Berbagi Pengetahuan Jadi Kunci Kreativitas Guru di Sekolah Islam Bogor

Ilustrasi by AI

Kreativitas guru di sekolah dasar Islam swasta di Kota Bogor dipengaruhi kuat oleh praktik berbagi pengetahuan, menurut penelitian tahun 2026 oleh Fuzna Nur Aqilah, Soewarto Hardhienata, dan Eka Suhardi dari Universitas Pakuan, Bogor. Studi ini menyoroti peran kolaborasi, kepemimpinan, dan literasi digital dalam mendorong inovasi pembelajaran, yang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.

Masalah kreativitas guru masih menjadi tantangan, terutama di tengah tuntutan pembelajaran yang semakin inovatif dan berbasis teknologi. Banyak guru belum optimal dalam mengembangkan metode pengajaran yang kreatif dan adaptif, khususnya di tingkat sekolah dasar. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan yang lebih terintegrasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Penelitian ini melibatkan 248 guru dari sekolah dasar Islam swasta di Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis untuk melihat hubungan antar faktor yang memengaruhi kreativitas guru. Empat variabel utama yang diteliti meliputi efektivitas kolaborasi, kepemimpinan transformasional, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta berbagi pengetahuan.

Temuan utama penelitian menunjukkan:

  • Berbagi pengetahuan menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kreativitas guru (β = 0.483).
  • Efektivitas kolaborasi berpengaruh positif signifikan (β = 0.202).
  • Literasi TIK turut memberikan kontribusi positif (β = 0.153).
  • Kepemimpinan transformasional juga berpengaruh signifikan (β = 0.120).
  • Berbagi pengetahuan berperan sebagai penghubung yang memperkuat pengaruh kolaborasi, kepemimpinan, dan literasi TIK terhadap kreativitas.
  • Model penelitian mampu menjelaskan 85,7% variasi kreativitas guru (R² = 0.857), menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi.

Hasil ini menegaskan bahwa kreativitas guru tidak terbentuk secara individu, melainkan berkembang melalui interaksi, pertukaran ide, serta dukungan lingkungan kerja yang kolaboratif dan adaptif terhadap teknologi.

Fuzna Nur Aqilah dari Universitas Pakuan menegaskan bahwa berbagi pengetahuan merupakan strategi penting dalam dunia pendidikan. Ia menyebutkan bahwa ketika guru aktif bertukar pengalaman dan gagasan, inovasi pembelajaran akan tumbuh secara berkelanjutan dan lebih berdampak.

Implikasi penelitian ini cukup luas. Sekolah didorong untuk membangun budaya kolaborasi dan berbagi pengetahuan, memperkuat kepemimpinan yang inspiratif, serta meningkatkan kompetensi digital guru. Bagi pembuat kebijakan, temuan ini dapat menjadi dasar dalam merancang program pengembangan guru yang lebih sistematis dan berbasis data.

Profil Penulis

  • Fuzna Nur Aqilah - Universitas Pakuan, Bogor
  • Soewarto Hardhienata- Universitas Pakuan, Bogor
  •  Eka Suhardi- Universitas Pakuan, Bogor

Sumber Penelitian

Aqilah, Fuzna Nur, Hardhienata, Soewarto, & Suhardi, Eka. 2026. A POP-SDM Study on Bogor's Private Islamic Elementary School Teachers: Using Collaboration Effectiveness, Transformational Leadership, ICT Literacy, and Knowledge Sharing to Model and Enhance Teacher Creativity. Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 1, hlm. 197–202.

DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i1.626

URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jeda

Posting Komentar

0 Komentar