berkelanjutan dan kepercayaan publik,” tulisnya dalam kajian tersebut.

Implikasi penelitian ini sangat luas. Dalam konteks pemerintahan, penerapan prinsip hemat dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas kebijakan publik. Di sektor ekonomi, efisiensi sumber daya mampu mendorong pertumbuhan yang lebih stabil. Sementara itu, bagi masyarakat, budaya hemat dapat meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat nilai sosial.

Penelitian ini juga menekankan bahwa praktik hemat harus menjadi gerakan kolektif. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat luas perlu terlibat aktif, mulai dari penggunaan waktu hingga pengawasan terhadap kebijakan publik. Keteladanan pejabat publik menjadi faktor kunci dalam membangun budaya ini.

Selain itu, nilai hemat dan anti-pemborosan dinilai berpotensi menjadi identitas budaya nasional. Dalam era globalisasi dan persaingan berbasis “soft power”, kekuatan moral dan budaya dianggap sama pentingnya dengan kekuatan ekonomi.

Profil Penulis
Nguyen Tien Sy -  HUTECH University, Vietnam

Sumber Penelitian
Nguyen Tien Sy. (2026). The Significance of Ho Chi Minh’s Thought on Practicing Thrift and Combating Wastefulness in the New Era of National Development. International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), Vol. 4 No. 3, hlm. 188–199.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijist.v4i3.299

URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijist

Posting Komentar

0 Komentar