Pengaruh Iklan Media Sosial dan Endorser Selebriti pada Akun Instagram @Jiniso.Id terhadap Citra Merek dalam Membangun Kepercayaan Pengikut

Ilustrasi by AI

Depok Iklan Instagram dan Endorser Selebriti Jiniso Terbukti Perkuat Brand Image dan Bangun Kepercayaan Followers. Penelitian yang dilakukan oleh A. Christiana Wulandari, Herlinda, Yanti Trianita, Alfara Fadilla, Amalia Fitri, dan Saski Deftiana Sanusi dari Universitas Gunadarma  yang dipublikasikan pada Januari 2026 di International Journal of Management Analytics (IJMA).

Penelitian yang dilakukan oleh A. Christiana Wulandari, Herlinda, Yanti Trianita, Alfara Fadilla, Amalia Fitri, dan Saski Deftiana Sanusi menyoroti akun Instagram @jiniso.id, pusat pemasaran digital dari Jiniso, salah satu brand denim lokal Indonesia yang berkembang pesat. Berdasarkan survei terhadap 400 followers, studi ini menyimpulkan bahwa iklan media sosial dan endorser selebriti berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek (brand image) Jiniso, yang kemudian mendukung meningkatnya kepercayaan pengikut.

Hasil ini penting bagi pelaku usaha di Indonesia, karena persaingan bisnis digital semakin ketat. Banyak merek bisa viral, tetapi tidak semuanya dipercaya. 

Indonesia: Pasar Media Sosial Besar, tapi Kepercayaan Konsumen Tidak Mudah Dibangun

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan pengguna media sosial terbesar di dunia. Penelitian ini mengutip data bahwa Indonesia memiliki sekitar 143 juta pengguna media sosial, menjadikan platform seperti Instagram sebagai ruang utama untuk promosi dan perebutan perhatian konsumen.

Bagi industri fashion, Instagram bahkan lebih penting. Platform ini sangat visual, cepat membentuk tren, dan memudahkan brand membangun gaya hidup melalui konten.

Jiniso adalah contoh brand lokal yang memanfaatkan Instagram secara agresif. Berdiri pada 2019, Jiniso memposisikan diri sebagai merek denim yang inklusif dan terjangkau. Strategi ini terlihat berhasil, karena pada April 2025 akun @jiniso.id sudah memiliki lebih dari 1,5 juta followers.

Jiniso juga tercatat meraih penghargaan Brand Indonesia Excellence Award 2024, yang memperkuat reputasinya di publik.

Namun, angka followers yang besar tidak otomatis berarti konsumen percaya. Penelitian ini juga menyoroti data dari Impact.com (2023) yang menunjukkan bahwa sekitar 75% konsumen cenderung tidak mempercayai iklan.

Apa yang Diteliti: Iklan, Selebriti, dan Citra Merek

Penelitian ini menguji hubungan tiga variabel utama:

  1. Social Media Advertising (X1) – iklan media sosial Jiniso di Instagram
  2. Celebrity Endorser (X2) – selebriti yang digunakan Jiniso untuk promosi
  3. Brand Image (Y) – citra merek Jiniso di mata followers

Dengan kata lain, riset ini menguji:

  • apakah iklan Instagram memengaruhi citra merek,
  • apakah endorser selebriti memengaruhi citra merek,
  • apakah keduanya bersama-sama memperkuat citra merek dan kepercayaan followers.

Kerangka teori yang digunakan adalah Social Cognitive Theory, yang menjelaskan bahwa manusia belajar membentuk sikap melalui pengamatan—terutama ketika mereka melihat figur yang mereka kagumi (seperti selebriti) menampilkan gaya hidup tertentu.

Metode Penelitian: Survei 400 Followers dan Analisis SPSS

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Google Form.

Populasi penelitian adalah seluruh followers @jiniso.id, lalu jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 400 responden.

Responden dipilih dengan kriteria:

  • pengguna Instagram aktif,
  • followers akun @jiniso.id,
  • pernah melihat konten iklan Jiniso.

Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 29.

Menariknya, peneliti memakai skala Likert 4 poin (Sangat Tidak Setuju sampai Sangat Setuju) tanpa opsi netral. Tujuannya agar jawaban responden lebih tegas dan tidak “mengambang”.

Profil Responden: Didominasi Perempuan Usia 21–24 Tahun

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan anak muda yang memang aktif di media sosial.

  • 310 responden perempuan
  • 90 responden laki-laki
  • usia terbanyak adalah 21–24 tahun (261 responden)

Kelompok usia ini penting karena merupakan target pasar utama fashion digital, sekaligus kelompok yang paling sering terpapar iklan dan endorsement.

