Eksplorasi Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, Kontrol Diri, dan Gaya Hidup Hedonis terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Generasi Z: Studi pada Penggunaan PayLater di Jakarta


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Literasi Keuangan dan Kontrol Diri Menentukan Cara Gen Z Indonesia Menggunakan PayLater. Temuan ini diungkap dalam riset terbaru yang ditulis Vincent Colin, Tannia, Elkunny Dovir Siratan, dan Caliska Aldira Kusbiantoro dari Universitas Bunda Mulia dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bahwa pengguna payLater Generasi Z berusia 17-26 tahun di Jakarta, wilayah dengan konsentrasi pengguna PayLater tertinggi di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Vincent Colin, Tannia, Elkunny Dovir Siratan, dan Caliska Aldira Kusbiantoro dari Universitas Bunda Mulia menyoroti bahwa  masyarakat, dunia pendidikan, industri fintech, dan pembuat kebijakan, mengingat nilai utang PayLater nasional terus meningkat seiring pesatnya adopsi layanan keuangan digital.

PayLater dan Realitas Keuangan Gen Z Indonesia

Dalam satu dekade terakhir, perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah cara masyarakat Indonesia bertransaksi dan mengelola keuangan. Layanan PayLater seperti Shopee PayLater, GoPay PayLater, Kredivo, Akulaku, Traveloka PayLater, Indodana, dan Home Credit memungkinkan konsumen membeli barang sekarang dan membayarnya di kemudian hari tanpa kartu kredit.

Bagi Generasi Z, yang tumbuh di era digital dan memiliki kedekatan tinggi dengan belanja daring, PayLater menawarkan kemudahan sekaligus risiko. Data nasional menunjukkan utang PayLater meningkat tajam dari tahun ke tahun, dengan Jakarta sebagai kontributor terbesar. Tingginya biaya hidup, budaya konsumsi digital, dan minimnya perencanaan keuangan membuat sebagian Gen Z rentan terhadap keterlambatan pembayaran dan beban utang jangka panjang.

Kondisi inilah yang mendorong tim peneliti dari Universitas Bunda Mulia untuk mengkaji faktor-faktor apa saja yang benar-benar memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan Gen Z dalam menggunakan PayLater.

Metode Penelitian yang Digunakan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sebanyak 142 responden yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja muda di Jakarta dilibatkan dalam penelitian ini. Seluruh responden merupakan pengguna aktif PayLater.

Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala penilaian lima poin, kemudian dianalisis menggunakan perangkat statistik. Perilaku pengelolaan keuangan diukur dari kebiasaan sehari-hari, seperti mengatur pengeluaran, mengelola arus kas, menabung, berinvestasi, dan membayar utang tepat waktu.

Empat faktor utama dianalisis untuk melihat pengaruhnya terhadap perilaku keuangan, yaitu:

  • Literasi keuangan, atau pemahaman dasar tentang keuangan pribadi.
  • Sikap keuangan, yang mencerminkan cara pandang dan keputusan terkait uang.
  • Kontrol diri, yaitu kemampuan menahan dorongan belanja impulsif.
  • Gaya hidup hedonis, yang berkaitan dengan kecenderungan mencari kesenangan dan mengikuti tren.

Temuan Utama Penelitian


Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak semua faktor berpengaruh dengan cara yang sama. Temuan kunci penelitian ini antara lain:


Literasi keuangan berpengaruh signifikan dan positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Responden yang memahami konsep keuangan dasar cenderung lebih bijak menggunakan PayLater.


Sikap keuangan yang baik meningkatkan perilaku keuangan yang sehat. Gen Z dengan sikap bertanggung jawab terhadap uang lebih mampu menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan membayar.


Kontrol diri menjadi faktor paling kuat. Kemampuan menunda kesenangan dan menghindari belanja impulsif terbukti paling menentukan dalam mengelola PayLater secara sehat.


Gaya hidup hedonis tidak berpengaruh signifikan. Menariknya, kecenderungan gaya hidup hedonis tidak secara langsung menyebabkan perilaku keuangan yang buruk.


Secara statistik, literasi keuangan, sikap keuangan, dan kontrol diri terbukti signifikan memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan. Sementara itu, gaya hidup hedonis tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.


Dampak dan Implikasi di Indonesia


Hasil penelitian ini membawa sejumlah implikasi penting:

Bagi Generasi Z, memperkuat literasi keuangan dan kontrol diri lebih efektif daripada sekadar menghindari PayLater.

Bagi dunia pendidikan
, temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan keuangan praktis sejak dini, terutama bagi pelajar dan mahasiswa.

Bagi industri fintech
, transparansi informasi dan edukasi pengguna dapat membantu mendorong penggunaan PayLater yang lebih bertanggung jawab.

Bagi pembuat kebijakan
, hasil ini mendukung penguatan program literasi keuangan nasional dibandingkan pembatasan ekstrem terhadap layanan PayLater.


Alih-alih memosisikan PayLater sebagai ancaman, penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan utamanya terletak pada kesiapan pengguna dalam mengelola keuangan pribadi.


Profil Penulis

Vincent Colin, S.E.
Peneliti Universitas Bunda Mulia
Bidang Keahlian: keuangan konsumen dan perilaku keuangan.

Tannia, S.E., M.M.
Dosen Universitas Bunda Mulia
Bidang keahlian: manajemen keuangan dan perilaku konsumen.

Elkunny Dovir Siratan, S.E., M.M.
Dosen dan peneliti Universitas Bunda Mulia
Bidang Keahlian: spesialis literasi keuangan, fintech, dan keuangan perilaku.

Caliska Aldira Kusbiantoro, S.E., M.M.
Akademisi Universitas Bunda Mulia 
Bidang Keahlian: riset sikap keuangan dan perilaku konsumen.

Sumber Penelitian

Tannia, Elkunn, Caliska. Exploring the Influence of Financial Literacy, Financial Attitudes, Self-Control, and Hedonistic Lifestyle on Generation Z's Financial Management Behavior: A Study on PayLater Usage in JakartaAsian Journal of Management Analytics, Vol. 5 No. 1, hlm. 121–140. 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.16097

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma


Posting Komentar

0 Komentar