Pengaruh Literasi Keuangan, Persepsi Risiko, dan Platform Perdagangan Digital terhadap Keputusan Investasi Generasi Z di Surabaya

Ilustrasi by AI

Surabaya Literasi Keuangan dan Aplikasi Trading Digital Terbukti Menentukan Keputusan Investasi Gen Z di Surabaya. Penelitian yang dilakukan oleh Annisa Nur Rochmah, Christian Hadinata Hodianto, Lufvi Selvi Febrianti, Jeasson Oktavianus Gatur, dan Maria Yovita R Pardin dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya  yang dipublikasilkan pada Januari 2026 di International Journal of Management Analytics (IJMA).

Penelitian yang dilakukan oleh Annisa Nur Rochmah, Christian Hadinata Hodianto, Lufvi Selvi Febrianti, Jeasson Oktavianus Gatur, dan Maria Yovita R Pardin menemukan bahwa literasi keuangan, persepsi risiko, dan platform trading digital menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan investasi Gen Z.

Gen Z Punya Potensi Besar, Tapi Partisipasi Investasi Masih Rendah

Generasi Z (kelahiran 1997–2012) merupakan kelompok usia terbesar di Indonesia. Dalam artikel ini disebutkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 75 juta penduduk Gen Z. Di Surabaya sendiri, Gen Z diperkirakan mencapai 30% dari total penduduk, yang jumlahnya sekitar 3 juta jiwa.

Dengan jumlah sebesar itu, Gen Z seharusnya menjadi kekuatan utama dalam pasar investasi. Namun kenyataannya, partisipasi investasi masih rendah.

Penelitian ini menampilkan beberapa data yang menunjukkan adanya masalah serius:

  • Indeks literasi keuangan nasional Indonesia hanya 49,68%, jauh dari target nasional 75%.
  • Tingkat partisipasi investasi anak muda di Surabaya sekitar 15%.
  • Skor literasi keuangan Gen Z rata-rata hanya 38,5 dari 100.
  • Hanya 40% responden Gen Z yang memahami konsep dasar risiko dan return investasi.
  • Banyak investor pemula mengalami kerugian: 60% mengalami penurunan portofolio dalam enam bulan pertama.

Angka-angka ini menunjukkan adanya kesenjangan besar: Gen Z memiliki potensi ekonomi, tetapi banyak yang belum siap menghadapi dunia investasi modern.

Tiga Faktor yang Membentuk Keputusan Investasi Gen Z

Penelitian ini tidak hanya melihat satu faktor, tetapi menguji tiga faktor sekaligus.

1) Literasi Keuangan

Literasi keuangan berarti kemampuan seseorang memahami konsep keuangan dan mengelola uang secara efektif, termasuk konsep investasi seperti:

  • diversifikasi,
  • inflasi,
  • bunga majemuk,
  • perencanaan jangka panjang.

Peneliti menekankan bahwa literasi keuangan adalah fondasi utama agar keputusan investasi bersifat rasional, bukan emosional.

2) Persepsi Risiko

Persepsi risiko adalah cara seseorang menilai ketidakpastian dan potensi kerugian dalam investasi.

Penelitian ini menyebut bahwa persepsi risiko sangat subjektif. Ia dipengaruhi oleh pengalaman, emosi, dan pengetahuan. Banyak anak muda menganggap pasar saham terlalu berbahaya, terutama setelah pengalaman ekonomi yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir.

3) Platform Trading Digital

Platform trading digital adalah aplikasi atau sistem online yang memungkinkan pengguna berinvestasi melalui ponsel.

Penelitian menyebut platform digital menawarkan:

  • akses mudah,
  • informasi pasar real-time,
  • efisiensi,
  • biaya transaksi lebih rendah,
  • kenyamanan untuk pemula.

Di Indonesia, aplikasi seperti Bibit, Ajaib, dan Bareksa telah mengubah pola investasi masyarakat, terutama generasi muda.

Metode Penelitian: Survei dan Analisis Regresi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan analisis regresi linear berganda.

Detail pelaksanaannya sebagai berikut:

  • Target: Gen Z usia 18–27 tahun di Surabaya
  • Kriteria: responden sudah pernah berinvestasi menggunakan platform digital
  • Pengumpulan data: kuesioner online
  • Respon masuk: 58
  • Data valid yang digunakan: 50 responden
  • Teknik sampling: purposive sampling
  • Analisis: regresi menggunakan SPSS

Peneliti juga melakukan serangkaian uji untuk memastikan data layak, seperti:

  • uji validitas,
  • uji reliabilitas (Cronbach’s alpha),
  • uji asumsi klasik (multikolinearitas dan heteroskedastisitas).

