Tarif Kamar Dinilai Tidak Mencerminkan Biaya
Nyata
Dalam praktiknya, banyak hotel masih
menggunakan metode perhitungan biaya tradisional yang mengalokasikan biaya
secara umum tanpa melihat aktivitas spesifik yang benar-benar mengonsumsi
sumber daya. Kondisi ini juga terjadi di Hotel Sunrise Gorontalo, sebuah hotel
dengan tiga tipe kamar Standard, Deluxe, dan Suite yang tingkat huniannya
berbeda-beda sepanjang tahun.
Tarif resmi hotel pada 2024 tercatat sebesar
Rp225.000 untuk kamar Standard, Rp275.000 untuk Deluxe, dan Rp325.000 untuk
Suite. Namun, menurut para peneliti, angka tersebut belum sepenuhnya
mencerminkan struktur biaya operasional sebenarnya karena biaya overhead
dibebankan secara merata tanpa mempertimbangkan aktivitas yang berbeda pada
tiap jenis kamar.
Pendekatan ABC Menelusuri Biaya Berdasarkan
Aktivitas
Melalui pendekatan Activity-Based Costing, tim
peneliti menelusuri biaya hotel berdasarkan aktivitas nyata yang terjadi dalam
operasional harian. Aktivitas tersebut mencakup penginapan, laundry, penggunaan
energi, pemberian sarapan, administrasi, pemasaran, pemeliharaan, penyusutan
aset, hingga penggajian karyawan.
Data dikumpulkan melalui wawancara dengan
manajemen hotel, observasi langsung aktivitas operasional, serta telaah dokumen
internal. Penelitian ini dilakukan sepanjang 2025 di Hotel Sunrise Gorontalo
dan dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan hasil perhitungan metode
ABC dengan metode konvensional.
Hasil: Tarif Kamar Jauh Lebih Rendah
Hasil perhitungan menunjukkan perbedaan
signifikan antara tarif hotel saat ini dan tarif berbasis ABC. Dengan asumsi
laba yang diharapkan sebesar 45 persen, metode ABC menghasilkan tarif sebagai
berikut:
- Kamar Standard: Rp130.192 per malam.
- Kamar Deluxe: Rp137.148 per malam.
- Kamar Suite: Rp230.754 per malam.
Jika dibandingkan dengan tarif yang diterapkan
hotel, selisihnya mencapai Rp94.808 untuk kamar Standard, Rp137.852 untuk
Deluxe, dan Rp94.246 untuk Suite. Selisih ini mengindikasikan adanya overcosting,
yakni kondisi ketika harga jual ditetapkan lebih tinggi dari biaya riil yang
seharusnya.
Dampak bagi Daya Saing Hotel
Temuan ini memiliki implikasi langsung bagi
manajemen hotel, terutama dalam strategi penetapan harga. Tarif yang lebih
akurat memungkinkan hotel menawarkan harga yang lebih kompetitif tanpa
mengorbankan profitabilitas.
Bagi konsumen, penerapan ABC berpotensi
menghadirkan harga kamar yang lebih wajar. Sementara bagi pelaku usaha
perhotelan, metode ini membantu mengidentifikasi aktivitas yang boros biaya dan
membuka peluang efisiensi operasional.
Peneliti juga menilai bahwa informasi biaya
yang dihasilkan ABC lebih berguna sebagai dasar pengambilan keputusan
manajerial, termasuk perencanaan anggaran, evaluasi kinerja, dan strategi
pemasaran.
Profil Penulis
Rafael Chrisna Lumenta, S.E. Akademisi bidang akuntansi biaya dan manajemen, Universitas Sam Ratulangi
Victorina Tirayoh, S.E., M.Si. Dosen akuntansi manajemen, Universitas Sam Ratulangi
Djeini Maradesa, S.E., M.Si. Dosen akuntansi dan keuangan, Universitas Sam Ratulangi
Sumber Penelitian
Rafael Chrisna Lumenta, Victorina Tirayoh
Djeini Maradesa. Application of Activity-Based
Costing Method in Calculating Room Rates at Sunrise Gorontalo Hotel. Formosa
Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol.
5 No. 1, hlm. 267–286. 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.564
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar