Tangerang— Biaya Audit Jadi Penentu Utama Kualitas
Audit, Studi pada Perusahaan Industri dan Material Dasar. Penelitian yang
dilakukan oleh Adeline Yolanda Claudia Cristie dan Kurniawati dari Universitas
Bunda Mulia, Tangerang, yang dipublikasikan pada pada Januari 2026 di International Journal of
Business and Applied Economics (IJBAE).
Penelitian yang dilakukan oleh Adeline
Yolanda Claudia Cristie dan Kurniawati menegaskan bahwa kualitas audit pada
perusahaan sektor material dasar dan industri di Indonesia lebih banyak
dipengaruhi oleh besarnya biaya audit dibandingkan lamanya hubungan auditor
dengan klien atau banyaknya pengungkapan Key Audit Matters (KAM). Ketika
kualitas audit rendah, risiko salah saji material meningkat dan kepercayaan
pasar bisa terganggu. Kasus-kasus audit yang dipertanyakan dalam beberapa tahun
terakhir ikut mendorong kebutuhan evaluasi atas faktor-faktor yang benar-benar
memengaruhi kualitas audit.
Sejak 2022, auditor di Indonesia juga wajib mengungkapkan Key Audit Matters, yaitu area audit paling signifikan yang dinilai memiliki risiko tinggi. Secara teori, KAM diharapkan membuat laporan auditor lebih informatif dan transparan. Namun efektivitasnya masih diperdebatkan, terutama jika pengungkapannya bersifat umum dan berulang dari tahun ke tahun.
Temuan Utama
Beberapa hasil menonjol muncul dari
analisis:
1. Biaya audit berpengaruh positif
signifikan.
Semakin tinggi biaya audit yang dibayar perusahaan, semakin besar kemungkinan
perusahaan tersebut memperoleh audit berkualitas tinggi. Biaya yang memadai
memberi ruang bagi auditor untuk menambah prosedur, waktu, dan sumber daya
pemeriksaan. Ini meningkatkan peluang mendeteksi salah saji material dan
memperkuat ketelitian profesional auditor.
2. Ukuran perusahaan justru berpengaruh
negatif signifikan.
Temuan ini berlawanan dengan asumsi umum bahwa perusahaan besar pasti diaudit
dengan kualitas lebih tinggi. Kompleksitas operasi perusahaan besar ternyata
bisa meningkatkan risiko audit. Jika tidak diimbangi perencanaan dan sumber
daya audit yang memadai, kualitas audit bisa menurun.
3. KAM tidak berpengaruh signifikan.
Jumlah isu KAM yang diungkap auditor tidak terbukti meningkatkan kualitas
audit. Peneliti menilai pengungkapan KAM di Indonesia masih cenderung
“boilerplate” atau bersifat standar dan berulang, sehingga nilai informasinya
terbatas dan lebih terlihat sebagai kewajiban kepatuhan daripada alat
komunikasi risiko yang substantif.
4. Audit tenure juga tidak signifikan.
Lamanya hubungan auditor dengan klien tidak terbukti memengaruhi kualitas audit
secara langsung. Regulasi rotasi auditor dan standar profesional kemungkinan
membantu menjaga independensi auditor, baik pada hubungan jangka pendek maupun
Panjang.
Dampak bagi Dunia Usaha dan Kebijakan
Hasil ini memberi pesan jelas bagi
manajemen perusahaan: biaya audit bukan sekadar beban administratif, tetapi
investasi pada kredibilitas laporan keuangan. Mengurangi biaya audit secara
berlebihan berpotensi menurunkan kedalaman pemeriksaan dan meningkatkan risiko
reputasi.
Bagi regulator dan pembuat standar,
temuan tentang KAM menjadi sinyal penting. Aturan sudah ada, tetapi kualitas
implementasi perlu diperkuat. Pengawasan bisa difokuskan pada substansi
pengungkapan agar KAM benar-benar spesifik pada entitas dan tidak hanya
menyalin narasi lama.
Bagi kantor akuntan publik, terutama
yang menangani perusahaan besar dan kompleks, perencanaan audit serta alokasi
tim dan waktu harus disesuaikan dengan tingkat risiko. Skala perusahaan tidak
otomatis membuat audit “lebih mudah” atau “lebih berkualitas”.
Kurniawati dari Universitas Bunda Mulia
menekankan bahwa “mekanisme penetapan harga audit mencerminkan seberapa serius
proses pemeriksaan dilakukan,” sementara faktor lain seperti KAM masih
memerlukan peningkatan kualitas penerapan agar berdampak nyata.
Profil Penulis Penelitian
- Adeline Yolanda Claudia Cristie-
Universitas Bunda Mulia
- Kurniawati-
Universitas Bunda Mulia
Sumber Penelitian
Cristie,
A. Y. C., & Kurniawati. Determinant of Audit Quality: The Role of Key
Audit Matters, Audit Tenure, Audit Fees and Firm Size (Evidence From Basic
Materials and Industrial Companies 2022–2024).
International Journal
of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 1, 2026.
DOI
: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.582
URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae
.png)
0 Komentar