Riset Pakuan University: Kepercayaan dan Pengetahuan Konsumen Menentukan Efektivitas AI dalam Pemasaran Digital

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Bogor- Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara perusahaan menjalankan pemasaran digital, terutama melalui sistem personalisasi yang mampu merekomendasikan produk sesuai preferensi konsumen. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Mita Sicillia, Slamet Ahmadi, dan Doni Wihartika dari Pakuan University Bogor menemukan bahwa keberhasilan pemasaran berbasis AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi terutama pada kepercayaan dan pemahaman konsumen terhadap sistem tersebut.

Penelitian ini dipublikasikan pada tahun 2026 dalam Formosa Journal of Science and Technology. Studi tersebut menganalisis bagaimana persepsi manfaat AI memengaruhi niat konsumen untuk membeli produk dalam platform e-commerce, khususnya melalui mekanisme psikologis seperti kepercayaan, persepsi risiko, dan pengetahuan konsumen. Hasilnya memberikan gambaran penting bagi perusahaan digital yang ingin memaksimalkan strategi pemasaran berbasis kecerdasan buatan.

AI Mengubah Strategi Pemasaran Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan e-commerce semakin mengandalkan teknologi AI untuk memahami perilaku konsumen. Algoritma cerdas digunakan untuk menganalisis data pelanggan, memprediksi kebutuhan mereka, serta memberikan rekomendasi produk yang lebih relevan dan personal.

Menurut laporan industri global yang dikutip dalam penelitian ini, tingkat adopsi AI oleh organisasi di seluruh dunia meningkat tajam sejak 2017. Teknologi tersebut kini tidak lagi sekadar alat pendukung, tetapi telah menjadi strategi utama untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan keunggulan kompetitif perusahaan.

Di Indonesia, perkembangan ekonomi digital yang pesat—terutama di sektor e-commerce—menciptakan lingkungan yang ideal untuk meneliti pengaruh AI terhadap perilaku konsumen. Jakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan pusat aktivitas digital dengan tingkat literasi teknologi yang relatif tinggi.

Namun, meskipun teknologi AI semakin canggih, tidak semua konsumen langsung percaya pada sistem otomatis yang menganalisis data pribadi mereka. Kekhawatiran mengenai privasi, keamanan data, dan keandalan algoritma masih menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian.

Survei terhadap 400 Konsumen E-Commerce

Untuk memahami fenomena tersebut, tim peneliti dari Pakuan University melakukan survei online terhadap 400 pengguna e-commerce di wilayah DKI Jakarta.

Pengumpulan data dilakukan antara Juni hingga Agustus 2025 menggunakan kuesioner digital yang disebarkan melalui media sosial dan komunitas online. Semua responden memiliki pengalaman menggunakan fitur AI dalam platform e-commerce, seperti:

  • rekomendasi produk otomatis
  • chatbot layanan pelanggan
  • promosi yang dipersonalisasi
  • analisis prediktif berbasis data konsumen

Mayoritas responden merupakan generasi muda berusia 17–25 tahun, kelompok yang paling aktif berbelanja secara online dan terbiasa menggunakan teknologi digital.

Data kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara lima variabel utama:

  • manfaat AI (AI usefulness)
  • kepercayaan konsumen
  • persepsi risiko
  • pengetahuan konsumen
  • niat membeli (purchase intention)

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting mengenai bagaimana AI memengaruhi perilaku konsumen dalam pemasaran digital.

1. Manfaat AI meningkatkan kepercayaan konsumen
Ketika sistem AI mampu memberikan rekomendasi yang akurat dan relevan, konsumen cenderung menganggap teknologi tersebut kompeten dan dapat dipercaya.

2. AI membantu meningkatkan pengetahuan konsumen
Fitur personalisasi mempermudah konsumen memahami produk, membandingkan pilihan, dan mengambil keputusan pembelian yang lebih rasional.

3. AI mampu menurunkan persepsi risiko
Informasi yang jelas dan pengalaman pengguna yang baik dapat mengurangi kekhawatiran konsumen terkait keamanan atau kesalahan rekomendasi.

4. Manfaat AI tidak langsung meningkatkan niat membeli
Temuan paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa AI tidak secara langsung mendorong keputusan pembelian.

Sebaliknya, niat membeli dipengaruhi oleh dua faktor utama:

  • kepercayaan terhadap sistem
  • tingkat pengetahuan konsumen mengenai produk dan teknologi

Dengan kata lain, teknologi AI hanya menjadi faktor dasar, sedangkan keputusan pembelian terbentuk melalui proses psikologis yang melibatkan kepercayaan dan pemahaman konsumen.

Mengapa Kepercayaan Konsumen Sangat Penting

Penelitian ini menegaskan bahwa kepercayaan merupakan kunci utama dalam pemasaran berbasis AI.

Ketika konsumen merasa yakin bahwa sistem AI bekerja secara transparan dan dapat diandalkan, mereka lebih terbuka untuk menerima rekomendasi produk dan menggunakan informasi yang diberikan.

Sebaliknya, jika konsumen merasa ragu terhadap keamanan data atau keakuratan algoritma, mereka cenderung membatasi interaksi dengan sistem tersebut. Hal ini dapat mengurangi efektivitas strategi pemasaran berbasis teknologi.

Menurut peneliti, membangun kepercayaan dapat dilakukan melalui beberapa cara:

  • transparansi penggunaan data konsumen
  • keamanan sistem digital yang kuat
  • rekomendasi produk yang akurat dan relevan
  • antarmuka sistem yang mudah dipahami

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat meningkatkan keterlibatan konsumen sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan.

Implikasi bagi Perusahaan dan Industri Digital

Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi perusahaan e-commerce dan industri pemasaran digital.

Pertama, perusahaan tidak cukup hanya mengembangkan teknologi AI yang canggih. Mereka juga harus memastikan bahwa sistem tersebut dipahami dan dipercaya oleh konsumen.

Kedua, strategi pemasaran berbasis AI perlu dilengkapi dengan edukasi konsumen mengenai cara kerja teknologi tersebut. Semakin tinggi tingkat pemahaman konsumen, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan transaksi.

Ketiga, perusahaan perlu memprioritaskan pengalaman pengguna yang transparan dan aman agar konsumen merasa nyaman menggunakan fitur personalisasi.

Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk meningkatkan konversi penjualan sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Profil Penulis Penelitian

Mita Sicillia merupakan peneliti di bidang pemasaran digital dan perilaku konsumen dari Pakuan University Bogor.

Ia bekerja sama dengan dua akademisi dari universitas yang sama:

  • Slamet Ahmadi, pakar manajemen pemasaran
  • Doni Wihartika, peneliti di bidang teknologi dan perilaku konsumen digital

Ketiganya fokus pada penelitian mengenai transformasi pemasaran di era kecerdasan buatan dan ekonomi digital.

Sumber Penelitian

Sicillia, M., Ahmadi, S., & Wihartika, D. (2026).
“Artificial Intelligence and the Transformation of Personalized Marketing: An Empirical Study of Consumer Behavior.”
Formosa Journal of Science and Technology, Vol. 5 No. 3, 625–638.

Posting Komentar

0 Komentar