Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Primer, Sekunder, dan Tersier Penyakit Kardiovaskular di Masyaraka



Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Lampung - Edukasi Kesehatan Terbukti Tingkatkan Pemahaman Pencegahan Penyakit Jantung di Masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh  Mesya, Aurellia Firstania, dan Rendy Yudha Pratama dari Universitas Aisyah Pringsewu dan Politeknik Negeri Subang dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa Data nasional dan global menunjukkan bahwa sebagaian besar kematian akibat penyakit.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh MesyaAurellia Firstania, dan Rendy Yudha Pratama dari Universitas Aisyah Pringsewu dan Politeknik Negeri Subang menyoroti bahwa bagaimana mencegah dan mendeteksi penyakit ini sejak dini masih terbatas.

Tantangan Penyakit Kardiovaskular di Masyarakat

Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab utama kematian, baik secara global maupun di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko serta langkah pencegahan primer, sekunder, dan tersier menyebabkan penyakit ini sering terdeteksi pada tahap lanjut. Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis edukasi kesehatan masih sangat dibutuhkan, terutama di tingkat komunitas.

Pendekatan Edukasi yang Digunakan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 29 November 2025 di wilayah kerja Puskesmas Wates, Gading Rejo. Sebanyak 15 orang peserta dari masyarakat umum mengikuti kegiatan edukasi yang disampaikan melalui presentasi, pembagian leaflet, serta diskusi dan tanya jawab. Untuk menilai efektivitas kegiatan, tim pelaksana menggunakan kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah edukasi guna mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta.

Materi Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

Materi edukasi disusun dengan fokus pada tiga tingkatan pencegahan penyakit kardiovaskular. Pencegahan primer menekankan pentingnya penerapan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, pengelolaan stres, serta menghentikan kebiasaan merokok. Pencegahan sekunder menyoroti pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pencegahan tersier diarahkan pada upaya pengelolaan penyakit bagi individu yang telah terdiagnosis agar dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.


Dampak Edukasi terhadap Perilaku Kesehatan


Peningkatan pengetahuan menjadi dasar penting bagi perubahan perilaku kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih sadar untuk menerapkan gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta mengelola kondisi kesehatannya secara tepat apabila telah mengalami penyakit kardiovaskular. Dalam jangka panjang, upaya ini berpotensi menurunkan risiko komplikasi dan beban layanan kesehatan.


Profil Singkat Penulis


Mesya, S.Kep., Ns. 
Dosen Universitas Aisyah Pringsewu.
Bidang: keperawatan dan promosi kesehatan masyarakat.

Aurellia Firstania, S.KM. 
Dosen Politeknik Negeri Subang.
Bidang: kesehatan masyarakat dan edukasi kesehatan.

Rendy Yudha Pratama, S.Kep., Ns. 
Akademisi Universitas Aisyah Pringsewu
Bidang: pada keperawatan komunitas.

 

Sumber Penelitian


Mesya, Aurellia Firstania, Rendy Yudha Pratama.
Health Education in Primary, Secondary, and Tertiary Prevention Efforts of Cardiovascular Disease in the CommunityAsian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5 No. 1, hlm. 67-72. 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i2.604
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/ajcs


Posting Komentar

0 Komentar