Pengaruh Pembinaan Disiplin dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Produksi PT KLM Kota Bandung

Ilustrasi by AI

Bandung, Jawa Barat— Pengaruh Pembinaan Disiplin dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Produksi PT KLM Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan oleh Riska Dwi Hermawati dan R.M. Juddy Prabowo dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani dalam artikel ilmiah yang terbit di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) pada tahun 2026.

Penelitian yang dilakukan oleh Riska Dwi Hermawati dan R.M. Juddy Prabowo mengungkapkan bahwa kepuasan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal individu, tetapi juga oleh sistem manajemen perusahaan, khususnya dalam pembinaan disiplin serta kualitas lingkungan kerja fisik yang mendukung aktivitas produksi.

Disiplin kerja sebagai fondasi kinerja organisasi

Dalam studi ini, pembinaan disiplin dipahami sebagai proses membentuk perilaku kerja yang patuh terhadap aturan organisasi melalui regulasi, sanksi, serta pelatihan berkelanjutan. Data perusahaan menunjukkan adanya tingkat keterlambatan dan absensi tanpa keterangan yang relatif tinggi di departemen produksi PT KLM Bandung, yang menjadi indikasi rendahnya kepuasan kerja.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pembinaan disiplin memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Ketika aturan diterapkan secara konsisten dan adil, karyawan lebih memahami tanggung jawabnya, merasa dihargai, serta memiliki motivasi lebih tinggi dalam menjalankan tugas.

Namun demikian, penelitian juga menemukan bahwa implementasi pembinaan disiplin di perusahaan masih tergolong rendah. Beberapa karyawan dinilai belum sepenuhnya mematuhi aturan kerja, sementara sistem sanksi dan pembinaan belum berjalan secara optimal. Kondisi ini menjadi tantangan penting bagi manajemen sumber daya manusia.

Lingkungan kerja fisik berperan besar terhadap kepuasan

Selain disiplin kerja, faktor lingkungan kerja fisik muncul sebagai variabel dengan pengaruh paling kuat terhadap kepuasan kerja. Lingkungan kerja yang meliputi pencahayaan, suhu ruangan, kebersihan, kebisingan, keamanan, hingga tata ruang memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan dan fokus karyawan.

Observasi di lokasi penelitian menunjukkan beberapa masalah nyata, antara lain:

  1. Tata ruang kerja kurang rapi dan kebersihan belum optimal
  2. Pencahayaan dan ventilasi yang kurang memadai
  3. Tingkat kebisingan tinggi
  4. Fasilitas sanitasi yang kurang terawat
  5. Suhu ruang kerja panas karena minim pendingin udara

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik mendapat skor rendah dari responden, yang sejalan dengan tingkat kepuasan kerja yang juga berada pada kategori rendah.

Analisis statistik memperlihatkan bahwa lingkungan kerja fisik memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan pembinaan disiplin, dengan kontribusi sekitar 57,6 persen terhadap peningkatan kepuasan kerja.

Tiga temuan utama penelitian

Penelitian ini mencatat beberapa temuan penting yang relevan bagi dunia industri:

  1. Pembinaan disiplin berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan, meskipun implementasinya masih perlu ditingkatkan.
  2. Lingkungan kerja fisik memiliki pengaruh paling kuat dalam meningkatkan kenyamanan dan kepuasan kerja.
  3. Kombinasi pembinaan disiplin dan lingkungan kerja fisik menjelaskan sekitar 65% variasi kepuasan kerja karyawan produksi.

Temuan tersebut menegaskan bahwa strategi peningkatan kinerja tidak cukup hanya melalui aturan kerja, tetapi juga harus disertai perbaikan kondisi lingkungan fisik yang mendukung produktivitas.

Kepuasan kerja sebagai indikator kesehatan organisasi

Menurut Hermawati dan Prabowo dari Universitas Jenderal Achmad Yani, kepuasan kerja berhubungan erat dengan stabilitas organisasi, termasuk tingkat absensi, loyalitas karyawan, dan produktivitas. Lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan konsentrasi serta mengurangi stres kerja, sementara pembinaan disiplin yang konsisten menciptakan struktur kerja yang jelas.

Sebaliknya, lingkungan kerja yang tidak nyaman dan sistem disiplin yang lemah dapat memicu ketidakpuasan, meningkatkan turnover, serta menghambat pencapaian target organisasi.

Implikasi bagi dunia usaha dan manajemen SDM

Hasil penelitian ini memberikan sejumlah rekomendasi praktis bagi perusahaan, khususnya sektor manufaktur:

  1. Mengembangkan sistem pembinaan disiplin yang lebih konsisten dan transparan
  2. Meningkatkan fasilitas fisik seperti pencahayaan, ventilasi, kebersihan, dan keamanan kerja
  3. Menyelaraskan tugas dengan kemampuan karyawan untuk meningkatkan keterlibatan kerja
  4. Memperkuat komunikasi internal dan partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan

Profil penulis

        Riska Dwi Hermawati – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.

        R.M. Juddy Prabowo – Dosen Manajemen di Universitas Jenderal Achmad Yani

Sumber penelitian

Hermawati, Riska Dwi & Prabowo, R.M. Juddy (2026). The Effect of Discipline Development and Physical Work Environment on the Job Satisfaction of Employees of the Production Department of PT KLM Bandung City.

 East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm. 447–462.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.10
URL resmi: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

f

Posting Komentar

0 Komentar