Penelitian dilakukan di sembilan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Bogor, melibatkan 50 guru dan 120 anak. Hasilnya memperlihatkan bahwa sistem dukungan guru yang menyatukan pelatihan profesional, supervisi pedagogik, dan kebijakan institusional mampu meningkatkan konsistensi pembelajaran sekaligus memperkuat perkembangan perilaku dan kognitif anak.
Mengapa Dukungan Guru Menjadi Kunci di PAUD
Masa usia dini merupakan periode krusial dalam pembentukan perilaku, pengendalian emosi, serta kemampuan berpikir dasar anak. Pada fase ini, interaksi anak dengan guru berperan besar dalam membangun kebiasaan belajar dan kesiapan akademik jangka panjang.
Namun di banyak lembaga PAUD, dukungan untuk guru masih bersifat terpisah-pisah. Pelatihan sering kali tidak diikuti pendampingan, supervisi berjalan sendiri tanpa tindak lanjut, dan kebijakan institusi belum sepenuhnya mendukung praktik pembelajaran di kelas. Kondisi ini membuat guru kesulitan menerapkan metode belajar yang konsisten dan sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Riset Lucky Dewanti hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan menelaah bagaimana sistem dukungan guru yang terintegrasi bekerja secara nyata di lapangan dan bagaimana dampaknya terhadap anak.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada guru serta penilaian perkembangan perilaku dan kognitif anak di kelas. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala lembaga PAUD.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti tidak hanya melihat angka dan hubungan statistik, tetapi juga memahami proses dan pengalaman guru dalam menjalankan sistem dukungan tersebut.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting:
- Dukungan guru terintegrasi meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Guru yang mendapatkan pelatihan berkelanjutan, supervisi rutin, dan dukungan institusi menunjukkan kemampuan lebih baik dalam merancang pembelajaran, memahami karakter anak, serta mengelola kelas. Secara statistik, pengaruh sistem dukungan ini sangat signifikan.
- Konsistensi pembelajaran berdampak positif pada perilaku anak. Anak-anak yang belajar dalam lingkungan dengan aturan dan rutinitas yang konsisten menunjukkan perilaku lebih adaptif, emosi lebih stabil, dan kepatuhan terhadap aturan kelas yang lebih baik. Konsistensi ini lahir dari kesepakatan dan koordinasi antarguru yang difasilitasi oleh institusi.
- Dukungan institusi berperan besar dalam perkembangan kognitif anak. Kebijakan sekolah, ketersediaan fasilitas, dan iklim kerja yang mendukung membuat guru lebih percaya diri merancang aktivitas yang menstimulasi kemampuan berpikir dan pemecahan masalah anak. Anak menjadi lebih aktif bertanya dan mencoba hal baru.
Dalam wawancara, para guru menegaskan bahwa pelatihan menjadi lebih bermakna ketika langsung diikuti supervisi dan pendampingan. Salah satu guru menyampaikan bahwa sebelumnya pelatihan terasa teoritis, namun setelah ada supervisi kelas, guru lebih memahami cara menerapkannya dalam praktik sehari-hari.
Dampak bagi Dunia Pendidikan dan Kebijakan
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi pengelolaan PAUD di Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan guru sesekali. Yang dibutuhkan adalah sistem dukungan yang berkelanjutan dan saling terhubung.
Bagi pengelola lembaga PAUD, riset ini menjadi dasar untuk merancang program pengembangan guru yang lebih terstruktur. Bagi pembuat kebijakan, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya investasi pada sistem pendukung guru sebagai strategi jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Lucky Dewanti menekankan bahwa guru tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan institusi yang konsisten membuat guru mampu fokus pada pembelajaran, bukan terbebani persoalan administratif semata.
Relevansi bagi Masyarakat
Bagi orang tua dan masyarakat luas, penelitian ini memberikan gambaran bahwa kualitas PAUD tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau fasilitas fisik, tetapi juga oleh bagaimana guru didukung dalam menjalankan perannya. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan belajar yang stabil dan terstruktur memiliki fondasi perilaku dan kognitif yang lebih kuat untuk jenjang pendidikan berikutnya.
Profil Penulis
Lucky Dewanti, M.Pd.
Dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
Bidang keahlian: Pendidikan Anak Usia Dini, Pengembangan Profesional Guru, dan Manajemen Pendidikan
Sumber Penelitian
Dewanti, L. (2026). Integrated Teacher Support Systems for Enhancing Behavioral and Cognitive Development in Preschool Institutions.
Asian Journal of Applied Education, Vol. 5 No. 1, hlm. 121–134.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajae.v5i1.15934
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajae

0 Komentar