Yogyakarta—
Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Menentukan Pengelolaan SDM Pariwisata di Sekitar
Bandara YIA. Penelitian
yang dilakukan oleh Ambar Purwoko, Nani Harnaeni, dan Muhamad
Solikhin dari Universitas Kristen Cipta Wacana, yang dipublikasikan
pada Januari 2026 di International Journal of Business and Applied
Economics (IJBAE).
Penelitian ini menunjukkan bahwa
kepemimpinan yang adaptif dan budaya organisasi yang kolaboratif mampu
meningkatkan koordinasi, pengembangan kapasitas, dan kualitas layanan
pariwisata di kawasan sekitar bandara.
Hasil penelitian ini menjadi penting
karena YIA tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara, tetapi juga
sebagai motor penggerak ekonomi dan pariwisata baru di wilayah Kulon Progo dan
sekitarnya. Seiring meningkatnya arus wisatawan dan investasi, keberhasilan
pengembangan kawasan penyangga bandara sangat ditentukan oleh kesiapan dan
pengelolaan SDM pariwisata lintas sektor.
Pertumbuhan Pariwisata dan Tantangan
SDM
Pariwisata berbasis bandara sering
dipandang sebagai peluang strategis untuk mendorong pembangunan daerah. Kawasan
di sekitar bandara internasional umumnya mengalami peningkatan jumlah
wisatawan, pertumbuhan usaha pariwisata, serta tuntutan standar layanan yang
lebih tinggi. Hal yang sama terjadi di sekitar YIA, yang kini berkembang
sebagai pintu masuk baru pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun, potensi tersebut belum
sepenuhnya diimbangi oleh pengelolaan SDM pariwisata yang optimal. Penelitian
ini mencatat masih adanya tantangan berupa keterbatasan kapasitas kepemimpinan,
lemahnya koordinasi antarorganisasi, serta perbedaan budaya kerja antara
instansi pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan kelompok masyarakat berbasis
komunitas. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas layanan dan
profesionalisme tenaga kerja pariwisata.
Pendekatan Penelitian di Kawasan
Penyangga YIA
Penelitian ini menggunakan pendekatan
studi kasus kualitatif dengan fokus pada kawasan penyangga Bandara
Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo. Pengumpulan data dilakukan
selama periode 2022 hingga 2024 melalui wawancara mendalam, analisis
dokumen kebijakan, serta observasi lapangan.
Informan penelitian meliputi pejabat
pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha pariwisata, dan
aktor pariwisata berbasis komunitas. Pendekatan ini memungkinkan peneliti
menggali secara mendalam bagaimana praktik kepemimpinan dan nilai-nilai
organisasi memengaruhi pengelolaan SDM pariwisata di kawasan bandara.
Kepemimpinan Memperkuat Koordinasi dan
Pengembangan Kapasitas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan SDM pariwisata.
Pemimpin yang mampu bersikap adaptif dan inklusif terbukti lebih efektif dalam
menyatukan berbagai pemangku kepentingan, menyelaraskan kebijakan, serta
mendorong program pengembangan SDM yang berkelanjutan.
Dalam konteks pariwisata berbasis
bandara, kepemimpinan menjadi faktor strategis karena tata kelola melibatkan
banyak aktor dengan kepentingan dan latar belakang organisasi yang berbeda.
Tanpa kepemimpinan yang kuat, pengelolaan SDM cenderung berjalan terfragmentasi
dan tidak terintegrasi dengan strategi pembangunan pariwisata daerah.
Budaya Organisasi Mendorong
Profesionalisme Layanan
Selain kepemimpinan, penelitian ini
menegaskan peran penting budaya organisasi dalam membentuk kualitas
pengelolaan SDM pariwisata. Budaya organisasi yang menekankan nilai kolaborasi,
profesionalisme, dan orientasi layanan berkontribusi pada peningkatan kualitas
kerja dan komitmen pelaku pariwisata.
Di kawasan penyangga YIA, aktor
pariwisata berasal dari berbagai jenis organisasi, mulai dari institusi
pemerintah hingga kelompok masyarakat lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa
keselarasan budaya kerja antaraktor menjadi kunci dalam menciptakan standar
layanan yang konsisten dan meningkatkan daya saing destinasi wisata.
Sebaliknya, budaya organisasi yang
terfragmentasi dapat menghambat koordinasi dan menurunkan efektivitas kebijakan
pengembangan SDM pariwisata.
Kepemimpinan dan Budaya Organisasi
Saling Menguatkan
Temuan penting lainnya adalah bahwa kepemimpinan
dan budaya organisasi saling bergantung dan saling memperkuat. Kepemimpinan
memberikan arah strategis dan kebijakan, sementara budaya organisasi memastikan
arah tersebut dijalankan secara konsisten dalam praktik sehari-hari.
Penulis dari Universitas Kristen Cipta
Wacana menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan SDM pariwisata tidak cukup
hanya mengandalkan figur pemimpin. Tanpa budaya organisasi yang mendukung,
upaya kepemimpinan cenderung hanya berdampak jangka pendek.
Implikasi bagi Kebijakan dan Praktik
Pariwisata
Penelitian ini memberikan implikasi
langsung bagi pemerintah daerah dan pengelola pariwisata. Pengelolaan SDM
pariwisata di kawasan bandara perlu dipandang sebagai isu tata kelola
kelembagaan, bukan sekadar fungsi administratif.
Pemerintah daerah disarankan untuk
memperkuat kapasitas kepemimpinan melalui pelatihan kepemimpinan adaptif dan
mekanisme koordinasi lintas sektor. Selain itu, upaya membangun budaya
organisasi bersama di antara para pemangku kepentingan pariwisata menjadi
langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing kawasan
penyangga YIA.
Profil Penulis
- ·
Ambar
Purwoko -Universitas
Kristen Cipta Wacana
- ·
Nani
Harnaeni -Universitas
Kristen Cipta Wacana
- ·
Muhamad
Solikhin - Universitas
Kristen Cipta Wacana
Sumber Penelitian
Ambar,Nani,
Muhamad Solikhin. The Influence of Leadership and Organizational Culture on
Tourism Human Resource Management in the Buffer Zone of Yogyakarta
International Airport
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Vol. 5 ,
No.1 January 2026: 293-304
DOI : https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.567
URL
resmi : https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae
.png)
0 Komentar