Strategi digital marketing dan tingkat kepercayaan pelanggan terbukti berpengaruh kuat terhadap niat beli ulang produk MS Glow di Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Temuan ini disampaikan Suaharni Rahayu dari Universitas Pamulang dalam riset yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Finance and Business Management (IJFBM). Penelitian yang dilakukan pada Januari–Mei 2025 ini menunjukkan bahwa kombinasi digital marketing dan customer trust mampu menjelaskan 74,1 persen variasi niat beli ulang konsumen. Hasil ini penting bagi industri kosmetik nasional yang semakin kompetitif di era digital.
Suaharni Rahayu meneliti perilaku 100 konsumen MS Glow di Pamulang, wilayah dengan karakteristik konsumen urban yang aktif berbelanja melalui media sosial dan marketplace. Studi ini menangkap dinamika nyata konsumen yang memperoleh informasi produk dari influencer, konten digital, dan ulasan online sebelum memutuskan membeli kembali.
Industri Kosmetik di Era Digital
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara konsumen mencari dan mengevaluasi produk kecantikan. Media sosial seperti Instagram dan TikTok menjadi sumber utama informasi, promosi, hingga testimoni. MS Glow sebagai salah satu merek kosmetik lokal memanfaatkan strategi digital marketing secara intensif untuk membangun kedekatan dengan pelanggan.
Namun, interaksi digital tidak selalu menjamin loyalitas. Banyak konsumen masih ragu untuk membeli ulang jika merasa informasi tidak transparan atau kualitas produk tidak sesuai ekspektasi. Dalam konteks ini, kepercayaan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis kosmetik.
Menurut Suaharni Rahayu dari Universitas Pamulang, digital marketing memperluas jangkauan komunikasi, tetapi kepercayaan pelanggan menentukan keputusan pembelian ulang.
Metodologi Singkat dan Jelas
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Dari populasi 121.497 pelanggan MS Glow, dipilih 100 responden menggunakan rumus Slovin agar sampel representatif.
Responden diminta menjawab kuesioner yang mengukur tiga variabel utama:
- Digital marketing
- Kepercayaan pelanggan
- Niat beli ulang
Data kemudian dianalisis menggunakan uji regresi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel terhadap niat beli ulang.
Seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Uji statistik juga memastikan bahwa model analisis layak digunakan dan bebas dari bias data.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan.
- Digital marketing berpengaruh positif terhadap niat beli ulang.
Digital marketing menjelaskan 59,1 persen variasi niat beli ulang (R² = 0,591).
Uji statistik menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan (t = 11,898; sig. 0,001). - Kepercayaan pelanggan memiliki pengaruh lebih kuat.
Kepercayaan menjelaskan 70,5 persen variasi niat beli ulang (R² = 0,705).
Hasil uji menunjukkan signifikansi tinggi (t = 15,316; sig. 0,001). - Pengaruh simultan sangat dominan.
Jika digabung, digital marketing dan kepercayaan menjelaskan 74,1 persen niat beli ulang (Adjusted R² = 0,741).
Analisis regresi memperlihatkan bahwa kontribusi kepercayaan pelanggan lebih besar dibandingkan digital marketing. Artinya, promosi digital efektif menarik perhatian, tetapi loyalitas ditentukan oleh rasa percaya.
Dampak bagi Dunia Usaha
Temuan ini memberikan pesan jelas bagi pelaku industri kosmetik.
Pertama, strategi digital marketing harus disertai transparansi informasi produk. Konsumen membutuhkan kejelasan komposisi, manfaat, dan keamanan produk.
Kedua, konsistensi kualitas sangat menentukan. Ketidaksesuaian antara promosi dan realitas produk dapat merusak kepercayaan dan menurunkan loyalitas.
Ketiga, perusahaan perlu mengembangkan strategi retensi pelanggan seperti program loyalitas, diskon khusus pembelian kedua, atau bundling produk.
Suaharni Rahayu dari Universitas Pamulang menegaskan bahwa kepercayaan adalah faktor dominan dalam mendorong pembelian ulang. Menurutnya, ketika konsumen merasa aman dan yakin terhadap kualitas produk, keputusan untuk membeli kembali menjadi lebih kuat.
Relevansi bagi Ekonomi Digital Indonesia
Penelitian ini memperkaya literatur pemasaran digital di Indonesia, khususnya pada merek lokal seperti MS Glow. Dalam ekosistem e-commerce yang berkembang pesat, reputasi dan kredibilitas merek menjadi aset utama.
Bagi UMKM kosmetik, hasil ini menegaskan bahwa investasi pada kepercayaan pelanggan lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar promosi agresif. Strategi komunikasi dua arah, respons cepat terhadap keluhan, serta ulasan autentik dari pengguna nyata menjadi kunci keberhasilan.
Bagi konsumen, transparansi dan keamanan transaksi digital menjadi faktor penentu dalam membangun loyalitas jangka panjang.
Kontribusi Akademik
Studi ini memperluas kajian tentang hubungan digital marketing, customer trust, dan repurchase intention dalam konteks merek kosmetik lokal. Penelitian sebelumnya sering memisahkan variabel-variabel tersebut. Riset Suaharni Rahayu menggabungkannya secara simultan sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Hasil ini selaras dengan teori pemasaran relasional yang menempatkan kepercayaan sebagai dasar hubungan jangka panjang antara merek dan pelanggan.
Profil Penulis
Suaharni Rahayu, adalah dosen Universitas Pamulang yang memiliki keahlian di bidang manajemen pemasaran, digital marketing, dan perilaku konsumen. Ia aktif meneliti transformasi digital dalam bisnis Indonesia serta strategi peningkatan loyalitas pelanggan.

0 Komentar