Pontianak— Utang Tak Menentukan Kinerja: Studi
UPNVY Ungkap Efisiensi Manajerial, Ukuran, dan Pertumbuhan Penjualan Lebih
Berpengaruh. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Iman, Khoirul
Hikmah, dan Hendro Widjanarko dari Departemen Manajemen,
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) yang dipublikasikan pada Januari 2026 di
International Journal of Management Analytics (IJMA).
Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Iman, Khoirul Hikmah, dan Hendro Widjanarko mengungkap bahwa Kinerja perusahaan manufaktur di Indonesia terbukti tidak otomatis membaik hanya karena tambahan utang. Studi ini penting karena muncul di tengah situasi industri manufaktur yang sedang menghadapi tekanan: mulai dari profit yang melemah, volatilitas pasar, hingga kasus penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Apa
yang Diteliti?
Riset
ini memeriksa empat faktor yang sering dianggap menentukan kinerja perusahaan,
yaitu:
- Leverage (diukur dengan Debt-to-Equity
Ratio/DER)
- Efisiensi
manajerial
(rasio biaya operasional terhadap pendapatan)
- Ukuran
perusahaan
(logaritma natural total aset)
- Pertumbuhan
penjualan
(perubahan penjualan dibanding tahun sebelumnya)
Kinerja
perusahaan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), yaitu laba bersih
dibagi total aset.
Metode
Penelitian: 161 Perusahaan, 805 Data Observasi
Penulis
menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel.
Data diambil dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
selama 2020–2024.
Dari
populasi 228 perusahaan manufaktur, penulis menyeleksi sampel menggunakan
purposive sampling. Hasilnya, terpilih 161 perusahaan yang memenuhi
kriteria dan menghasilkan 805 observasi (161 perusahaan x 5 tahun).
Model
statistik terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM),
berdasarkan hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier.
Temuan
Utama: Utang Tidak Signifikan, Tiga Faktor Ini Justru Menentukan
Hasil
analisis menunjukkan empat variabel tersebut secara bersama-sama memang
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun ketika diuji satu per satu,
hasilnya tidak sama.
Berikut
ringkasan temuan utama penelitian:
1)
Leverage (Utang) Tidak Berpengaruh Signifikan
Leverage
ternyata tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan
manufaktur.
Artinya,
perusahaan dengan DER tinggi tidak otomatis berkinerja buruk, dan perusahaan
dengan DER rendah juga tidak otomatis lebih untung.
Penulis
menjelaskan bahwa utang bisa saja tidak berdampak jika:
- utang
tidak digunakan untuk aset produktif,
- perusahaan
mampu mengelola kewajiban dengan baik,
- faktor
operasional lebih dominan daripada struktur pendanaan.
2)
Efisiensi Manajerial Berpengaruh Positif dan Signifikan
Efisiensi
manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
perusahaan.
Ini
menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu mengendalikan biaya operasional secara
efektif cenderung mencatat ROA lebih tinggi.
Dengan
kata lain: bukan cuma soal omzet besar, tapi soal seberapa rapi perusahaan
mengelola biaya.
3)
Ukuran Perusahaan Berpengaruh Positif dan Signifikan
Ukuran
perusahaan (firm size) juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja.
Perusahaan
dengan aset besar cenderung memiliki:
- kapasitas
produksi lebih luas,
- akses
pembiayaan lebih mudah,
- kemampuan
manajemen risiko lebih kuat,
- efisiensi
skala (economies of scale).
4)
Pertumbuhan Penjualan Berpengaruh Positif dan Signifikan
Pertumbuhan
penjualan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.
Perusahaan
yang penjualannya naik cenderung memiliki:
·
utilisasi
aset lebih optimal,
·
pendapatan
lebih stabil,
·
peluang
profit yang lebih besar.
