Pendirian Persekutuan Mahasiswa Kristen Papua di Kampus Unpad Jatinangor

Ilustrasi by AI

Bandung Persekutuan Mahasiswa Kristen Papua di Unpad Jatinangor Perkuat Iman dan Dukungan Sosial Mahasiswa Rantau. Komunitas Persekutuan Mahasiswa Kristen Papua dirintis di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor sejak Januari 2025 oleh tim dari STT Kharisma Bandung yang terdiri dari Andrew Jordan, Fajar Sentosa Pradika, Yeremia Putra Danurja, Yoel Kurniabudi Cibro, dan Karolin Ferdianto yang di publikasikan di Bestari Community Service Journal (JPMB).

Program ini membangun kelompok persekutuan berbasis cell group bagi mahasiswa Papua yang merantau, dengan pertemuan rutin di Asrama Bale Wilasa. Hasil awal menunjukkan peningkatan jumlah peserta dan penguatan iman, jejaring sosial, serta proses pemuridan mahasiswa—faktor penting bagi mahasiswa yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal.

Tim perintis memilih model kelompok sel—komunitas kecil yang rutin bertemu untuk doa, pembelajaran firman, dan berbagi pengalaman. Model ini dinilai lebih interaktif dan fleksibel dibanding pertemuan besar, serta efektif membangun kedekatan antaranggota. Pertemuan digelar setiap Sabtu pukul 16.00 WIB di Bale Wilasa, menyesuaikan jadwal akademik mahasiswa. Rangkaian kegiatan mencakup pujian dan penyembahan, sharing firman Tuhan, doa bersama, serta sesi fellowship untuk berbagi pergumulan akademik dan kehidupan sehari-hari.

Temuan Utama

Perkembangan komunitas terlihat dari data kehadiran selama delapan pertemuan awal:

  • Pertemuan 1 (11 Januari 2025): 4 peserta
  • Pertemuan 2: 6 peserta
  • Pertemuan 3–4: 5 peserta
  • Pertemuan 5–6: 6 peserta
  • Pertemuan 7: 7 peserta
  • Pertemuan 8 (1 Maret 2025): 10 peserta

Kenaikan partisipasi ini sejalan dengan dampak yang dirasakan anggota:

  • Penguatan iman melalui diskusi firman dan doa bersama
  • Dukungan sosial yang mengurangi rasa terasing di perantauan
  • Tumbuhnya kepemimpinan rohani, beberapa mahasiswa mulai dilatih memimpin
  • Rasa memiliki komunitas, meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa

Temuan ini menegaskan bahwa komunitas kecil yang konsisten dapat menjadi penopang spiritual dan emosional mahasiswa rantau.

Implikasi bagi Pendidikan dan Kehidupan Mahasiswa

Model persekutuan ini menunjukkan bahwa dukungan rohani berbasis komunitas kecil dapat memperkuat ketahanan mahasiswa rantau secara menyeluruh. Selain mendukung spiritualitas, forum ini menjadi ruang aman berbagi tekanan akademik dan sosial. Bagi lingkungan kampus multikultural, pendekatan ini memperlihatkan bagaimana komunitas keagamaan dapat berjalan berdampingan sambil tetap menghargai keberagaman.

Yoel Kurniabudi Cibro dari STT Kharisma Bandung menekankan pentingnya pendekatan relasional dalam pemuridan mahasiswa. Komunitas kecil memungkinkan mahasiswa saling mengenal, mendukung, dan bertumbuh bersama dalam iman serta karakter.

Profil Penulis

  • Andrew Jordan, M.Th. - STT Kharisma Bandung
  • Fajar Sentosa Pradika, M.Th. - STT Kharisma Bandung
  • Yeremia Putra Danurja, M.Th. - STT Kharisma Bandung
  • Yoel Kurniabudi Cibro, M.Th. - STT Kharisma Bandung
  • Karolin Ferdianto, M.Th. - STT Kharisma Bandung

Sumber Penelitian

Jordan, A., Pradika, F.S., Danurja, Y.P., Cibro, Y.K., & Ferdianto, K. “Perintisan Persekutuan Mahasiswa Kristen Papua di Kampus Unpad Jatinangor.”

 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 1, 2026, hlm. 77–88.

 DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i1.590

URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb


Posting Komentar

0 Komentar