Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Manado - Sistem Akuntansi Manual Hambat Efisiensi Agribisnis, Studi Ungkap Solusi Digital Bertahap. Temuan yang dilakukan oleh Florencia Pontoh, Victorina Tirayoh, dan Meily Kalalo dari Universitas Sam Ratulangi dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa pentingnya implementasi Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) sebagai fondasi pengelolaan data yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Florencia Pontoh, Victorina Tirayoh, dan Meily Kalalo dari Universitas Sam Ratulangi menyoroti bahwa tidak hanya bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi usaha agribisnis skala menengah yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam literatur.
Masalah Utama: Data Lambat, Keputusan Terlambat
CV. Damai Bogani bergerak di bidang penjualan bibit tanaman buah, sektor yang sangat bergantung pada akurasi data stok dan biaya. Namun, seluruh aktivitas pencatatan mulai dari penjualan, kas, hingga persediaan masih dilakukan menggunakan buku dan nota fisik. Akibatnya, laporan keuangan baru dapat diselesaikan sekitar 10 hingga 14 hari setelah akhir bulan. Kondisi ini membuat manajemen tidak memiliki informasi real-time untuk mengambil keputusan penting, seperti perencanaan produksi atau pembelian bahan. “Keputusan sering kali diambil berdasarkan perkiraan dan pengalaman, bukan data yang akurat,” ungkap temuan penelitian tersebut berdasarkan wawancara dengan direktur perusahaan, Roni Kobandaha.
Penelitian yang dilakukan oleh Florencia Pontoh, Victorina Tirayoh, dan Meily Kalalo dari Universitas Sam Ratulangi menyoroti bahwa tidak hanya bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi usaha agribisnis skala menengah yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam literatur.
Masalah Utama: Data Lambat, Keputusan Terlambat
CV. Damai Bogani bergerak di bidang penjualan bibit tanaman buah, sektor yang sangat bergantung pada akurasi data stok dan biaya. Namun, seluruh aktivitas pencatatan mulai dari penjualan, kas, hingga persediaan masih dilakukan menggunakan buku dan nota fisik. Akibatnya, laporan keuangan baru dapat diselesaikan sekitar 10 hingga 14 hari setelah akhir bulan. Kondisi ini membuat manajemen tidak memiliki informasi real-time untuk mengambil keputusan penting, seperti perencanaan produksi atau pembelian bahan. “Keputusan sering kali diambil berdasarkan perkiraan dan pengalaman, bukan data yang akurat,” ungkap temuan penelitian tersebut berdasarkan wawancara dengan direktur perusahaan, Roni Kobandaha.
Masalah lain yang muncul antara lain:
- Data antar divisi tidak terintegrasi.
- Tingginya risiko kesalahan pencatatan.
- Ketidaksesuaian data stok antar periode.
- Proses pelaporan yang berulang dan memakan waktu.
Situasi ini membuat perusahaan bersifat reaktif baru bertindak setelah masalah muncul bukan proaktif dalam mencegah risiko operasional.
Metode Penelitian: Wawancara dan Observasi Lapangan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tim peneliti melakukan:
- Wawancara langsung dengan pimpinan dan staf.
- Observasi proses pencatatan dan pelaporan.
- Analisis dokumen internal perusahaan.
Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi nyata di lapangan, termasuk hambatan implementasi sistem digital.
Temuan Kunci: SIAM Dibutuhkan, Tapi Belum Siap
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. Damai Bogani belum memiliki sistem SIAM yang terintegrasi. Semua komponen utama seperti perangkat lunak, database, prosedur standar, dan kompetensi SDM masih belum memadai.
Namun, kebutuhan terhadap SIAM sangat jelas. Sistem ini dinilai mampu:
- Mempercepat penyusunan laporan.
- Mengurangi kesalahan input data.
- Menyediakan informasi real-time.
- Mendukung keputusan berbasis data.
Meski demikian, terdapat tiga hambatan utama dalam implementasi:
- Biaya investasi sistem yang masih terbatas.
- Kemampuan SDM yang belum siap menggunakan teknologi.
- Tidak adanya SOP standar untuk sistem digital.
Solusi Realistis: Mulai dari Sistem Sederhana
Peneliti langsung menerapkan sistem kompleks, penelitian ini merekomendasikan pendekatan bertahap. Solusi awal yang dinilai paling realistis adalah penggunaan sistem berbasis Microsoft Excel.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan:
- Tetap menggunakan format sederhana.
- Mengintegrasikan data antar divisi secara bertahap.
- Mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual.
Jenis SIAM yang paling sesuai untuk tahap awal adalah accountability accounting system, yaitu sistem yang menyusun laporan berdasarkan tanggung jawab tiap divisi, seperti bagian penjualan, pembibitan, dan keuangan. “Pendekatan ini tidak memerlukan teknologi kompleks, tetapi sudah cukup untuk meningkatkan keteraturan dan kecepatan pelaporan,” tulis Pontoh dan tim dari Universitas Sam Ratulangi.
Dampak Lebih Luas: Relevan untuk UMKM Agribisnis
Temuan ini memiliki implikasi luas, khususnya bagi pelaku UMKM di sektor agribisnis yang masih mengandalkan sistem manual. Digitalisasi pencatatan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga efisiensi biaya dan kualitas keputusan bisnis.
Dengan sistem yang lebih terstruktur:
- Perusahaan dapat mengontrol biaya produksi secara lebih akurat.
- Risiko kehilangan data dapat ditekan.
- Keputusan strategis dapat diambil lebih cepat.
Dalam jangka panjang, implementasi SIAM juga dapat meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Profil Penulis
Florencia Pontoh, S.E., M.Ak. – Dosen dan peneliti di bidang akuntansi manajemen, Universitas Sam Ratulangi
Victorina Tirayoh, S.E., M.Ak. – Akademisi dengan fokus pada sistem informasi akuntansi dan kinerja manajerial, Universitas Sam Ratulangi
Meily Kalalo, S.E., M.Ak. – Peneliti di bidang akuntansi dan manajemen keuangan, Universitas Sam Ratulangi
Sumber Penelitian
Pontoh, F., Tirayoh, V., & Kalalo, M. (2026). Implementation of a Management Accounting Information System at CV. Damai Bogani. Journal of Finance and Business Digital (JFBD), Vol. 5 No. 1, 15–32.
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i1.11
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

0 Komentar