Literasi Keuangan dan Perilaku Menabung di Kalangan Pekerja Berpenghasilan Rendah: Bukti dari Distrik Coimbatore


Ilustrasi by AI 

Coimbatore-  Sebuah studi tahun 2026 yang ditulis oleh G. Gnanaselvi dari Research Department of Commerce, NGM College, Coimbatore, Tamil Nadu, India, menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku menabung pekerja berpenghasilan rendah. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (Vol. 4, No. 2, 2026) ini membuktikan bahwa pengetahuan keuangan, sikap finansial, stabilitas pendapatan, dan akses layanan keuangan secara bersama-sama membentuk kebiasaan menabung yang lebih disiplin dan terencana.

Temuan ini penting di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi pekerja sektor informal dan semi-formal. Di wilayah seperti Coimbatore, banyak pekerja bergantung pada upah harian dan kontrak jangka pendek. Ketidakpastian pendapatan membuat kegiatan menabung sering kali tidak konsisten. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa peningkatan literasi keuangan dapat menjadi solusi nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga berpenghasilan rendah.

Latar Belakang Masalah

Literasi keuangan adalah kemampuan memahami dan menerapkan konsep dasar seperti pengelolaan anggaran, perencanaan keuangan, bunga, inflasi, dan penggunaan produk perbankan. Secara global, individu dengan literasi keuangan yang baik cenderung memiliki kebiasaan menabung yang lebih teratur dan perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih matang.

Namun, pekerja berpenghasilan rendah sering menghadapi keterbatasan pendidikan formal dan minimnya akses terhadap informasi keuangan. Akibatnya, pendapatan yang terbatas lebih banyak digunakan untuk kebutuhan harian tanpa perencanaan cadangan dana darurat atau tabungan masa depan.

G. Gnanaselvi menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar teori akademik, melainkan keterampilan praktis yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi keluarga.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan analitis. Data dikumpulkan dari 200 pekerja berpenghasilan rendah di distrik Coimbatore melalui kuesioner terstruktur dan wawancara langsung.

Karakteristik responden menunjukkan:

  • 59% laki-laki dan 41% perempuan
  • 68% berpenghasilan di bawah ₹15.000 per bulan
  • 66% berpendidikan tingkat dasar atau menengah
  • 75% bekerja sebagai buruh harian atau pekerja kontrak

Perilaku menabung diukur melalui tiga indikator utama:

  • Keteraturan menabung
  • Jumlah tabungan
  • Perencanaan tabungan

Analisis statistik digunakan untuk menguji hubungan antara literasi keuangan, stabilitas pendapatan, akses layanan keuangan, sikap finansial, dan perilaku menabung.

Temuan Utama

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara literasi keuangan dan perilaku menabung.

Beberapa temuan penting meliputi:

  1. Sikap finansial menjadi faktor paling dominan: Sikap positif terhadap pengelolaan uang memiliki pengaruh terbesar terhadap perilaku menabung (β = 0,35). Responden yang percaya pada pentingnya perencanaan keuangan cenderung lebih disiplin menabung.
  2. Literasi keuangan berpengaruh signifikan: Literasi keuangan menunjukkan pengaruh kuat (β = 0,31). Pekerja yang memahami konsep keuangan dasar lebih rutin menabung dan memiliki perencanaan yang lebih baik.
  3. Stabilitas pendapatan mendukung jumlah tabungan: Pendapatan yang lebih stabil meningkatkan kemampuan menyisihkan uang (β = 0,24).
  4. Akses layanan keuangan memperkuat kebiasaan menabung: Kemudahan akses ke bank dan layanan digital memberikan pengaruh positif (β = 0,21).
  5. Pendidikan dan pendapatan berperan signifikan: Tingkat pendidikan dan pendapatan bulanan berpengaruh positif, sementara gender tidak menunjukkan pengaruh signifikan.

Model penelitian ini mampu menjelaskan 58% variasi perilaku menabung (R² = 0,58), menunjukkan kekuatan analisis yang tinggi.

Implikasi bagi Kebijakan dan Masyarakat

Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan kebijakan inklusi keuangan dan stabilitas ekonomi.

Bagi pemerintah, hasil ini mendukung pentingnya program edukasi keuangan yang terintegrasi dengan akses perbankan yang mudah dan terjangkau.

Bagi lembaga keuangan, penyederhanaan produk tabungan serta perluasan layanan digital dapat mendorong partisipasi pekerja sektor informal.

Bagi organisasi pembangunan, pendekatan berbasis perubahan perilaku dapat meningkatkan disiplin menabung secara berkelanjutan.

Menurut G. Gnanaselvi dari NGM College, literasi keuangan adalah faktor penting namun tidak berdiri sendiri. Pengetahuan akan lebih efektif jika didukung oleh stabilitas pendapatan dan infrastruktur keuangan yang inklusif.

Dampak Nyata

Peningkatan perilaku menabung di kalangan pekerja berpenghasilan rendah berpotensi menghasilkan:

  • Ketahanan ekonomi rumah tangga yang lebih kuat
  • Pengurangan ketergantungan pada utang informal
  • Peningkatan partisipasi dalam sistem keuangan formal
  • Pengurangan risiko kemiskinan jangka panjang

Temuan ini relevan dengan agenda pembangunan ekonomi inklusif di India dan negara berkembang lainnya.

Profil Penulis

  • G. Gnanaselvi adalah peneliti di Research Department of Commerce, NGM College, Coimbatore, Tamil Nadu, India. Bidang keahliannya meliputi literasi keuangan, inklusi keuangan, perilaku konsumen, dan ketahanan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sumber Penelitian


Posting Komentar

0 Komentar