Figure Ilustration AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - Motivasi Jadi Faktor Penentu Kinerja Karyawan, Disiplin Kerja Tidak Signifikan di Apartemen Pakubuwono View. Temuan yang dilakukan oleh Leo Nardo Sinaga dan Widia Astuti dari Universitas Pamulang dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa motivasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, sementara disiplin kerja justru tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.
Latar Belakang: Kinerja Karyawan Menurun
Dalam tiga tahun terakhir (2022–2024), kinerja karyawan HSES mengalami penurunan. Jumlah karyawan dengan kategori “sangat baik” menurun dari 28 orang pada 2022 menjadi 23 orang pada 2024. Sebaliknya, kategori “kurang baik” meningkat dari 10 orang menjadi 18 orang. Penurunan ini menjadi perhatian serius karena Departemen HSES memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan apartemen. Kinerja yang tidak optimal dapat berdampak langsung pada kualitas layanan dan keselamatan penghuni. Selain itu, data absensi menunjukkan peningkatan jumlah keterlambatan karyawan setiap tahun. Hal ini mengindikasikan adanya masalah dalam disiplin kerja, meskipun penelitian ini kemudian menemukan bahwa disiplin bukan faktor utama yang memengaruhi kinerja.
Metodologi Singkat
Penelitian menggunakan seluruh populasi karyawan HSES sebanyak 56 orang (sampling jenuh). Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi.
Analisis dilakukan dengan:
- Uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kualitas data.
- Uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas).
- Analisis regresi linier.
- Uji hipotesis (uji t dan uji F).
Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengukur hubungan antara motivasi, disiplin kerja, dan kinerja secara objektif.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin penting:
Motivasi berpengaruh kuat terhadap kinerja
Motivasi berpengaruh kuat terhadap kinerja
- Koefisien determinasi: 68,5%.
- Nilai uji t: 10,824 (lebih tinggi dari batas 2,005).
Artinya, motivasi menyumbang sebagian besar peningkatan kinerja karyawan
Disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan
- Kontribusi hanya sekitar 3%.
- Hubungan bahkan cenderung negatif dan sangat lemah.
Ini menunjukkan bahwa kedisiplinan saja tidak cukup untuk meningkatkan kinerja
Secara bersama-sama, motivasi dan disiplin berpengaruh signifikan
- Kontribusi gabungan: 69,2%.
- Namun, pengaruh terbesar tetap berasal dari motivasi.
Penelitisn menjelaskan bahwa “motivasi menjadi faktor dominan karena berkaitan langsung dengan dorongan internal karyawan untuk bekerja lebih baik, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan.”
Implikasi bagi Dunia Kerja
Implikasi bagi Dunia Kerja
Temuan ini memberikan pesan penting bagi perusahaan, khususnya di sektor properti dan layanan:
Fokus pada peningkatan motivasi
Perusahaan perlu:
- Memberikan penghargaan (reward) bagi karyawan berprestasi.
- Menciptakan lingkungan kerja yang suportif.
- Memberikan peluang pengembangan karier.
Evaluasi pendekatan disiplin kerja
Disiplin tetap penting, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya strategi. Pendekatan yang terlalu kaku tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan justru bisa kontraproduktif.
Perbaikan sistem manajemen SDM
Manajemen perlu memahami kebutuhan karyawan secara lebih mendalam, termasuk aspek psikologis dan sosial.
Profil Penulis
Leo Nardo Sinaga Peneliti dan akademisi dari Universitas Pamulang yang fokus pada manajemen sumber daya manusia dan kinerja organisasi.
Widia Astuti Dosen Universitas Pamulang dengan keahlian di bidang manajemen dan pengembangan SDM.
Sumber Penelitian
Sinaga, L. N., & Astuti, W. (2026). The Influence of Motivation and Work Discipline on the Performance of HSES Department Employees at the Pakubuwono View Apartment in South Jakarta. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5 No. 2, 797–812.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i2.17
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

0 Komentar