Temuan Utama: Literasi dan Platform Meningkatkan Investasi, Persepsi Risiko Menurunkannya

Penelitian menghasilkan persamaan regresi:

Y = −7,020 + 1,518X1 − 0,522X2 + 0,254X3

Keterangan:

  • X1 = Literasi Keuangan
  • X2 = Persepsi Risiko
  • X3 = Platform Trading Digital
  • Y = Keputusan Investasi

Maknanya dalam bahasa sederhana:

Literasi keuangan paling kuat pengaruhnya

Koefisien literasi keuangan sebesar 1,518, dengan signifikansi < 0,001. Artinya, semakin tinggi pemahaman keuangan seseorang, semakin besar kemungkinan ia mengambil keputusan investasi yang baik.

Persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan

Koefisien persepsi risiko sebesar −0,522, juga signifikan < 0,001. Artinya, semakin tinggi rasa takut terhadap risiko, semakin kecil kemungkinan Gen Z mau berinvestasi.

Platform trading digital juga meningkatkan keputusan investasi

Koefisien platform digital sebesar 0,254, dengan signifikansi < 0,001. Ini menunjukkan bahwa aplikasi yang mudah, cepat, dan ramah pemula dapat mendorong anak muda lebih aktif berinvestasi.

Cerita Besarnya: Aplikasi Membantu, Tapi Pengetahuan Tetap Nomor Satu

Salah satu pesan terpenting dari penelitian ini adalah:

Aplikasi investasi memang membuat investasi jadi mudah, tetapi literasi keuangan tetap faktor yang paling menentukan.

Dengan kata lain, aplikasi yang canggih bisa menarik Gen Z untuk mencoba investasi, tetapi pemahaman yang baik membuat mereka bertahan, tidak panik, dan tidak membuat keputusan asal-asalan.

Penelitian juga menegaskan bahwa persepsi risiko sering muncul karena:

  • kurangnya pengetahuan,
  • ketakutan terhadap volatilitas pasar,
  • trauma kerugian di awal.

Karena itu, meningkatkan literasi keuangan juga bisa membantu menurunkan persepsi risiko yang berlebihan.

Implikasi Praktis: Dampaknya bagi Masyarakat, Kampus, dan Fintech

Penelitian ini memberikan pelajaran penting bagi berbagai pihak.

1) Untuk pemerintah dan regulator (OJK, BI)

Hasil penelitian mendukung perlunya edukasi keuangan yang lebih terarah untuk anak muda. Peneliti menekankan bahwa persepsi risiko harus dibentuk menjadi lebih realistis melalui pemahaman manajemen risiko.

251+IJMA+75-86

2) Untuk sekolah dan universitas

Surabaya memiliki potensi besar sebagai kota investor muda. Penelitian ini memperkuat pentingnya memasukkan materi literasi keuangan praktis dalam pendidikan.

3) Untuk perusahaan fintech dan penyedia aplikasi investasi

Platform digital terbukti berpengaruh positif, tetapi peneliti menyarankan aplikasi investasi tidak hanya fokus pada fitur transaksi.

Platform bisa meningkatkan keberhasilan investor muda dengan memperkuat:

  • edukasi di dalam aplikasi,
  • penjelasan risiko yang lebih jelas,
  • panduan investasi pemula,
  • fitur yang membangun kepercayaan.

4) Untuk Gen Z sendiri

 Penelitian ini menyampaikan pesan sederhana namun penting:

Pandangan Penulis: Investasi Gen Z Harus Dibangun dengan Edukasi dan Ekosistem yang Aman

Walau format jurnal bersifat akademik, kesimpulannya sangat jelas.

Peneliti menyatakan bahwa:

  • literasi keuangan meningkatkan keputusan investasi,
  • persepsi risiko yang tinggi menurunkan minat investasi,
  • platform digital mendorong partisipasi investasi karena kemudahan akses.

Mereka juga menekankan pentingnya kolaborasi antara:

  • pemerintah,
  • otoritas keuangan,
  • penyedia layanan investasi digital
    agar ekosistem investasi untuk anak muda menjadi lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

Profil Singkat Penulis

  • Annisa Nur Rochmah - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Christian Hadinata Hodianto - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Lufvi Selvi Febrianti - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Jeasson Oktavianus Gatur -  Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Maria Yovita R Pardin - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Sumber Penelitian

Annisa, Christian, Lufvi, Jeasson, Maria.The Influence of Financial Literacy, Risk Perception, and Digital Trading Platforms on Generation Z Investment Decisions in Surabaya
International Journal of Management Analytics (IJMA)Vol. 4 No. 1 (Januari 2026), hlm. 75–86                                                                                                                                                                           DOI:
https://doi.org/10.59890/ijma.v4i1.251                                                                                       URL: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijma


Posting Komentar

0 Komentar