Madura—
Komitmen Organisasi Jadi Kunci
Tekan Niat Keluar Guru Swasta Madura. Riset ini dilakukan oleh Alvin Arifin
dari Universitas Bahaudin Mudhary Madura bersama Endang Suswati, Sugeng
Mulyono, M. Jamal Abdul Nasir, dan Martaleni dari Universitas Gajayana
Malang yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Business Analytics
(IJBA) edisi Februari 2026.
Riset
yang dilakukan oleh Alvin Arifin dari Universitas Bahaudin Mudhary
Madura bersama Endang Suswati, Sugeng Mulyono, M. Jamal Abdul Nasir, dan
Martaleni menunjukkan bahwa
ketahanan pribadi (resilience) dan tekanan hidup (life demands) tidak secara
langsung mendorong guru untuk resign, tetapi berpengaruh melalui tingkat
komitmen mereka terhadap sekolah. Komitmen organisasi terbukti menjadi faktor
penentu yang menekan niat guru sekolah swasta di Pulau Madura untuk keluar dari
pekerjaannya.
Masalah:
Tekanan Hidup dan Ketahanan Mental Guru
Guru swasta
di Madura menghadapi tekanan ganda:
- Beban kerja dan tuntutan
administrasi
- Tanggung jawab keluarga
- Tekanan finansial
- Keterbatasan waktu dan kesehatan
Di sisi lain,
ketahanan psikologis atau resilience menjadi modal penting bagi guru untuk
tetap bertahan dalam situasi penuh tekanan.
Penelitian
ini menguji tiga variabel utama:
- Resilience (ketahanan pribadi)
- Life Demands (tekanan hidup)
- Organizational Commitment
(komitmen organisasi)
Variabel
terakhir diuji sebagai mediator terhadap Turnover Intention (niat keluar
kerja).
Temuan
Utama
1️⃣ Komitmen Organisasi Menekan Niat
Keluar
Komitmen
organisasi berpengaruh signifikan dan negatif terhadap turnover intention
(koefisien -0,853; p < 0,001).
Semakin
tinggi keterikatan emosional, moral, dan rasional guru terhadap sekolah,
semakin rendah keinginan mereka untuk keluar.
2️⃣ Resilience Tidak Langsung Menurunkan
Niat Keluar
Resilience
tidak berpengaruh langsung terhadap turnover intention (p = 0,404).
Namun
resilience meningkatkan komitmen organisasi (p = 0,001), yang kemudian menekan
niat keluar.
3️⃣ Tekanan Hidup Tidak Langsung
Mendorong Resign
Life demands
juga tidak berpengaruh langsung terhadap turnover intention (p = 0,574).
Pengaruhnya
bekerja melalui komitmen organisasi. Artinya, tekanan hidup tidak otomatis
membuat guru ingin keluar—yang menentukan adalah apakah mereka tetap memiliki
keterikatan kuat dengan sekolah.
4️⃣ Komitmen Organisasi sebagai Mediasi
Penuh
Komitmen
organisasi terbukti menjadi mediator penuh antara resilience dan life demands
terhadap turnover intention .
Dengan kata
lain, keputusan guru untuk bertahan lebih ditentukan oleh ikatan psikologis
dengan sekolah dibandingkan tekanan hidup atau kondisi pribadi semata.
Implikasi
bagi Sekolah dan Pemerintah
Penelitian
ini memberikan pesan strategis:
🔹 Bagi Kepala Sekolah
- Bangun lingkungan kerja suportif.
- Perkuat rasa memiliki dan
kebanggaan guru.
- Sediakan program penguatan
resilience.
🔹 Bagi Pembuat Kebijakan
- Susun kebijakan retensi guru
berbasis konteks lokal Madura.
- Perhatikan kesejahteraan
psikologis guru swasta.
Menurut Alvin Arifin dan tim, strategi retensi tidak cukup hanya dengan mengurangi beban kerja atau tekanan hidup. Yang lebih penting adalah memperkuat komitmen organisasi guru.
Profil
Penulis
- Alvin
Arifin- Universitas Bahaudin Mudhary Madura
- Endang
Suswati- Universitas
Gajayana Malang
- Sugeng Mulyono- Universitas Gajayana Malang
- M. Jamal
Abdul Nasir- Universitas
Gajayana Malang
- Martaleni- Universitas Gajayana Malang
Sumber
Penelitian
Arifin, A., Suswati, E., Mulyono, S., Nasir, M.J.A., & Martaleni. (2026).Turnover Intention among Private School Teachers in Madura: Empirical Evidence of the Mediating Role of Organizational Commitment. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6 No. 1, hlm. 51–70.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i1.16072
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijba

0 Komentar