Akses pendidikan dasar di kawasan perkotaan Nigeria terbukti meningkat ketika sekolah menerapkan kebijakan pendidikan yang responsif gender dan melibatkan masyarakat secara aktif. Temuan ini disampaikan oleh Dr. Dan-Jumbo Rhoda Edevie dan Dr. Kenneth Amadi dari Department of Educational Management, Rivers State University, dalam artikel ilmiah yang terbit pada 2026 di International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS). Riset ini penting karena memberikan bukti empiris bahwa kebijakan sekolah tidak hanya tertulis di dokumen, tetapi berdampak nyata pada kesempatan anak-anak—terutama perempuan—untuk mengakses pendidikan menengah pertama di wilayah perkotaan seperti Port Harcourt Metropolis.
Tantangan akses pendidikan di kota besar Nigeria
Meskipun pendidikan dasar dijamin oleh konstitusi Nigeria, kenyataannya tidak semua anak dapat mengakses dan bertahan di sekolah, khususnya di kota besar yang tumbuh cepat. Di Port Harcourt, masalah seperti ketimpangan gender, keamanan sekolah, keterbatasan fasilitas ramah anak perempuan, serta rendahnya keterlibatan orang tua dan komunitas masih menjadi hambatan utama.
Anak perempuan sering menghadapi risiko putus sekolah akibat pelecehan, fasilitas sanitasi yang tidak memadai, dan norma budaya yang kurang mendukung pendidikan berkelanjutan. Di sisi lain, sekolah yang berjalan tanpa dukungan masyarakat cenderung mengalami pengawasan lemah, minim sumber daya, dan rendahnya rasa memiliki dari lingkungan sekitar. Penelitian ini menempatkan dua faktor tersebut—kebijakan pendidikan responsif gender dan kebijakan keterlibatan pemangku kepentingan—sebagai kunci untuk memperluas akses pendidikan dasar.
Bagaimana penelitian dilakukan
Penelitian ini melibatkan guru dan kepala sekolah di sekolah menengah pertama negeri yang berada di Port Harcourt City dan Obio/Akpor Local Government Area. Secara keseluruhan, 319 responden berpartisipasi setelah dipilih melalui teknik pengambilan sampel bertahap.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tiga aspek utama:
- Penerapan kebijakan pendidikan responsif gender di sekolah
- Tingkat keterlibatan pemangku kepentingan, seperti orang tua, tokoh masyarakat, NGO, dan komite sekolah
- Akses pendidikan dasar, yang tercermin dari partisipasi, kehadiran, dan keberlanjutan siswa di sekolah
Analisis dilakukan dengan pendekatan statistik sederhana untuk melihat kekuatan hubungan antarvariabel, sehingga hasilnya mudah dipahami dan relevan bagi pembuat kebijakan.
Temuan utama: kebijakan inklusif berdampak nyata
Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang jelas dan signifikan antara kebijakan sekolah dan akses pendidikan.
Temuan kunci meliputi:
- Kebijakan pendidikan responsif gender memiliki hubungan positif yang kuat dengan akses pendidikan dasar.
- Nilai korelasi mencapai 0,750, menunjukkan bahwa sekolah yang menyediakan lingkungan aman, inklusif, dan adil gender cenderung memiliki tingkat akses pendidikan yang lebih tinggi.
- Kebijakan keterlibatan pemangku kepentingan juga berhubungan positif dengan akses pendidikan.
- Dengan nilai korelasi 0,576, keterlibatan orang tua, komunitas, dan lembaga terkait terbukti membantu meningkatkan kehadiran dan partisipasi siswa.
- Kedua hubungan tersebut signifikan secara statistik, menandakan bahwa pengaruhnya konsisten dan bukan kebetulan.
Secara praktis, sekolah yang serius menerapkan kebijakan ramah gender dan membuka ruang partisipasi masyarakat lebih mampu menarik siswa baru, menekan angka putus sekolah, dan mempertahankan kehadiran siswa.
Mengapa kebijakan responsif gender sangat menentukan
Kebijakan responsif gender mencakup perlindungan dari kekerasan berbasis gender, fasilitas sanitasi yang layak bagi anak perempuan, kurikulum yang adil, serta budaya sekolah yang menghargai kesetaraan. Faktor-faktor ini secara langsung memengaruhi keputusan keluarga untuk menyekolahkan anak mereka, terutama anak perempuan.
Parafrase dari kesimpulan penelitian, Dr. Dan-Jumbo Rhoda Edevie dari Rivers State University menegaskan bahwa sekolah yang aman dan inklusif membuat siswa merasa dihargai dan terlindungi, sehingga mereka lebih konsisten hadir dan terlibat dalam pembelajaran. Efeknya tidak hanya pada peningkatan akses, tetapi juga pada kualitas pengalaman belajar.
Peran masyarakat tidak kalah penting
Keterlibatan pemangku kepentingan—mulai dari orang tua hingga organisasi masyarakat—memberikan dukungan tambahan bagi sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah dengan keterlibatan komunitas yang aktif cenderung memiliki pengawasan lebih baik, akses sumber daya tambahan, serta komunikasi yang lebih efektif antara rumah dan sekolah.
Namun, hubungan yang ditemukan bersifat moderat, menandakan masih ada ruang perbaikan. Banyak sekolah masih membatasi keterlibatan masyarakat pada rapat formal, belum sampai pada kolaborasi berkelanjutan dalam perencanaan dan pengawasan pendidikan.
Dampak dan implikasi kebijakan
Temuan ini membawa pesan jelas bagi berbagai pihak:
- Pembuat kebijakan pendidikan perlu memastikan kebijakan responsif gender benar-benar diterapkan di tingkat sekolah, bukan sekadar regulasi tertulis.
- Kepala sekolah dan pengelola pendidikan dapat meningkatkan akses dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan membuka ruang partisipasi komunitas.
- Orang tua, NGO, dan tokoh masyarakat memiliki peran nyata dalam menjaga anak tetap bersekolah dan mendukung keberlanjutan pendidikan.
Di tengah tantangan urbanisasi dan ketimpangan sosial, kombinasi kebijakan inklusif dan keterlibatan masyarakat terbukti menjadi strategi efektif untuk memperluas akses pendidikan dasar.
Profil penulis
Dr. Dan-Jumbo Rhoda Edevie adalah dosen bidang Manajemen Pendidikan di Department of Educational Management, Rivers State University, Port Harcourt, Nigeria. Keahliannya meliputi kebijakan pendidikan, kesetaraan gender, dan tata kelola sekolah.
Dr. Kenneth Amadi merupakan dosen Manajemen Pendidikan di universitas yang sama, dengan fokus kajian pada administrasi pendidikan, implementasi kebijakan, dan partisipasi pemangku kepentingan.
Sumber Penelitian
- Judul artikel: Gender-Sensitive and Stakeholder-Engagement Education Policies and Access to Basic Education in Public Junior Secondary Schools in Port Harcourt Metropolis
- Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS)
- Tahun: 2026
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i1.178
- URL resmi: https://jpnmultitechpublisher.my.id/index.php/ijarss/index

0 Komentar