Studi Pemasaran UD. Tauco Sinar Jaya di Padangsidimpuan Kecamatan Agkola Julu (Kota Padangsidimpuan)



FORMOSA NEWS-Padangsidimpuan

Strategi Pemasaran Tauco Rumahan UD Sinar Jaya: Andalkan Cita Rasa Khas, Harga Terjangkau, dan Jaringan Lokal

Padangsidimpuan, Formosa News — Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan mengungkap bagaimana industri rumah tangga tauco UD Sinar Jaya di Desa Joring Natobang, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar dengan strategi pemasaran yang sederhana namun efektif. Studi yang dilakukan pada 2024 oleh Nova Widia Siregar, Sutan Pulungan, dan Anugrah Sri Widiasyih menunjukkan bahwa kombinasi cita rasa khas, harga terjangkau, promosi berbasis kepercayaan, dan distribusi lokal menjadi kunci keberlangsungan usaha ini.

UD Sinar Jaya, yang didirikan pada 2014 oleh Mitra dan istrinya, berawal dari produksi satu tong tauco berbasis resep keluarga. Respons positif masyarakat mendorong peningkatan produksi hingga 20 tong per siklus. Kini, usaha ini menjadi salah satu produsen tauco rumahan yang dikenal di wilayah Padangsidimpuan, sekaligus sumber penghidupan bagi keluarga pemilik dan tenaga kerja sekitar.

Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa industri rumah tangga menyumbang lebih dari 99 persen unit usaha di Indonesia dan berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja serta ketahanan ekonomi lokal. Di sektor pangan olahan, tauco menjadi produk tradisional yang memiliki pasar stabil, tetapi menghadapi tantangan modernisasi pemasaran dan persaingan dengan produk pabrikan.

Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam kepada pemilik usaha, karyawan, pedagang, dan konsumen, serta observasi langsung di lokasi produksi. Analisis dilakukan dengan model interaktif yang mencakup pengumpulan data, penyederhanaan, penyajian temuan, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran UD Sinar Jaya bertumpu pada bauran pemasaran 4P (Product, Price, Promotion, Place).

Dari sisi produk, tauco UD Sinar Jaya memiliki ciri khas rasa yang tidak terlalu asin dibandingkan tauco pada umumnya. Karakter ini disesuaikan dengan preferensi konsumen lokal yang menginginkan bumbu dengan rasa lebih seimbang untuk masakan sehari-hari. Produk dikemas secara sederhana menggunakan plastik bening berlabel dengan dua ukuran utama, yaitu 5 kilogram dan 7 kilogram, menyesuaikan kebutuhan warung dan konsumen rumah tangga. Kemasan dipilih bukan karena estetika, tetapi untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kebersihan dan ketahanan.

Soal harga, UD Sinar Jaya menetapkan harga Rp34.000 per keranjang berdasarkan perhitungan biaya produksi ditambah margin wajar. Harga ini dinilai kompetitif dan terjangkau, bahkan ketika terjadi kenaikan harga bahan baku, penyesuaian harga dilakukan secara minimal sehingga tidak memberatkan pelanggan. Konsumen menyatakan bahwa selisih kenaikan harga kecil tidak mengurangi loyalitas mereka.

Promosi dilakukan secara tradisional. UD Sinar Jaya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, titip jual di warung dan pasar lokal, serta penjualan langsung kepada pelanggan tetap. Strategi ini terbukti efektif di komunitas pedesaan yang mengutamakan kepercayaan. Pemilik usaha belum memanfaatkan media sosial karena keterbatasan literasi digital dan akses internet, namun jaringan lokal yang kuat membuat penjualan tetap stabil.

Distribusi produk bersifat lokal dan terpusat di wilayah sekitar Joring Natobang serta pasar tradisional dan toko kecil di Padangsidimpuan. Pemilik mengantarkan produk sendiri menggunakan kendaraan pribadi untuk menekan biaya dan menjaga kualitas barang. Pengiriman luar kota belum dilakukan karena biaya logistik dianggap terlalu tinggi dibandingkan nilai produk.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun strategi pemasaran UD Sinar Jaya masih bersifat tradisional, pendekatan tersebut efektif menjaga keberadaan produk di pasar lokal. Namun, para peneliti menilai bahwa perluasan promosi melalui platform digital berpotensi meningkatkan jangkauan pasar dan daya saing tauco UD Sinar Jaya di masa depan.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan usaha mikro pangan lokal. Bagi pelaku usaha, penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan harga yang adil bisa menjadi modal utama bertahan, bahkan tanpa pemasaran modern. Bagi pemerintah daerah, studi ini menegaskan perlunya dukungan berupa pelatihan kewirausahaan, akses pembiayaan, dan pendampingan digital marketing bagi industri rumah tangga.

Peneliti juga merekomendasikan agar UD Sinar Jaya mulai bereksperimen dengan pemasaran digital sederhana, seperti memanfaatkan WhatsApp Business atau media sosial lokal, tanpa meninggalkan kekuatan utama mereka, yaitu hubungan personal dengan pelanggan.

Profil Penulis
Nova Widia Siregar, Sutan Pulungan, dan Anugrah Sri Widiasyih adalah dosen dan peneliti di Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Mereka menekuni kajian pemasaran, ekonomi lokal, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan fokus pada industri pangan tradisional dan strategi bisnis berbasis komunitas.

Sumber Penelitian
Artikel jurnal: “Marketing Study of Sinar Jaya UD.’s Tauco in Padangsidimpuan Angkola Julu District (Padangsidimpuan City)”
Jurnal: International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS)
Volume 4, Nomor 1, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i1.160

Posting Komentar

0 Komentar