Angka Penting dari Model Statistik
Dalam model
Fixed Effect yang digunakan, penulis menghasilkan persamaan regresi:
Perform =
–1,077 – 0,0002(LEV) + 0,002(EM) + 0,085(FZ) + 0,035(SG)
Model ini memiliki Adjusted R-squared 0,4885, artinya sekitar 48,85% variasi kinerja perusahaan dapat dijelaskan oleh empat variabel tersebut. Sisanya dipengaruhi faktor lain seperti inovasi, tata kelola perusahaan, kondisi makroekonomi, strategi pemasaran, dan faktor eksternal lain.
Mengapa
Utang Tidak Berpengaruh? Ini Penjelasan Penulis
Salah satu
bagian paling menarik dari penelitian ini adalah penjelasan mengapa leverage
tidak signifikan.
Penulis
mencontohkan bahwa ada perusahaan yang memiliki utang sangat tinggi namun
kinerjanya stabil, sementara perusahaan lain dengan leverage berubah-ubah
tetapi ROA tetap fluktuatif.
Kesimpulannya:
utang hanya alat, bukan penentu utama. Jika utang dipakai untuk hal
produktif dan perusahaan punya manajemen yang kuat, dampaknya bisa netral.
Namun jika dipakai untuk aset yang tidak menghasilkan, utang juga tidak
menolong.
Temuan ini
juga menjelaskan mengapa hasil riset leverage di Indonesia sering tidak
konsisten: ada studi yang menemukan pengaruh positif, negatif, atau bahkan
tidak signifikan.
Dampak
Temuan Ini untuk Dunia Usaha dan Investor
Bagi
perusahaan manufaktur
Penelitian
ini memberi pesan praktis yang jelas: fokus perusahaan sebaiknya diarahkan ke
tiga hal utama:
- menekan biaya
operasional tanpa mengorbankan produktivitas,
- memperkuat aset dan
kapasitas produksi,
- mendorong pertumbuhan
penjualan yang sehat.
Perusahaan
juga disarankan berhati-hati jika terlalu agresif mengambil utang, karena utang
tidak otomatis meningkatkan profitabilitas.
Bagi
investor
Hasil
penelitian ini dapat menjadi panduan bahwa menilai perusahaan manufaktur tidak
cukup hanya melihat DER.
Investor
sebaiknya memperhatikan:
- efisiensi
biaya,
- total
aset (ukuran),
- tren
pertumbuhan penjualan dari tahun ke tahun.
Karena ketiganya lebih terbukti memengaruhi ROA dibanding struktur utang.
Bagi
pemerintah dan regulator
Di
tingkat kebijakan publik, riset ini relevan untuk memahami bahwa daya saing
industri manufaktur tidak bisa hanya didorong melalui akses pembiayaan atau
kredit.
Lebih
penting adalah ekosistem yang mendukung:
- efisiensi
operasional,
- produktivitas
industri,
- pertumbuhan
pasar,
- inovasi
penjualan dan distribusi.
Kutipan Inti yang Bisa Disimpulkan dari Penulis
Walau
artikel jurnal tidak menampilkan kutipan langsung gaya wawancara, inti pesan
akademiknya sangat jelas.
Penulis
menyimpulkan bahwa kemampuan operasional dan keunggulan struktural
perusahaan lebih penting daripada strategi pembiayaan berbasis utang dalam
meningkatkan kinerja.
Profil
Singkat Penulis
- Muhammad
Iman -Universitas Pembangunan Nasional
Veteran Yogyakarta
- Khoirul
Hikmah - Universitas Pembangunan Nasional
Veteran Yogyakarta
- Hendro
Widjanarko -Universitas Pembangunan
Nasional Veteran Yogyakarta
Sumber
Penelitian
Iman, Khoirul, Hendro. Leverage, Managerial Efficiency, Firm
Size, and Sales Growth as Determinants of Corporate Performance in IDX-Listed
Manufacturing Firms (2020–2024)
International Journal of Management Analytics (IJMA)Vol. 4 No. 1 (Januari
2026), hlm. 45–62
DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i1.228
URL resmi: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijma
.png)
0 Komentar