Pengaruh Direktur Asing dan Komite Audit terhadap Laporan Keberlanjutan dengan Kepemilikan Keluarga sebagai Variabel Moderator pada Perusahaan Barang Konsumsi Primer Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Ilustrasi by AI

Aceh— Komite Audit Dorong Kualitas Laporan Keberlanjutan Perusahaan Makanan-Minuman di BEI. Penelitian yang dilakukan oleh Fitria Qadriani, Rita Meutia, dan Fifi Yusmita, dan dipublikasikan pada Januari 2026 dalam International Journal of Business and Applied Economics.

Penelitian yang dilakukan oleh Fitria Qadriani, Rita Meutia, dan Fifi Yusmita menemukan bahwa keberadaan komite audit berperan penting dalam meningkatkan kualitas laporan keberlanjutan perusahaan makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

Hasil riset menunjukkan bahwa komite audit terbukti memperkuat transparansi laporan keberlanjutan, sementara keberadaan direktur asing tidak memberikan pengaruh signifikan. Temuan ini penting karena menegaskan bahwa tata kelola internal masih menjadi kunci utama dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.

Riset ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana struktur kepemilikan keluarga, pengawasan internal, dan komposisi manajemen memengaruhi keterbukaan perusahaan dalam melaporkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Laporan Keberlanjutan Semakin Penting bagi Dunia Usaha

Dalam beberapa tahun terakhir, laporan keberlanjutan menjadi salah satu indikator utama bagi investor dan pemangku kepentingan dalam menilai kredibilitas perusahaan. Laporan ini tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan, tetapi juga komitmen terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan.

Di Indonesia, kewajiban penyusunan laporan keberlanjutan diperkuat melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 51/POJK.03/2017. Aturan ini mewajibkan perusahaan publik memasukkan aspek ESG dalam strategi dan pelaporan bisnis.

Namun, hingga akhir 2024, masih terdapat perbedaan besar dalam kualitas laporan keberlanjutan antarperusahaan. Sebagian emiten bahkan belum menyusun laporan secara lengkap dan konsisten.

Kondisi ini mendorong para peneliti untuk meneliti faktor-faktor internal yang memengaruhi kualitas pelaporan, khususnya peran direktur asing, komite audit, dan kepemilikan keluarga.

Metode Penelitian: Analisis 123 Data Perusahaan Selama Tiga Tahun

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data diambil dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan sektor barang konsumsi primer subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024.

Melalui metode purposive sampling, peneliti memilih perusahaan yang:

  • Terdaftar secara konsisten selama periode penelitian
  • Menerbitkan laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan
  • Memiliki data yang lengkap sesuai variabel penelitian

Total terdapat 123 observasi data perusahaan yang dianalisis.

Variabel utama yang diteliti meliputi:

  • Proporsi direktur asing dalam dewan direksi
  • Jumlah anggota komite audit
  • Struktur kepemilikan keluarga
  • Tingkat pengungkapan laporan keberlanjutan

Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effect dan Random Effect untuk mendapatkan hasil paling akurat.

Temuan Utama: Komite Audit Jadi Faktor Kunci

Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak semua faktor tata kelola berpengaruh sama terhadap kualitas laporan keberlanjutan.

1. Direktur Asing Tidak Berpengaruh Signifikan

Penelitian menemukan bahwa keberadaan direktur asing tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keberlanjutan.

Rata-rata proporsi direktur asing dalam perusahaan sampel hanya sekitar 8 persen. Angka ini menunjukkan bahwa peran mereka masih terbatas dalam proses pengambilan keputusan strategis.

Selain itu, perbedaan budaya, pemahaman regulasi lokal, dan keterlibatan operasional yang rendah diduga menghambat kontribusi mereka dalam pelaporan ESG.

2. Komite Audit Meningkatkan Kualitas Laporan

Berbeda dengan direktur asing, komite audit terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan.

Perusahaan dengan komite audit yang aktif, independen, dan kompeten cenderung memiliki laporan keberlanjutan yang lebih lengkap dan akurat.

Komite audit berperan dalam:

  • Memverifikasi data ESG
  • Mencegah praktik greenwashing
  • Menjamin konsistensi pelaporan
  • Memperkuat akuntabilitas manajemen

Rata-rata perusahaan memiliki tiga anggota komite audit, sesuai dengan ketentuan regulator, dan struktur ini dinilai cukup stabil.

3. Kepemilikan Keluarga Memoderasi Pengaruh Tata Kelola

Penelitian juga menyoroti peran kepemilikan keluarga sebagai variabel moderasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • Kepemilikan keluarga melemahkan pengaruh direktur asing
  • Kepemilikan keluarga memperkuat peran komite audit

Artinya, dalam perusahaan keluarga, keputusan strategis lebih banyak dipengaruhi oleh keluarga pengendali dibandingkan oleh manajemen asing.

Namun, perusahaan keluarga yang menjunjung reputasi jangka panjang justru lebih mendukung kerja komite audit dalam menjaga transparansi.

Rata-rata kepemilikan keluarga dalam sampel mencapai 41,4 persen, menunjukkan dominasi yang cukup kuat dalam struktur kepemilikan.

Dampak bagi Dunia Usaha dan Investor

Temuan ini memberikan sejumlah implikasi penting bagi berbagai pihak.

Bagi Perusahaan

Perusahaan didorong untuk memperkuat peran komite audit dalam penyusunan laporan keberlanjutan. Tidak cukup hanya membentuk komite secara formal, tetapi juga memastikan:

  • Independensi anggota
  • Kompetensi di bidang ESG
  • Intensitas rapat yang memadai
  • Akses penuh terhadap informasi

Komite audit yang efektif terbukti meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata publik.

Bagi Investor

Investor disarankan untuk memperhatikan aspek tata kelola, khususnya keberadaan dan kualitas komite audit.

Laporan keberlanjutan yang baik mencerminkan manajemen risiko jangka panjang dan stabilitas operasional perusahaan.

Bagi Regulator

Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi OJK untuk memperkuat pengawasan terhadap implementasi komite audit dan kualitas laporan ESG, terutama di perusahaan keluarga.

Pandangan Para Peneliti

Fitria Qadriani dan tim menegaskan bahwa tata kelola internal lebih menentukan kualitas pelaporan dibandingkan faktor eksternal.

Menurut mereka, “komite audit menjadi benteng utama dalam menjaga integritas laporan keberlanjutan, terutama di tengah meningkatnya tuntutan transparansi.”

Mereka juga menilai bahwa keberadaan direktur asing belum optimal karena keterbatasan adaptasi terhadap konteks bisnis Indonesia.

Para peneliti mendorong penelitian lanjutan yang mengkaji karakteristik direktur asing secara lebih mendalam, seperti latar belakang pendidikan, masa jabatan, dan tingkat keterlibatan.

Profil Singkat Penulis

  • Fitria Qadriani, S.E., M.Si. - Universitas Syiah Kuala.
  • Rita Meutia, S.E., M.Si., Ak., Ph.D. - Universitas Syiah Kuala.
  • Fifi Yusmita, S.E., M.Si. - Universitas Syiah Kuala.

Sumber Penelitian

Fitria,Rita, Fifi. The Influence of Foreign Director and Audit Committee on Sustainability Reports with Family Ownership as Moderators in Primary Consumer Goods Companies
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE)Volume 5, Nomor 1, 2026, Halaman 451–468
DOI:https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.544                                                        

URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae



Posting Komentar

0 Komentar