Pembelajaran Kewarganegaraan Digital Membentuk Identitas Sipil Mahasiswa di Era Media Sosial

 
Ilustrasi by AI 
 
FORMOSA NEWS - Banda Aceh - Pembelajaran kewarganegaraan digital terbukti berperan penting dalam membentuk identitas kewargaan mahasiswa di perguruan tinggi. Kesimpulan ini diungkap oleh Hafidh Maksum bersama Halik, Badratun Nafis, Maulidar, dan Juanda dalam riset kolaboratif lintas kampus di Aceh yang dipublikasikan pada 2026 di Jurnal Sosial, Politik, dan Budaya (SOSPOLBUD). Studi ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran kewarganegaraan digital dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan membantu mahasiswa menjadi warga digital yang sadar hak, bertanggung jawab secara etis, dan tetap berpegang pada nilai demokrasi serta kebangsaan.

Penelitian ini relevan di tengah meningkatnya peran media digital sebagai ruang publik baru. Bagi mahasiswa, ruang digital bukan lagi sekadar tempat hiburan, tetapi arena utama diskusi publik, ekspresi politik, dan partisipasi sosial. Tanpa pembekalan yang tepat, ruang ini berisiko melahirkan perilaku tidak etis, penyebaran informasi keliru, hingga melemahnya identitas kewargaan.

Tantangan Kewargaan di Era Digital

Perkembangan teknologi digital dalam lima tahun terakhir mengubah cara warga negara berinteraksi dan berpartisipasi. Diskusi politik, advokasi sosial, hingga pembentukan opini publik kini banyak berlangsung di media sosial dan platform digital lainnya. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif menjadi aktor utama dalam perubahan ini.

Namun, para peneliti menilai bahwa Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi sering kali masih berfokus pada hafalan nilai dan konsep normatif. Pendekatan ini dinilai kurang menyentuh realitas keseharian mahasiswa yang hidup di ruang digital. Akibatnya, mahasiswa memahami nilai demokrasi secara teoritis, tetapi kesulitan menerapkannya dalam praktik bermedia sosial.

Konsep digital citizenship atau kewarganegaraan digital kemudian muncul sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Kewarganegaraan digital tidak hanya berbicara tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kesadaran etis, tanggung jawab sosial, dan partisipasi aktif dalam ruang publik digital.

Cara Penelitian Dilakukan

Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di sebuah perguruan tinggi yang menjadikan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib dan telah mengintegrasikan materi kewarganegaraan digital dalam proses pembelajarannya.

Tim peneliti melibatkan mahasiswa dan dosen melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan pembelajaran, serta analisis dokumen seperti silabus dan bahan ajar. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali pengalaman langsung mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran kewarganegaraan digital, sekaligus memahami strategi pengajaran yang diterapkan dosen.

Tiga Perubahan Utama pada Mahasiswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kewarganegaraan digital membentuk identitas kewargaan mahasiswa melalui tiga dimensi utama.

Pertama, meningkatnya kesadaran kewargaan digital. Mahasiswa mulai memahami bahwa aktivitas di media sosial bukan sekadar urusan pribadi. Setiap unggahan, komentar, dan berbagi informasi mencerminkan tanggung jawab sebagai warga negara di ruang publik digital. Mahasiswa menjadi lebih sadar akan hak digital, seperti kebebasan berekspresi, sekaligus kewajiban untuk menghormati keberagaman dan aturan hukum.

Kedua, perilaku etis dan bertanggung jawab di ruang digital. Mahasiswa melaporkan perubahan sikap dalam berinteraksi secara daring. Mereka menjadi lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, lebih kritis terhadap hoaks, dan lebih menghargai perbedaan pendapat. Diskusi daring tidak lagi dipandang sebagai ajang menang-kalah, tetapi sebagai ruang deliberasi.

Ketiga, internalisasi nilai demokrasi dan kebangsaan dalam konteks digital. Pembelajaran tidak hanya menekankan nilai global kewarganegaraan digital, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai nasional. Mahasiswa belajar bahwa identitas kebangsaan tidak luntur di dunia digital, justru perlu diperkuat melalui praktik demokrasi yang inklusif dan bertanggung jawab di media sosial.

Seorang mahasiswa peserta penelitian menyatakan bahwa setelah mengikuti perkuliahan, ia menyadari media sosial adalah ruang publik yang menuntut sikap dewasa dan bertanggung jawab. Dosen pengampu juga menegaskan bahwa kewarganegaraan digital bukan pengganti nilai nasional, melainkan sarana baru untuk mempraktikkannya.

Implikasi bagi Dunia Pendidikan

Temuan ini membawa implikasi penting bagi perguruan tinggi. Pendidikan Kewarganegaraan dinilai perlu direorientasi agar lebih kontekstual dengan realitas digital mahasiswa. Metode pembelajaran reflektif, diskusi kasus nyata, dan evaluasi kritis terhadap konten digital terbukti efektif membentuk identitas kewargaan.

Bagi dunia pendidikan, hasil riset ini menegaskan bahwa penguatan karakter dan kewargaan tidak bisa dilepaskan dari ruang digital. Mahasiswa yang dibekali kewarganegaraan digital berpotensi menjadi agen perubahan yang mampu menjaga kualitas demokrasi di era media sosial.

Dari sisi kebijakan publik, penelitian ini memberi dasar akademik bagi pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital, etika bermedia, dan nilai kebangsaan secara seimbang. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif menghadapi tantangan disinformasi, polarisasi, dan konflik digital.

Profil Singkat Penulis

Hafidh Maksum, S.Pd., M.Pd. Afiliasi: Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Bidang keahlian: Pendidikan kewarganegaraan, kewarganegaraan digital, pendidikan karakter

Halik, M.Pd. Afiliasi: Universitas Jabal Ghafur, Aceh Bidang keahlian: Pendidikan sosial dan kewarganegaraan  

Badratun Nafis, Maulidar, dan Juanda Afiliasi: Universitas Serambi Mekkah dan Politeknik Negeri Lhokseumawe Bidang keahlian: Pendidikan, sosial, dan budaya

Sumber Penelitian

Judul artikel: Civic Identity Formation through Digital Citizenship Learning in Higher Education

Jurnal: Jurnal Sosial, Politik, dan Budaya (SOSPOLBUD)

Volume 5, Nomor 1, Tahun 2026, halaman 15–26

DOI: https://doi.org/10.55927/sospolbud.v5i1.16152

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/sospolbud

Posting Komentar

0 Komentar