Perombakan Menteri Keuangan dan Efek Purbaya: Sebuah Refleksi Keyakinan Pasar dan Stabilitas Ekonomi Indonesia melalui Pendekatan Studi Peristiwa

Gambar Ilustrasi AI


FORMOSA NEWS - Medan - Reshuffle Menteri Keuangan Picu Guncangan Pasar, Studi Ungkap “Purbaya Effect” di Bursa Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Shinju Valentino Moksa dan Yosua Parhorasan Manullang dari Universitas Mahkota Tricom Unggul dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bahwa peristiwa politik tersebut memicu perubahan nyata pada kepercayaan investor dan valuasi saham.

Penelitian yang dilakukan oleh Shinju Valentino Moksa dan Yosua Parhorasan Manullang dari Universitas Mahkota Tricom Unggul menyoroti bahwa tentang bagaimana stabilitas ekonomi Indonesia dipersepsikan pasar saat terjadi pergantian figur kunci di sektor fiskal.

Apa Arti “Purbaya Effect” bagi Publik?

Penelitian ini lahir dari konteks sosial-politik yang bergejolak. Sepanjang 2025, Indonesia dilanda gelombang demonstrasi besar di berbagai kota, dipicu isu biaya hidup, kebijakan anggaran, dan ketidakpuasan publik terhadap kinerja kabinet. Tekanan politik tersebut tercermin di pasar saham: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam dan arus modal asing keluar dalam jumlah besar. Dalam situasi itulah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet, termasuk mengganti Menteri Keuangan jabatan yang selama ini dipandang investor sebagai penopang utama kredibilitas fiskal.

Cara Penelitian Membaca Reaksi Pasar

Alih-alih menggunakan bahasa teknis rumit, penelitian ini mengamati hal sederhana namun krusial: apakah harga saham bergerak tidak biasa di sekitar tanggal pengumuman reshuffle. Penulis meneliti 45 saham unggulan LQ45, yang mewakili perusahaan paling likuid dan aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan saham dianalisis dalam jendela waktu 11 hari perdagangan, mulai lima hari sebelum hingga lima hari sesudah pengumuman resmi pada 8 September 2025. Dengan membandingkan return aktual saham dan return “normal” berdasarkan pola historis, peneliti mengidentifikasi adanya abnormal return indikator bahwa pasar sedang bereaksi terhadap informasi baru.

Temuan Utama: Kejutan Negatif, Lalu Koreksi Bertahap

Hasilnya menunjukkan pola yang jelas. Menjelang reshuffle, sejumlah saham sudah mencatatkan return negatif, mengindikasikan pasar mengantisipasi perubahan besar di kabinet. Pada hari pengumuman, reaksi pasar sangat tegas: rata-rata return saham LQ45 jatuh signifikan. Investor menanggapi pergantian Menteri Keuangan sebagai peningkatan ketidakpastian kebijakan.

Namun cerita tidak berhenti di situ. Beberapa hari setelah pengumuman, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan. Sebagian saham mencatatkan return positif, seiring munculnya pernyataan awal Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan komitmen pada stabilitas fiskal dan target pertumbuhan ekonomi 6–8 persen. Pasar tampak menyesuaikan ekspektasi setelah informasi tambahan tersedia.

Uji statistik dalam penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa perbedaan kinerja pasar sebelum dan sesudah reshuffle bersifat signifikan. Artinya, dampak reshuffle bukan sekadar fluktuasi sesaat, melainkan perubahan nyata dalam cara investor menilai risiko dan prospek ekonomi.

Implikasi riset ke Berbagai Sektor

Implikasi riset ini meluas ke berbagai sektor. Bagi pembuat kebijakan, temuan ini menjadi pengingat bahwa stabilitas dan kredibilitas figur ekonomi sangat berpengaruh pada kepercayaan pasar. Keputusan politik yang menyentuh portofolio ekonomi utama perlu diiringi komunikasi kebijakan yang jelas agar tidak memicu kepanikan berlebihan. Bagi pelaku usaha dan investor, riset ini memberi pelajaran bahwa dinamika politik domestik dapat berdampak langsung pada valuasi aset, terutama dalam jangka pendek.

Profil Penulis

·       Shinju Valentino Moksa, S.E., Dosen dan peneliti di Universitas Mahkota Tricom Unggul.
Bidang keahlian:  pasar modal dan analisis keuangan.

·      Yosua Parhorasan Manullang, S.E., M.M., Akademisi Universitas Mahkota Tricom Unggul.
Bidang keahlian: manajemen keuangan, investasi, dan ekonomi politik.

Sumber Penelitian

Shinju Valentino Moksa, Yosua Parhorasan Manullang Minister of Finance Reshuffle and the Purbaya Effect: A Reflection of Market Confidence and Indonesia’s Economic Stability through an Event Study Approach”,  Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5 No. 1, tahun 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.15965                                             
URL Resmi: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma


Posting Komentar

0 Komentar