Penelitian terhadap 54 mahasiswa kedokteran angkatan 2024 di Laboratorium Anatomi UISU menunjukkan bahwa meskipun PAL menghasilkan nilai rata-rata lebih tinggi, kedua metode memberikan hasil belajar yang setara secara statistik.
Anatomi: Mata Kuliah Penting namun Menantang
Anatomi merupakan fondasi pendidikan kedokteran karena menjadi dasar memahami fisiologi, patologi, dan diagnosis klinis. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan karena:
- Materi sangat kompleks
- Waktu praktikum terbatas
- Motivasi belajar anatomi cenderung rendah
- Jumlah mahasiswa besar sehingga rasio dosen–mahasiswa tidak ideal
Kondisi ini mendorong peneliti menilai apakah Peer-Assisted Learning dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil praktikum anatomi.
Apa Itu Peer-Assisted Learning?
Peer-Assisted Learning (PAL) adalah metode kolaboratif di mana mahasiswa senior dilatih sebagai tutor untuk membantu mahasiswa lain memahami materi.
Berbeda dengan metode konvensional yang berpusat pada dosen, PAL menekankan:
- Diskusi aktif
- Kolaborasi antar mahasiswa
- Pembelajaran melalui interaksi sosial
Metode ini diyakini dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan kognitif mahasiswa.
Metode Penelitian
Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test dan post-test.
Detail penelitian:
- Partisipan: 54 mahasiswa kedokteran angkatan 2024
- Kelompok:
- 25 mahasiswa metode konvensional
- 29 mahasiswa metode PAL
- Analisis data: uji statistik T-test
- Lokasi: Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran UISU
Mahasiswa mengikuti tes sebelum dan sesudah intervensi pembelajaran.
Hasil Penelitian: Keduanya Meningkatkan Nilai
Metode Konvensional
- Nilai rata-rata pre-test: 31,20
- Nilai rata-rata post-test: 57,80
- Terjadi peningkatan signifikan (p < 0,05)
Metode Peer-Assisted Learning
- Nilai rata-rata pre-test: 30,00
- Nilai rata-rata post-test: 65,51
- Terjadi peningkatan signifikan (p < 0,05)
Kedua metode terbukti efektif meningkatkan pemahaman anatomi mahasiswa.
Tidak Ada Perbedaan Signifikan, Namun PAL Sedikit Lebih Tinggi
Perbandingan langsung antar kelompok menunjukkan:
- Tidak ada perbedaan signifikan nilai awal (p = 0,833)
- Tidak ada perbedaan signifikan nilai akhir (p = 0,213)
Artinya, kedua metode sama efektifnya, meskipun kelompok PAL memperoleh rata-rata nilai lebih tinggi.
Keunggulan Peer-Assisted Learning
Walaupun tidak berbeda signifikan secara statistik, PAL memiliki manfaat penting:
- Meningkatkan interaksi sosial dan diskusi
- Meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa
- Mengasah keterampilan komunikasi dan kolaborasi
- Tutor sebaya juga memperkuat pemahaman melalui proses mengajar
Namun, peneliti menegaskan PAL tidak menggantikan peran dosen, melainkan melengkapi pembelajaran.
Metode Konvensional Tetap Relevan
Metode konvensional masih efektif karena:
- Memberikan penjelasan terstruktur
- Membantu memahami konsep dasar dengan jelas
- Mendukung diskusi akademik yang terarah
Ini menunjukkan pentingnya kombinasi metode tradisional dan inovatif.
Keterbatasan Penelitian
Penelitian memiliki beberapa keterbatasan:
- Durasi penerapan PAL relatif singkat
- Kemampuan tutor sebaya belum dievaluasi
- Tidak mengukur retensi jangka panjang
Penelitian lanjutan disarankan untuk menilai daya ingat jangka panjang mahasiswa.
Implikasi bagi Pendidikan Kedokteran
Temuan penelitian ini menunjukkan:
- Kombinasi PAL dan metode konvensional adalah strategi terbaik.
- Peer tutoring dapat diterapkan tanpa menggantikan dosen.
- Pembelajaran aktif meningkatkan motivasi mahasiswa.
- Penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang.
Profil Penulis
- Wan Muhammad Ismail – Dosen Fakultas Kedokteran UISU, fokus pada pendidikan kedokteran.
- Sisca Devy – Peneliti bidang metode pembelajaran kedokteran.
- Tezar Samekto Darungan – Akademisi bidang pendidikan medis dan pelatihan klinis.
Sumber Penelitian
Fitri, S. M., Ismail, W. M., Devy, S., & Darungan, T. S. (2026). Differences Between Conventional Learning Methods and Peer-Assisted Learning on the Anatomy Practical Results of Medicine Student UISU. International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS), Vol. 4 No. 2, 155–164.
0 Komentar