Temuan ini penting di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi pekerja sektor informal dan semi-formal. Di wilayah seperti Coimbatore, banyak pekerja bergantung pada upah harian dan kontrak jangka pendek. Ketidakpastian pendapatan membuat kegiatan menabung sering kali tidak konsisten. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa peningkatan literasi keuangan dapat menjadi solusi nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Latar Belakang Masalah
Literasi keuangan adalah kemampuan memahami dan menerapkan konsep dasar seperti pengelolaan anggaran, perencanaan keuangan, bunga, inflasi, dan penggunaan produk perbankan. Secara global, individu dengan literasi keuangan yang baik cenderung memiliki kebiasaan menabung yang lebih teratur dan perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih matang.
Namun, pekerja berpenghasilan rendah sering menghadapi keterbatasan pendidikan formal dan minimnya akses terhadap informasi keuangan. Akibatnya, pendapatan yang terbatas lebih banyak digunakan untuk kebutuhan harian tanpa perencanaan cadangan dana darurat atau tabungan masa depan.
G. Gnanaselvi menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar teori akademik, melainkan keterampilan praktis yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi keluarga.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan analitis. Data dikumpulkan dari 200 pekerja berpenghasilan rendah di distrik Coimbatore melalui kuesioner terstruktur dan wawancara langsung.
Karakteristik responden menunjukkan:
- 59% laki-laki dan 41% perempuan
- 68% berpenghasilan di bawah ₹15.000 per bulan
- 66% berpendidikan tingkat dasar atau menengah
- 75% bekerja sebagai buruh harian atau pekerja kontrak
Perilaku menabung diukur melalui tiga indikator utama:
- Keteraturan menabung
- Jumlah tabungan
- Perencanaan tabungan
Analisis statistik digunakan untuk menguji hubungan antara literasi keuangan, stabilitas pendapatan, akses layanan keuangan, sikap finansial, dan perilaku menabung.
Temuan Utama
Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara literasi keuangan dan perilaku menabung.
Beberapa temuan penting meliputi:
- Sikap finansial menjadi faktor paling dominan: Sikap positif terhadap pengelolaan uang memiliki pengaruh terbesar terhadap perilaku menabung (β = 0,35). Responden yang percaya pada pentingnya perencanaan keuangan cenderung lebih disiplin menabung.
- Literasi keuangan berpengaruh signifikan: Literasi keuangan menunjukkan pengaruh kuat (β = 0,31). Pekerja yang memahami konsep keuangan dasar lebih rutin menabung dan memiliki perencanaan yang lebih baik.
- Stabilitas pendapatan mendukung jumlah tabungan: Pendapatan yang lebih stabil meningkatkan kemampuan menyisihkan uang (β = 0,24).
- Akses layanan keuangan memperkuat kebiasaan menabung: Kemudahan akses ke bank dan layanan digital memberikan pengaruh positif (β = 0,21).
- Pendidikan dan pendapatan berperan signifikan: Tingkat pendidikan dan pendapatan bulanan berpengaruh positif, sementara gender tidak menunjukkan pengaruh signifikan.
Model penelitian ini mampu menjelaskan 58% variasi perilaku menabung (R² = 0,58), menunjukkan kekuatan analisis yang tinggi.
Implikasi bagi Kebijakan dan Masyarakat
Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan kebijakan inklusi keuangan dan stabilitas ekonomi.
Bagi pemerintah, hasil ini mendukung pentingnya program edukasi keuangan yang terintegrasi dengan akses perbankan yang mudah dan terjangkau.
Bagi lembaga keuangan, penyederhanaan produk tabungan serta perluasan layanan digital dapat mendorong partisipasi pekerja sektor informal.
Bagi organisasi pembangunan, pendekatan berbasis perubahan perilaku dapat meningkatkan disiplin menabung secara berkelanjutan.
Menurut G. Gnanaselvi dari NGM College, literasi keuangan adalah faktor penting namun tidak berdiri sendiri. Pengetahuan akan lebih efektif jika didukung oleh stabilitas pendapatan dan infrastruktur keuangan yang inklusif.
Dampak Nyata
Peningkatan perilaku menabung di kalangan pekerja berpenghasilan rendah berpotensi menghasilkan:
- Ketahanan ekonomi rumah tangga yang lebih kuat
- Pengurangan ketergantungan pada utang informal
- Peningkatan partisipasi dalam sistem keuangan formal
- Pengurangan risiko kemiskinan jangka panjang
Temuan ini relevan dengan agenda pembangunan ekonomi inklusif di India dan negara berkembang lainnya.
Profil Penulis
- G. Gnanaselvi adalah peneliti di Research Department of Commerce, NGM College, Coimbatore, Tamil Nadu, India. Bidang keahliannya meliputi literasi keuangan, inklusi keuangan, perilaku konsumen, dan ketahanan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sumber Penelitian
- Gnanaselvi, G. (2026). Financial Literacy and Saving Behavior Among Low-Income Workers: Evidence from Coimbatore District.
- International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR), Vol. 4, No. 2, 79–88.
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijaamr.v4i2.189
- Website resmi jurnal: https://nvlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijaamr/index
0 Komentar