Faktor Penentu Kualitas Audit: Peran Masalah Audit Utama, Durasi Audit, Biaya Audit, dan Ukuran Perusahaan (Bukti dari PerusahaanBahan Dasar dan Industri pada Tahun 2022–2024)

Ilustrasi by AI

Tangerang— Biaya Audit Jadi Penentu Utama Kualitas Audit, Studi pada Perusahaan Industri dan Material Dasar. Penelitian yang dilakukan oleh Adeline Yolanda Claudia Cristie dan Kurniawati dari Universitas Bunda Mulia, Tangerang, yang dipublikasikan pada pada Januari 2026 di International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE).

Penelitian yang dilakukan oleh Adeline Yolanda Claudia Cristie dan Kurniawati menegaskan bahwa kualitas audit pada perusahaan sektor material dasar dan industri di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh besarnya biaya audit dibandingkan lamanya hubungan auditor dengan klien atau banyaknya pengungkapan Key Audit Matters (KAM). Ketika kualitas audit rendah, risiko salah saji material meningkat dan kepercayaan pasar bisa terganggu. Kasus-kasus audit yang dipertanyakan dalam beberapa tahun terakhir ikut mendorong kebutuhan evaluasi atas faktor-faktor yang benar-benar memengaruhi kualitas audit.

Sejak 2022, auditor di Indonesia juga wajib mengungkapkan Key Audit Matters, yaitu area audit paling signifikan yang dinilai memiliki risiko tinggi. Secara teori, KAM diharapkan membuat laporan auditor lebih informatif dan transparan. Namun efektivitasnya masih diperdebatkan, terutama jika pengungkapannya bersifat umum dan berulang dari tahun ke tahun.

Temuan Utama

Beberapa hasil menonjol muncul dari analisis:

1. Biaya audit berpengaruh positif signifikan.
Semakin tinggi biaya audit yang dibayar perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut memperoleh audit berkualitas tinggi. Biaya yang memadai memberi ruang bagi auditor untuk menambah prosedur, waktu, dan sumber daya pemeriksaan. Ini meningkatkan peluang mendeteksi salah saji material dan memperkuat ketelitian profesional auditor.

2. Ukuran perusahaan justru berpengaruh negatif signifikan.
Temuan ini berlawanan dengan asumsi umum bahwa perusahaan besar pasti diaudit dengan kualitas lebih tinggi. Kompleksitas operasi perusahaan besar ternyata bisa meningkatkan risiko audit. Jika tidak diimbangi perencanaan dan sumber daya audit yang memadai, kualitas audit bisa menurun.

3. KAM tidak berpengaruh signifikan.
Jumlah isu KAM yang diungkap auditor tidak terbukti meningkatkan kualitas audit. Peneliti menilai pengungkapan KAM di Indonesia masih cenderung “boilerplate” atau bersifat standar dan berulang, sehingga nilai informasinya terbatas dan lebih terlihat sebagai kewajiban kepatuhan daripada alat komunikasi risiko yang substantif.

4. Audit tenure juga tidak signifikan.
Lamanya hubungan auditor dengan klien tidak terbukti memengaruhi kualitas audit secara langsung. Regulasi rotasi auditor dan standar profesional kemungkinan membantu menjaga independensi auditor, baik pada hubungan jangka pendek maupun Panjang.

Dampak bagi Dunia Usaha dan Kebijakan

Hasil ini memberi pesan jelas bagi manajemen perusahaan: biaya audit bukan sekadar beban administratif, tetapi investasi pada kredibilitas laporan keuangan. Mengurangi biaya audit secara berlebihan berpotensi menurunkan kedalaman pemeriksaan dan meningkatkan risiko reputasi.

Bagi regulator dan pembuat standar, temuan tentang KAM menjadi sinyal penting. Aturan sudah ada, tetapi kualitas implementasi perlu diperkuat. Pengawasan bisa difokuskan pada substansi pengungkapan agar KAM benar-benar spesifik pada entitas dan tidak hanya menyalin narasi lama.

Bagi kantor akuntan publik, terutama yang menangani perusahaan besar dan kompleks, perencanaan audit serta alokasi tim dan waktu harus disesuaikan dengan tingkat risiko. Skala perusahaan tidak otomatis membuat audit “lebih mudah” atau “lebih berkualitas”.

Kurniawati dari Universitas Bunda Mulia menekankan bahwa “mekanisme penetapan harga audit mencerminkan seberapa serius proses pemeriksaan dilakukan,” sementara faktor lain seperti KAM masih memerlukan peningkatan kualitas penerapan agar berdampak nyata.

Profil Penulis Penelitian

  • Adeline Yolanda Claudia Cristie-  Universitas Bunda Mulia
  • Kurniawati- Universitas Bunda Mulia

Sumber Penelitian

Cristie, A. Y. C., & Kurniawati. Determinant of Audit Quality: The Role of Key Audit Matters, Audit Tenure, Audit Fees and Firm Size (Evidence From Basic Materials and Industrial Companies 2022–2024).

 International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 1, 2026.

DOI :  https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.582

URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

 


Posting Komentar

0 Komentar