Tantangan Kepemimpinan di Sekolah Dasar
Sekolah dasar merupakan organisasi pendidikan
yang sangat dekat dengan masyarakat. Setiap Keputusan mulai dari program
belajar, pengelolaan fasilitas, hingga kegiatan sekolah langsung berdampak pada
guru, siswa, dan orang tua. Di SDN Ampukung Hulu, tantangan tersebut diperberat
oleh keterbatasan sarana prasarana serta harapan masyarakat yang
tinggi terhadap kualitas layanan pendidikan.
Kondisi ini menuntut kepala sekolah untuk
tidak hanya tegas dalam mengambil keputusan, tetapi juga mampu membangun
dukungan dan kepercayaan. Pergantian kepala sekolah yang pernah terjadi di
sekolah tersebut juga membuat proses pengambilan keputusan harus dilakukan
secara hati-hati agar tidak memicu konflik internal.
Bagaimana Penelitian Dilakukan?
Peneliti
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi langsung di
lingkungan sekolah.
Informan penelitian meliputi:
- Pengawas pembina sebagai informan kunci,
- Guru wali kelas VI,
- Guru Pendidikan Agama Islam.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti
menangkap dinamika nyata pengambilan keputusan, bukan sekadar kebijakan di atas
kertas. Validitas data dijaga melalui triangulasi dan uji keabsahan yang ketat.
Tiga Faktor Penentu Keputusan Sekolah
Penelitian ini
menemukan tiga faktor utama yang memengaruhi kepemimpinan kepala sekolah
dalam pengambilan keputusan.
Gaya Kepemimpinan Demokratis
Kepala sekolah dinilai aktif
melibatkan guru dan staf dalam musyawarah sebelum keputusan diambil. Guru
diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, namun kepala sekolah tetap memberikan
arahan yang jelas. Pola ini membuat keputusan lebih mudah diterima dan dijalankan
bersama.
Kejelasan Visi dan Misi Sekolah
Visi sekolah yang bernuansa agamis tidak hanya menjadi slogan, tetapi dipahami dan dijadikan pedoman oleh warga sekolah. Visi ini berfungsi sebagai kompas saat sekolah harus menentukan prioritas di tengah keterbatasan sumber daya.
Kemampuan Komunikasi Kepala Sekolah
Komunikasi yang terbuka dan memotivasi menjadi penguat utama. Kepala sekolah mampu menjelaskan alasan keputusan, membagi peran, serta menjaga suasana kerja tetap kondusif. Dampaknya terasa pada hubungan kerja yang harmonis antarwarga sekolah..
Dampak Lebih Luas bagi Dunia Pendidikan
Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif bukan soal kecepatan mengambil keputusan, tetapi kualitas proses di baliknya. Keputusan yang dihasilkan melalui partisipasi, visi yang jelas, dan komunikasi yang baik cenderung lebih berkelanjutan dan minim konflik.
Bagi dunia pendidikan, khususnya sekolah dasar, hasil ini memberi pelajaran penting:
- Kepemimpinan demokratis dapat berjalan seiring dengan ketegasan,
- Visi sekolah harus dihidupkan dalam praktik sehari-hari,
- Komunikasi adalah kunci akuntabilitas dan kepercayaan publik.
Model kepemimpinan seperti ini relevan untuk
diterapkan di sekolah-sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Profil Penulis
Irhami Akademisi di STIA Bina Banua Banjarmasin,
Bidang Keahlian: fokus kajian manajemen
dan kepemimpinan pendidikan.
Septeria Noor Yuliannisa, S.AP., M.AP. Dosen STIA Bina Banua Banjarmasin,
bidang keahlian: administrasi publik dan manajemen pendidikan. Ia aktif meneliti
isu kepemimpinan dan tata kelola organisasi pendidikan.
Sumber Penelitian
Irhami & Septeria Noor Yuliannisa. “Analysis
of Factors Affecting the Principal's Leadership in Decision Making at SDN
Ampukung Hulu Kelua, Tabalong Regency.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, 2025, hlm.
67–84.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.523
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar