Filsafat Pendidikan sebagai Landasan Pengembangan Teknologi Pembelajaran di Era Digital

Ilustrasi by AI

Jakarta Filsafat Pendidikan Jadi Fondasi Pengembangan Teknologi Pembelajaran di Era Digital. Penelitian dilakukan oleh Suyuti, Suyitno Muslim, Annis Kandriasari, dan Wisbu Djatmiko dari Universitas Negeri Jakarta yang dipublikasikan dalam Journal of Educational Analytics (JEDA) Vol. 5 No. 1 (2026).

Penelitian yang dilakukan oleh Suyuti, Suyitno Muslim, Annis Kandriasari, dan Wisbu Djatmiko mengungkapkan bahwa Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara belajar, mengajar, dan berinteraksi di ruang pendidikan. Namun tanpa fondasi filsafat pendidikan yang kuat, pemanfaatan teknologi berisiko menggeser tujuan hakiki pendidikan menjadi sekadar efisiensi teknis.

Teknologi Tidak Netral, Harus Berbasis Nilai

Artikel ini menegaskan bahwa teknologi pembelajaran bukan sekadar alat teknis. Ia adalah produk budaya yang membawa nilai dan implikasi tertentu. Tanpa kerangka filosofis, pendidikan dapat terjebak pada orientasi mekanistik dan mengabaikan pembentukan karakter.

Dalam kajian literatur yang dianalisis penulis (halaman 62–64), filsafat pendidikan berfungsi sebagai kompas moral dan intelektual yang menjaga agar inovasi digital tetap berorientasi pada nilai humanisme, rasionalitas, dan moralitas.

Teknologi seharusnya menjadi sarana untuk:

  • Mengembangkan literasi digital
  • Mendorong berpikir kritis
  • Membentuk tanggung jawab etis
  • Memperkuat karakter peserta didik

Bukan sekadar mempercepat distribusi materi.

Metode: Studi Literatur Sistematis

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan.

Sumber data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional terindeks, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan periode 2020–2025. Analisis dilakukan menggunakan teknik qualitative content analysis untuk mengidentifikasi konsep utama dan menyusun sintesis pemikiran.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti membangun pemahaman konseptual yang komprehensif tentang relasi antara filsafat pendidikan dan teknologi pembelajaran.

Empat Temuan Utama Penelitian

1️ Filsafat Pendidikan sebagai Kompas Digital

Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan tetap relevan dalam era transformasi digital. Ia berfungsi sebagai landasan normatif yang menjaga agar pendidikan tidak kehilangan orientasi nilai di tengah percepatan teknologi (halaman 65–66).

Tanpa refleksi filosofis, penggunaan teknologi dapat menjadi dangkal dan sekadar berorientasi efisiensi.

2️ Teknologi Berbasis Nilai Lebih Bermakna

Teknologi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan nilai filosofis memiliki karakteristik berbeda dibanding pendekatan teknokratis.

Ciri-cirinya meliputi:

  • Berorientasi pada peserta didik (student-centered)
  • Mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor
  • Mendorong interaksi reflektif
  • Adaptif terhadap konteks sosial-budaya (halaman 66–67)

Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan instrumen pedagogis.

3️ Etika Digital Menjadi Dimensi Fundamental

Isu privasi data, keamanan informasi, dan tanggung jawab penggunaan teknologi menjadi perhatian utama.

Penelitian menegaskan bahwa etika digital harus menjadi bagian integral dalam desain dan implementasi teknologi pembelajaran (halaman 67–69).

Tanpa dimensi etis, pembelajaran digital berpotensi menimbulkan:

  • Ketergantungan teknologi
  • Pelanggaran privasi
  • Degradasi interaksi sosial

Filsafat pendidikan menyediakan kerangka normatif untuk merespons tantangan ini.

4️ Dampak terhadap Kualitas dan Keberlanjutan Pembelajaran

Integrasi filsafat pendidikan dalam pengembangan teknologi terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran digital.

Pembelajaran menjadi:

  • Lebih reflektif
  • Lebih bermakna
  • Berorientasi pada kompetensi abad ke-21
  • Lebih berkelanjutan dalam jangka panjang (halaman 69–70)

Peran guru pun bergeser dari sumber utama pengetahuan menjadi fasilitator dan pembimbing nilai.

Implikasi bagi Kebijakan dan Praktik Pendidikan

Penelitian ini memberikan sejumlah rekomendasi strategis:

🔹 Pengembang teknologi pendidikan perlu mengintegrasikan nilai filosofis dan etika digital dalam desain platform pembelajaran.

🔹 Pembuat kebijakan harus merumuskan regulasi teknologi pendidikan berbasis prinsip keadilan, inklusivitas, dan humanisme.

🔹 Lembaga pendidikan perlu memasukkan kajian filsafat pendidikan dan etika digital dalam pengembangan kompetensi guru (halaman 70–71).

Teknologi yang tidak dibangun di atas nilai pendidikan berisiko cepat usang dan kehilangan relevansi.

Kontribusi Akademik

Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kedalaman refleksi filosofis yang mendasarinya.

Filsafat pendidikan bukan konsep lama yang usang, melainkan fondasi konseptual yang semakin penting di tengah transformasi digital global.

Profil Penulis

  • Suyuti- Universitas Negeri Jakarta
  • Suyitno Muslim- Universitas Negeri Jakarta
  • Annis Kandriasari-Universitas Negeri Jakarta
  • Wisbu Djatmiko-Universitas Negeri Jakarta

Sumber Penelitian

Suyuti, Muslim, S., Kandriasari, A., & Djatmiko, W. (2026).Philosophy of Education as the Foundation for the Development of Learning Technology in the Digital Era. Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 1, hlm. 61–72.

DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i1.611

URL : https://nblformosapublisher.org/index.php/jeda


Posting Komentar

0 Komentar