Peer-Assisted Learning Setara dengan Metode Konvensional pada Praktikum Anatomi Kedokteran, Studi UISU Ungkap Temuan Penting

Created by AI

FORMOSA NEWS - Sumatera Utara - Sebuah studi tahun 2026 oleh Syalsa Malemta Fitri dan tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara menemukan bahwa metode pembelajaran konvensional maupun Peer-Assisted Learning (PAL) sama-sama meningkatkan nilai praktikum anatomi mahasiswa kedokteran. Penelitian ini dipublikasikan di International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS) dan memberikan bukti baru bagi pendidik medis dalam memilih strategi pembelajaran anatomi yang efektif.

Penelitian terhadap 54 mahasiswa kedokteran angkatan 2024 di Laboratorium Anatomi UISU menunjukkan bahwa meskipun PAL menghasilkan nilai rata-rata lebih tinggi, kedua metode memberikan hasil belajar yang setara secara statistik.

Anatomi: Mata Kuliah Penting namun Menantang

Anatomi merupakan fondasi pendidikan kedokteran karena menjadi dasar memahami fisiologi, patologi, dan diagnosis klinis. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan karena:

  • Materi sangat kompleks
  • Waktu praktikum terbatas
  • Motivasi belajar anatomi cenderung rendah
  • Jumlah mahasiswa besar sehingga rasio dosen–mahasiswa tidak ideal

Kondisi ini mendorong peneliti menilai apakah Peer-Assisted Learning dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil praktikum anatomi.

Apa Itu Peer-Assisted Learning?

Peer-Assisted Learning (PAL) adalah metode kolaboratif di mana mahasiswa senior dilatih sebagai tutor untuk membantu mahasiswa lain memahami materi.

Berbeda dengan metode konvensional yang berpusat pada dosen, PAL menekankan:

  • Diskusi aktif
  • Kolaborasi antar mahasiswa
  • Pembelajaran melalui interaksi sosial

Metode ini diyakini dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan kognitif mahasiswa.

Metode Penelitian

Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test dan post-test.

Detail penelitian:

  • Partisipan: 54 mahasiswa kedokteran angkatan 2024
  • Kelompok:
    • 25 mahasiswa metode konvensional
    • 29 mahasiswa metode PAL
  • Analisis data: uji statistik T-test
  • Lokasi: Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran UISU

Mahasiswa mengikuti tes sebelum dan sesudah intervensi pembelajaran.

Hasil Penelitian: Keduanya Meningkatkan Nilai

Metode Konvensional

  • Nilai rata-rata pre-test: 31,20
  • Nilai rata-rata post-test: 57,80
  • Terjadi peningkatan signifikan (p < 0,05)

Metode Peer-Assisted Learning

  • Nilai rata-rata pre-test: 30,00
  • Nilai rata-rata post-test: 65,51
  • Terjadi peningkatan signifikan (p < 0,05)

Kedua metode terbukti efektif meningkatkan pemahaman anatomi mahasiswa.

Tidak Ada Perbedaan Signifikan, Namun PAL Sedikit Lebih Tinggi

Perbandingan langsung antar kelompok menunjukkan:

  • Tidak ada perbedaan signifikan nilai awal (p = 0,833)
  • Tidak ada perbedaan signifikan nilai akhir (p = 0,213)

Artinya, kedua metode sama efektifnya, meskipun kelompok PAL memperoleh rata-rata nilai lebih tinggi.

Keunggulan Peer-Assisted Learning

Walaupun tidak berbeda signifikan secara statistik, PAL memiliki manfaat penting:

  • Meningkatkan interaksi sosial dan diskusi
  • Meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa
  • Mengasah keterampilan komunikasi dan kolaborasi
  • Tutor sebaya juga memperkuat pemahaman melalui proses mengajar

Namun, peneliti menegaskan PAL tidak menggantikan peran dosen, melainkan melengkapi pembelajaran.

Metode Konvensional Tetap Relevan

Metode konvensional masih efektif karena:

  • Memberikan penjelasan terstruktur
  • Membantu memahami konsep dasar dengan jelas
  • Mendukung diskusi akademik yang terarah

Ini menunjukkan pentingnya kombinasi metode tradisional dan inovatif.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian memiliki beberapa keterbatasan:

  • Durasi penerapan PAL relatif singkat
  • Kemampuan tutor sebaya belum dievaluasi
  • Tidak mengukur retensi jangka panjang

Penelitian lanjutan disarankan untuk menilai daya ingat jangka panjang mahasiswa.

Implikasi bagi Pendidikan Kedokteran

Temuan penelitian ini menunjukkan:

  1. Kombinasi PAL dan metode konvensional adalah strategi terbaik.
  2. Peer tutoring dapat diterapkan tanpa menggantikan dosen.
  3. Pembelajaran aktif meningkatkan motivasi mahasiswa.
  4. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang.

Profil Penulis

  • Wan Muhammad Ismail – Dosen Fakultas Kedokteran UISU, fokus pada pendidikan kedokteran.
  • Sisca Devy – Peneliti bidang metode pembelajaran kedokteran.
  • Tezar Samekto Darungan – Akademisi bidang pendidikan medis dan pelatihan klinis.

Sumber Penelitian

Fitri, S. M., Ismail, W. M., Devy, S., & Darungan, T. S. (2026). Differences Between Conventional Learning Methods and Peer-Assisted Learning on the Anatomy Practical Results of Medicine Student UISU. International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS), Vol. 4 No. 2, 155–164.

Posting Komentar

0 Komentar