Temuan Utama: Iklan dan Endorser Sama-Sama Kuat Membentuk Brand Image

Setelah uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik menunjukkan data layak, penelitian masuk ke analisis regresi.

1) Iklan Instagram Berpengaruh Signifikan pada Brand Image

Hasil uji t menunjukkan bahwa iklan media sosial Jiniso berpengaruh positif dan signifikan.

  • t hitung = 9,404
  • signifikansi = < 0,001

Artinya, semakin baik iklan Instagram Jiniso (dari sisi visual, pesan, informasi produk, dan konsistensi), semakin positif citra merek yang terbentuk.

2) Endorser Selebriti Juga Berpengaruh Signifikan

Endorser selebriti juga terbukti memengaruhi citra merek secara signifikan.

  • t hitung = 9,549
  • signifikansi = < 0,001

Penelitian menilai endorser berdasarkan beberapa indikator, seperti:

  • kepercayaan (trustworthiness),
  • keahlian (expertise),
  • daya tarik fisik (attractiveness),
  • rasa hormat (respect),
  • kemiripan dengan followers (similarity).

Salah satu temuan menarik: aspek “kemiripan” dinilai tinggi. Banyak responden merasa gaya fashion endorser Jiniso sesuai dengan gaya mereka sehari-hari.

3) Keduanya Bersama-sama Memberi Dampak Sangat Kuat

Uji simultan (uji F) memperlihatkan pengaruh gabungan yang sangat kuat:

  • F hitung = 325,447
  • signifikansi = < 0,001

Artinya, iklan dan endorser bekerja sebagai paket strategi yang saling menguatkan.

Seberapa Besar Pengaruhnya? 62% Brand Image Dijelaskan oleh Dua Faktor Ini

Penelitian juga menampilkan koefisien determinasi (R-square):

  • R = 0,788 (hubungan kuat)
  • R-square = 0,621
  • Adjusted R-square = 0,619

Maknanya sangat jelas:

Sekitar 62% citra merek Jiniso dapat dijelaskan oleh iklan Instagram dan endorser selebriti.

Sementara 38% sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kualitas produk, harga, layanan pelanggan, pengalaman belanja, rekomendasi teman, dan tren pasar.

Rumus Regresi: Iklan Sedikit Lebih Dominan daripada Endorser

Penelitian menyajikan persamaan regresi berikut:

Y = 7,587 + 0,344X + 0,244X

Artinya:

  • iklan media sosial memberi kontribusi lebih besar (0,344),
  • endorser selebriti juga kuat (0,244),
  • keduanya sama-sama membentuk brand image.

Bagi praktisi pemasaran, hasil ini memberi pesan penting: endorsement tidak bisa menggantikan kualitas iklan. Konten iklan tetap menjadi fondasi utama.

Dampak dan Implikasi: Pelajaran Penting untuk Brand Lokal

Untuk brand lokal dan UMKM

Penelitian ini memperlihatkan bahwa brand lokal dapat membangun kepercayaan dengan cara yang terukur melalui strategi Instagram.

Iklan Instagram akan efektif jika:

  • visual menarik dan konsisten,
  • pesan produk jelas,
  • kampanye rutin dan terencana.

 

Untuk perusahaan yang memakai selebriti

Endorser tidak harus selalu artis papan atas. Yang lebih penting adalah persepsi audiens terhadap endorser.

Penelitian ini menunjukkan followers lebih percaya ketika endorser:

  • terlihat relevan,
  • terasa “dekat” secara gaya,
  • dianggap cocok dengan karakter brand.

Untuk mahasiswa dan akademisi komunikasi

Studi ini menjadi contoh konkret bagaimana teori komunikasi seperti Social Cognitive Theory dapat diterapkan dalam pemasaran modern.

Followers membentuk citra merek dengan cara mengamati:

·         pesan iklan yang berulang,

·         figur endorser yang konsisten,

·         representasi gaya hidup yang positif.

Profil Singkat Penulis

  • Christiana Wulandari -Universitas Gunadarma
  • Herlinda -Universitas Gunadarma
  • Yanti Trianita - Universitas Gunadarma
  • Alfara Fadilla - Universitas Gunadarma
  • Amalia Fitri - Universitas Gunadarma
  • Saski Deftiana Sanusi - Universitas Gunadarma

Sumber Penelitian

Christiana, Herlinda, Yanti, Alfara, Amalia, Saski.The Influence of Social Media Advertising and Celebrity Endorsers on the @Jiniso.Id Instagram Account on Brand Image in Building Follower Trust International Journal of Management Analytics (IJMA)Vol. 4 No. 1 (Januari 2026), hlm. 103–120

DOI:https://doi.org/10.59890/ijma.v4i1.298                                                                             

URL: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijma


Posting Komentar

0 Komentar