Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Aceh - Work-Life Balance Terbukti Tingkatkan Kinerja ASN di Aceh Timur hingga 96,6 Persen. Temuan yang dilakukan oleh Liza Murdhani, Wardiana,
Siti Hajar, Ridha Firdaus, Ilham Riza, Sri
Rahayu dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, bahkan menjelaskan hingga 96,6 persen variasi kinerja.
Penelitian yang dilakukan oleh Liza Murdhani, Wardiana, Siti Hajar, Ridha Firdaus, Ilham Riza, Sri Rahayu dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menyoroti bahwa aspek yang sering terabaikan dalam birokrasi: kesejahteraan psikologis pegawai.
Penelitian yang dilakukan oleh Liza Murdhani, Wardiana, Siti Hajar, Ridha Firdaus, Ilham Riza, Sri Rahayu dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menyoroti bahwa aspek yang sering terabaikan dalam birokrasi: kesejahteraan psikologis pegawai.
Tekanan Kerja Tinggi, Keseimbangan Terabaikan
Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur memiliki peran vital dalam mendukung sektor ekonomi daerah, mulai dari produksi komoditas hingga penanganan wabah penyakit ternak. Namun, di balik peran strategis tersebut, muncul tantangan internal berupa penurunan kinerja pegawai. Peneliti mencatat bahwa banyak pegawai kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Beban administratif yang tinggi, tuntutan lapangan, serta target kerja yang ketat sering membuat pegawai membawa pekerjaan hingga ke rumah. Akibatnya, waktu istirahat dan interaksi keluarga berkurang, memicu stres, kelelahan, hingga burnout. Menurut penelitian ini, kondisi tersebut berdampak langsung pada produktivitas. “Pegawai yang tidak memiliki keseimbangan hidup cenderung kehilangan fokus, motivasi menurun, dan kualitas kerja ikut terdampak,” jelasnya.
Survei 34 Pegawai: Mayoritas Rasakan Dampak Positif
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh 34 pegawai sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi terhadap work-life balance dan kinerja.
Survei 34 Pegawai: Mayoritas Rasakan Dampak Positif
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh 34 pegawai sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi terhadap work-life balance dan kinerja.
Hasilnya menunjukkan:
- 45,9% pegawai sangat setuju bahwa mereka memiliki work-life balance yang baik.
- 28,4% menyatakan setuju.
- Sementara sisanya masih merasakan keraguan atau ketidakseimbangan.
Di sisi lain, persepsi terhadap kinerja juga relatif tinggi:
- 45% pegawai menilai kinerjanya sangat baik
- 29,4% menyatakan baik
Meski demikian, masih terdapat ruang perbaikan terutama bagi pegawai yang mengalami konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Bukti Statistik: Pengaruh Nyata dan Signifikan
Bukti Statistik: Pengaruh Nyata dan Signifikan
Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Nilai uji t menunjukkan angka 2,366, lebih besar dari nilai tabel 1,693, dengan tingkat signifikansi 0,025 (lebih kecil dari 0,05). Artinya, pengaruh work-life balance terhadap kinerja terbukti signifikan secara ilmiah. Lebih jauh, koefisien determinasi (R²) mencapai 0,966, yang berarti 96,6% kinerja pegawai dipengaruhi oleh faktor work-life balance. Sisanya 3,4% dipengaruhi faktor lain seperti motivasi, kepemimpinan, dan budaya organisasi. “Semakin baik keseimbangan hidup yang dirasakan pegawai, semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan,” tulis tim peneliti dalam laporan mereka.
Implikasi: Kebijakan Fleksibel Jadi Kunci
Implikasi: Kebijakan Fleksibel Jadi Kunci
Temuan ini membawa implikasi penting bagi instansi pemerintah dan organisasi publik lainnya. Work-life balance perlu dipandang sebagai strategi manajemen sumber daya manusia, bukan sekadar fasilitas tambahan.
Peneliti merekomendasikan beberapa langkah konkret:
- Penerapan jam kerja fleksibel.
- Pembagian beban kerja yang adil.
- Dukungan atasan terhadap kesejahteraan pegawai.
- Program kesehatan mental dan kesejahteraan.
Langkah-langkah ini diyakini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Profil Penulis
Profil Penulis
Liza Murdhani, S.E. – Universitas Islam Sumatera Utara, Peneliti bidang manajemen sumber daya manusia
Wardiana, S.E., M.Si. – Dosen manajemen, Universitas Islam Sumatera Utara
Siti Hajar, S.E., M.M. – Universitas Islam Sumatera Utara, Akademisi bidang organisasi
Ridha Firdaus, S.E., M.M. – Universitas Islam Sumatera Utara, Peneliti kinerja pegawai
Ilham Riza, S.E., M.Si. – Universitas Islam Sumatera Utara, Spesialis analisis data
Sri Rahayu, S.E., M.Si. – Dosen Universitas Islam Sumatera Utara, ahli manajemen SDM
Sumber Penelitian
Murdhani, L., Wardiana, W., Hajar, S., Firdaus, R., Riza, I., & Rahayu, S. (2026). Analysis of the Influence of Work Life Balance on the Performance of Employees of the Plantation and Livestock Service of East Aceh Regency. Journal of Finance and Business Digital (JFBD), Vol. 5 No. 1, 85–102.
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i1.13
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i1.13
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

0 Komentar