Leverage, Efisiensi Manajemen, Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Penjualan sebagai Faktor Penentu Kinerja Korporat pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di IDX (2020–2024)

Ilusstrasi by AI

Pontianak Utang Tak Menentukan Kinerja: Studi UPNVY Ungkap Efisiensi Manajerial, Ukuran, dan Pertumbuhan Penjualan Lebih Berpengaruh. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Iman, Khoirul Hikmah, dan Hendro Widjanarko dari Departemen Manajemen, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY)  yang dipublikasikan pada Januari 2026 di International Journal of Management Analytics (IJMA).

Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Iman, Khoirul Hikmah, dan Hendro Widjanarko mengungkap bahwa Kinerja perusahaan manufaktur di Indonesia terbukti tidak otomatis membaik hanya karena tambahan utang. Studi ini penting karena muncul di tengah situasi industri manufaktur yang sedang menghadapi tekanan: mulai dari profit yang melemah, volatilitas pasar, hingga kasus penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Apa yang Diteliti?

Riset ini memeriksa empat faktor yang sering dianggap menentukan kinerja perusahaan, yaitu:

  1. Leverage (diukur dengan Debt-to-Equity Ratio/DER)
  2. Efisiensi manajerial (rasio biaya operasional terhadap pendapatan)
  3. Ukuran perusahaan (logaritma natural total aset)
  4. Pertumbuhan penjualan (perubahan penjualan dibanding tahun sebelumnya)

Kinerja perusahaan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), yaitu laba bersih dibagi total aset.

Metode Penelitian: 161 Perusahaan, 805 Data Observasi

Penulis menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel. Data diambil dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama 2020–2024.

Dari populasi 228 perusahaan manufaktur, penulis menyeleksi sampel menggunakan purposive sampling. Hasilnya, terpilih 161 perusahaan yang memenuhi kriteria dan menghasilkan 805 observasi (161 perusahaan x 5 tahun).

Model statistik terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM), berdasarkan hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier.

Temuan Utama: Utang Tidak Signifikan, Tiga Faktor Ini Justru Menentukan

Hasil analisis menunjukkan empat variabel tersebut secara bersama-sama memang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun ketika diuji satu per satu, hasilnya tidak sama.

Berikut ringkasan temuan utama penelitian:

1) Leverage (Utang) Tidak Berpengaruh Signifikan

Leverage ternyata tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan manufaktur.

Artinya, perusahaan dengan DER tinggi tidak otomatis berkinerja buruk, dan perusahaan dengan DER rendah juga tidak otomatis lebih untung.

Penulis menjelaskan bahwa utang bisa saja tidak berdampak jika:

  • utang tidak digunakan untuk aset produktif,
  • perusahaan mampu mengelola kewajiban dengan baik,
  • faktor operasional lebih dominan daripada struktur pendanaan.

2) Efisiensi Manajerial Berpengaruh Positif dan Signifikan

Efisiensi manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Ini menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu mengendalikan biaya operasional secara efektif cenderung mencatat ROA lebih tinggi.

Dengan kata lain: bukan cuma soal omzet besar, tapi soal seberapa rapi perusahaan mengelola biaya.

3) Ukuran Perusahaan Berpengaruh Positif dan Signifikan

Ukuran perusahaan (firm size) juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.

Perusahaan dengan aset besar cenderung memiliki:

  • kapasitas produksi lebih luas,
  • akses pembiayaan lebih mudah,
  • kemampuan manajemen risiko lebih kuat,
  • efisiensi skala (economies of scale).

4) Pertumbuhan Penjualan Berpengaruh Positif dan Signifikan

Pertumbuhan penjualan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.

Perusahaan yang penjualannya naik cenderung memiliki:

·         utilisasi aset lebih optimal,

·         pendapatan lebih stabil,

·         peluang profit yang lebih besar.

Angka Penting dari Model Statistik

Dalam model Fixed Effect yang digunakan, penulis menghasilkan persamaan regresi:

Perform = –1,077 – 0,0002(LEV) + 0,002(EM) + 0,085(FZ) + 0,035(SG)

Model ini memiliki Adjusted R-squared 0,4885, artinya sekitar 48,85% variasi kinerja perusahaan dapat dijelaskan oleh empat variabel tersebut. Sisanya dipengaruhi faktor lain seperti inovasi, tata kelola perusahaan, kondisi makroekonomi, strategi pemasaran, dan faktor eksternal lain.

Mengapa Utang Tidak Berpengaruh? Ini Penjelasan Penulis

Salah satu bagian paling menarik dari penelitian ini adalah penjelasan mengapa leverage tidak signifikan.

Penulis mencontohkan bahwa ada perusahaan yang memiliki utang sangat tinggi namun kinerjanya stabil, sementara perusahaan lain dengan leverage berubah-ubah tetapi ROA tetap fluktuatif.

Kesimpulannya: utang hanya alat, bukan penentu utama. Jika utang dipakai untuk hal produktif dan perusahaan punya manajemen yang kuat, dampaknya bisa netral. Namun jika dipakai untuk aset yang tidak menghasilkan, utang juga tidak menolong.

Temuan ini juga menjelaskan mengapa hasil riset leverage di Indonesia sering tidak konsisten: ada studi yang menemukan pengaruh positif, negatif, atau bahkan tidak signifikan.

Dampak Temuan Ini untuk Dunia Usaha dan Investor

Bagi perusahaan manufaktur

Penelitian ini memberi pesan praktis yang jelas: fokus perusahaan sebaiknya diarahkan ke tiga hal utama:

  • menekan biaya operasional tanpa mengorbankan produktivitas,
  • memperkuat aset dan kapasitas produksi,
  • mendorong pertumbuhan penjualan yang sehat.

Perusahaan juga disarankan berhati-hati jika terlalu agresif mengambil utang, karena utang tidak otomatis meningkatkan profitabilitas.

Bagi investor

Hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bahwa menilai perusahaan manufaktur tidak cukup hanya melihat DER.

Investor sebaiknya memperhatikan:

  • efisiensi biaya,
  • total aset (ukuran),
  • tren pertumbuhan penjualan dari tahun ke tahun.

Karena ketiganya lebih terbukti memengaruhi ROA dibanding struktur utang.

Bagi pemerintah dan regulator

Di tingkat kebijakan publik, riset ini relevan untuk memahami bahwa daya saing industri manufaktur tidak bisa hanya didorong melalui akses pembiayaan atau kredit.

Lebih penting adalah ekosistem yang mendukung:

  • efisiensi operasional,
  • produktivitas industri,
  • pertumbuhan pasar,
  • inovasi penjualan dan distribusi.

Kutipan Inti yang Bisa Disimpulkan dari Penulis

Walau artikel jurnal tidak menampilkan kutipan langsung gaya wawancara, inti pesan akademiknya sangat jelas.

Penulis menyimpulkan bahwa kemampuan operasional dan keunggulan struktural perusahaan lebih penting daripada strategi pembiayaan berbasis utang dalam meningkatkan kinerja.

Profil Singkat Penulis

  • Muhammad Iman -Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  • Khoirul Hikmah - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  • Hendro Widjanarko -Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Sumber Penelitian

Iman, Khoirul, Hendro. Leverage, Managerial Efficiency, Firm Size, and Sales Growth as Determinants of Corporate Performance in IDX-Listed Manufacturing Firms (2020–2024) International Journal of Management Analytics (IJMA)Vol. 4 No. 1 (Januari 2026), hlm. 45–62

DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i1.228

URL resmi: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijma

 


Posting Komentar

0 Komentar