Analisis Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Aceh - Motivasi Kerja Terbukti Tingkatkan Kinerja ASN di Aceh Timur Secara Signifikan. Temuan yang dilakukan oleh Elviadi, Roli Bagus Sentana, Sinarta Dautama Tarigan, Muhammad Kurniawan, Hendra, dan T.A. Helmi dari Universitas Islam Sumatera Utara dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No. 1  Tahun 2026 menyoroti bahwa peningkatan motivasi dapat menjadi kunci nyata untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik dan kinerja organisasi pemerintah.

Penelitian yang dilakukan oleh 
Elviadi, Roli Bagus Sentana, Sinarta Dautama Tarigan, Muhammad Kurniawan, Hendra, dan T.A. Helmi dari Universitas Islam Sumatera Utara menyoroti bahwa motivasi sebagai faktor internal utama yang dapat mendorong peningkatan kinerja pegawai.

Mengapa Motivasi Sangat Berpengaruh?
Penelitian ini menegaskan bahwa motivasi kerja mendorong pegawai untuk:
  • Bekerja lebih giat dan konsisten.
  • Menunjukkan inisiatif dalam menyelesaikan masalah.
  • Berkomitmen terhadap target kerja.
  • Memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Peneliti menjelaskan bahwa pegawai yang termotivasi tidak hanya bekerja untuk memenuhi kewajiban, tetapi juga terdorong untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Faktor motivasi yang paling berpengaruh antara lain:
  • Pengakuan atas prestasi.
  • Pemberian tanggung jawab.
  • Peluang pengembangan diri.
  • Lingkungan kerja yang mendukung.
Sebaliknya, kurangnya motivasi dapat membuat pegawai bekerja secara rutin tanpa inovasi, yang berdampak pada rendahnya kualitas layanan publik.

Metode Penelitian Sederhana dan Terukur
Tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh pegawai Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur sebanyak 80 orang, terdiri dari ASN dan tenaga honorer. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur berbagai aspek motivasi dan kinerja.
Motivasi diukur melalui indikator seperti:
  • Tanggung jawab.
  • Prestasi kerja.
  • Inisiatif.
  • Kemandirian.
  • Disiplin.
  • Pengembangan diri.
  • Kompensasi.
Sementara kinerja pegawai diukur dari:
  • Kualitas dan kuantitas kerja.
  • Ketepatan waktu.
  • Efektivitas.
  • Kerja sama.
  • Tanggung jawab.
Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana untuk melihat hubungan antara motivasi dan kinerja.

Hasil Utama: Motivasi Punya Dampak Nyata
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara statistik, nilai t-hitung sebesar 4,840 jauh melampaui t-tabel 1,664, dengan tingkat signifikansi 0,000 (di bawah 0,05).
Artinya, peningkatan motivasi secara langsung diikuti oleh peningkatan kinerja pegawai.
Beberapa temuan penting lainnya:
  • Mayoritas pegawai (60,63%) memiliki tingkat motivasi yang baik.
  • Sekitar 64% pegawai menilai kinerja mereka dalam kategori baik.
  • Koefisien regresi sebesar 0,379 menunjukkan hubungan positif antara motivasi dan kinerja.
  • Nilai beta 0,413 menandakan kontribusi motivasi cukup kuat dalam menjelaskan variasi kinerja.

Dengan kata lain, semakin tinggi motivasi pegawai, semakin tinggi pula kualitas kerja yang dihasilkan.

Implikasi bagi Pemerintah dan Organisasi Publik
Temuan ini memberikan pesan jelas bagi pimpinan instansi pemerintah: meningkatkan motivasi pegawai bukan pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Beberapa langkah yang direkomendasikan:

  • Memberikan penghargaan atas kinerja pegawai.
  • Membuka peluang pelatihan dan pengembangan karier.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan suportif.
  • Memberikan tanggung jawab yang menantang.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan semangat kerja sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor strategis seperti perkebunan dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Profil Penulis
Elviadi adalah peneliti di bidang manajemen sumber daya manusia dari Universitas Islam Sumatera Utara. 
Roli Bagus Sentana di bidang manajemen sumber daya manusia dari Universitas Islam Sumatera Utara. 
Sinarta Dautama Tarigan di bidang manajemen sumber daya manusia dari Universitas Islam Sumatera Utara. 
Muhammad Kurniawan, di bidang manajemen sumber daya manusia dari Universitas Islam Sumatera Utara
Hendra di bidang manajemen sumber daya manusia dari Universitas Islam Sumatera Utara. 
T.A. Helmi, yang juga merupakan akademisi dan peneliti di bidang manajemen dan organisasi publik Universitas Islam Sumatera Utara. .

Sumber Penelitian
Elviadi, Roli Bagus Sentana, Sinarta Dautama Tarigan, Muhammad Kurniawan, Hendra, dan T.A. Helmi. “Analysis of the Influence of Motivation on the Performance of Employees of the Plantation and Livestock Service of East Aceh Regency”. Journal of Finance and Business Digital (JFBD). Vol. 5, No. 1, Tahun 2026 Hal. 103-116
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i1.14
URLhttps://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

Posting Komentar

0 Komentar