Dampak Kebiasaan Orang Tua Menemani Anak ke Kelas di TK Negeri Luksagu


Ilustrasi by AI 

Kebiasaan Orang Tua Masuk Kelas Hambat Kemandirian Anak TK, Studi di Banggai Ungkap Fakta

Kebiasaan orang tua mengantar anak hingga masuk ke dalam kelas terbukti menghambat kemandirian anak usia dini. Temuan ini diungkap oleh Dita Hapsari bersama tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 2026 di Indonesian Journal of Society Development. Studi yang dilakukan di TK Negeri Luksagu, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, ini menunjukkan bahwa edukasi kepada orang tua mampu mengubah perilaku dan meningkatkan kemandirian anak secara signifikan hanya dalam waktu dua minggu.

Penelitian ini menjadi penting karena menyasar fenomena umum di pendidikan anak usia dini (PAUD), khususnya di daerah pedesaan, di mana orang tua cenderung terlalu protektif. Praktik tersebut tidak hanya memengaruhi proses belajar, tetapi juga perkembangan sosial, emosional, dan kepercayaan diri anak.

Fenomena Umum di Sekolah PAUD

Di TK Negeri Luksagu, sekitar 75% siswa—atau 15 dari 20 anak—terbiasa diantar orang tua hingga ke dalam kelas, bahkan sebagian orang tua ikut mendampingi selama proses belajar berlangsung. Hanya 25% siswa yang mampu masuk kelas secara mandiri.

Kondisi ini telah berlangsung lama dan diakui oleh guru serta kepala sekolah sebagai tantangan dalam pembelajaran. Anak-anak yang terus didampingi cenderung kurang percaya diri, sulit beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta kurang aktif berinteraksi dengan teman sebaya.

Lingkungan sosial juga berperan besar. Desa Luksagu merupakan wilayah pedesaan dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan nelayan. Budaya kebersamaan yang kuat sering kali diiringi pola asuh yang protektif. Selain itu, keterbatasan akses informasi parenting membuat orang tua belum sepenuhnya memahami pentingnya kemandirian anak sejak dini.

Metode Edukasi dan Pendampingan

Tim peneliti yang terdiri dari Dita Hapsari, Fibry Friscillawati Hamindeng, Israwati Hadam, dan Putriani Lamidu merancang program berbasis pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah ini.

Program dilakukan melalui beberapa tahapan sederhana namun terstruktur:

  • Sosialisasi dan penyuluhan kepada orang tua dan guru tentang pentingnya kemandirian anak
  • Diskusi kelompok (FGD) untuk menggali persepsi, kendala, dan solusi
  • Pendampingan langsung selama dua minggu di lingkungan sekolah
  • Evaluasi melalui pre-test dan post-test serta observasi perilaku

Program ini melibatkan 20 siswa, 3 guru, 1 kepala sekolah, serta hampir seluruh orang tua siswa. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, sehingga orang tua tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses perubahan.

Hasil Nyata: Perubahan Cepat dalam Dua Minggu

Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi pemahaman orang tua maupun perilaku mereka di sekolah.

Peningkatan pemahaman orang tua:

  • Nilai rata-rata meningkat dari 58,3 menjadi 82,7
  • Terjadi kenaikan sebesar 24,4 poin (41,8%)
  • Persentase pemahaman baik meningkat dari 22% menjadi 78%

Perubahan perilaku orang tua:

  • Sebelum program: 15 orang tua masuk kelas
  • Minggu pertama: turun menjadi 10 orang tua
  • Minggu kedua: hanya 4 orang tua yang masih masuk kelas
  • Sebanyak 80% orang tua mulai mengantar anak hingga gerbang sekolah saja

Dampak pada anak:

  • Anak menjadi lebih percaya diri
  • Kemampuan beradaptasi meningkat
  • Tangisan dan kecemasan saat ditinggal orang tua berkurang
  • Interaksi sosial dengan teman menjadi lebih aktif

Guru melaporkan bahwa anak-anak yang sebelumnya sulit berpisah dengan orang tua mulai menunjukkan kemandirian dalam waktu relatif singkat. Mereka lebih siap mengikuti kegiatan belajar dan lebih aktif di dalam kelas.

Pandangan Peneliti

Dita Hapsari dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai menegaskan bahwa kebiasaan kecil orang tua memiliki dampak besar terhadap perkembangan anak. Ia menekankan pentingnya perubahan pola asuh yang bertahap dan konsisten.

Menurut tim peneliti, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kunci utama. “Edukasi yang berkelanjutan dan kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk membentuk kemandirian anak secara optimal,” jelas Dita Hapsari.

Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa ketergantungan anak pada orang tua di lingkungan sekolah berkorelasi negatif dengan kemampuan adaptasi sosial dan kepercayaan diri.

Implikasi untuk Pendidikan dan Kebijakan

Hasil penelitian ini memberikan sejumlah rekomendasi praktis:

  • Sekolah perlu membuat aturan jelas terkait batas pendampingan orang tua
  • Guru perlu menciptakan lingkungan kelas yang aman dan ramah anak
  • Orang tua perlu menerapkan strategi pelepasan bertahap
  • Pemerintah dapat mengembangkan program edukasi parenting berbasis komunitas

Model intervensi yang digunakan dalam penelitian ini terbukti efektif, sederhana, dan dapat diterapkan di berbagai daerah, terutama di wilayah dengan karakteristik sosial serupa.

Namun, penelitian ini juga mencatat beberapa tantangan, seperti masih adanya orang tua yang sulit mengubah kebiasaan serta keterbatasan waktu pendampingan yang hanya berlangsung dua minggu. Oleh karena itu, diperlukan program lanjutan seperti kelas parenting rutin dan panduan lokal bagi orang tua.

Menuju Generasi Mandiri Sejak Dini

Kemandirian merupakan fondasi penting dalam perkembangan anak usia dini. Anak yang mandiri cenderung lebih percaya diri, mampu mengambil keputusan sederhana, dan lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru.

Penelitian dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai ini menegaskan bahwa perubahan kecil dalam pola asuh dapat memberikan dampak besar dalam waktu singkat. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak di daerah terpencil sekalipun memiliki peluang yang sama untuk berkembang secara optimal.

Profil Penulis

Dita Hapsari adalah akademisi di Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai yang fokus pada pendidikan anak usia dini dan pengembangan masyarakat. Ia bekerja sama dengan Fibry Friscillawati Hamindeng, Israwati Hadam, dan Putriani Lamidu, yang memiliki keahlian di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan komunitas. Tim ini aktif mengembangkan program edukasi berbasis masyarakat di wilayah pedesaan.

Sumber Penelitian

Hapsari, D., Hamindeng, F. F., Hadam, I., & Lamidu, P. (2026). The Impact of Parents' Habits of Accompanying Children Into Class at The Luksagu State Kindergarten. Indonesian Journal of Society Development (IJSD), Vol. 5 No. 2, 87–94.

Posting Komentar

0 Komentar