Dampak Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) terhadap Kinerja Keuangan dengan Usia Perusahaan dan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi


Gambar Ilustasi AI

FORMOSA NEWS - Aceh - Usia dan Skala Perusahaan Menentukan Dampak ESG terhadap Kinerja Keuangan Emiten Konsumer. Temuan ini diungkap oleh Ibrahim, Fazli Syam BZ, dan Nadirsyah dari Universitas Syiah Kuala dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bahwa perusahaan sektor baranng konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024 ini penting karena memberikan gambaran nyata tentang bagaimana ESG bekerja dalam konteks pasar negara berkembang.

Penelitian yang dilakukan oleh Ibrahim, Fazli Syam BZ, dan Nadirsyah dari Universitas Syiah Kuala menyoroti bahwa strategi ESG tidak bisa disamaratakan untuk semua perusahaan.

Mengapa ESG Jadi Sorotan Dunia Usaha


Dalam beberapa tahun terakhir, ESG bukan lagi sekadar jargon. Isu lingkungan, kesejahteraan sosial, dan tata kelola perusahaan kini menjadi pertimbangan utama investor dalam menilai prospek jangka panjang sebuah bisnis. Perusahaan yang terbuka soal dampak lingkungan, perlakuan terhadap karyawan, serta transparansi pengelolaan dinilai lebih siap menghadapi risiko dan perubahan pasar.

Namun, di Indonesia, khususnya sektor barang konsumsi, hasil riset sebelumnya tentang dampak ESG terhadap kinerja keuangan masih beragam. Ada perusahaan yang diuntungkan, ada pula yang tidak merasakan efek signifikan. Perbedaan inilah yang mendorong tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala untuk melihat lebih dalam peran karakteristik perusahaan, terutama usia dan ukuran.

Cara Penelitian Dilakukan

Penelitian ini menggunakan data perusahaan barang konsumsi yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan selama lima tahun. Kinerja keuangan diukur melalui tiga indikator utama yang umum digunakan investor dan analis:

  • Tobin’s Q, untuk melihat nilai perusahaan di mata pasar.
  • Return on Assets (ROA), untuk mengukur efisiensi penggunaan aset.
  • Return on Equity (ROE), untuk menilai imbal hasil bagi pemegang saham.

Sementara itu, ESG dinilai dari kualitas pengungkapan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Analisis dilakukan dengan metode statistik panel dan regresi moderasi untuk melihat bagaimana usia dan ukuran perusahaan memperkuat atau melemahkan hubungan ESG dengan kinerja keuangan.

Temuan Utama: Tidak Semua ESG Berdampak Sama

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG secara keseluruhan berpengaruh terhadap nilai pasar dan kinerja keuangan perusahaan. Namun, dampaknya berbeda-beda tergantung dimensi ESG dan karakteristik perusahaan.

Beberapa temuan penting antara lain:

Aspek lingkungan dan sosial meningkatkan nilai perusahaan, terutama tercermin pada Tobin’s Q. Pasar cenderung memberi penilaian lebih tinggi pada perusahaan yang transparan soal dampak lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Aspek tata kelola (governance) paling konsisten berpengaruh positif, tidak hanya pada nilai pasar tetapi juga pada ROA dan ROE. Perusahaan dengan tata kelola yang jelas dan transparan dinilai lebih efisien dan lebih menguntungkan.

Usia perusahaan memperkuat dampak ESG, terutama pada nilai perusahaan dan efisiensi aset. Perusahaan yang lebih tua dinilai lebih mampu mengelola biaya dan risiko ESG karena pengalaman dan reputasi yang sudah terbentuk.

Ukuran perusahaan justru bisa melemahkan dampak ESG tertentu, khususnya pada aspek lingkungan dan sosial. Pada perusahaan besar, pengungkapan ESG kadang dipersepsikan sebagai rutinitas administratif atau bahkan beban biaya tambahan, bukan sebagai nilai tambah yang nyata.

Implikasi bagi Kebijakan dan Regulasi

Bagi regulator dan pembuat kebijakan, penelitian ini memberi dasar empiris bahwa kebijakan ESG perlu mempertimbangkan keragaman perusahaan. Pendekatan “satu aturan untuk semua” berisiko membuat ESG hanya menjadi formalitas, terutama bagi perusahaan besar.

Di sisi lain, dorongan terhadap transparansi tata kelola terbukti memberi dampak paling stabil terhadap kinerja keuangan. Ini memperkuat argumen bahwa reformasi tata kelola perusahaan masih menjadi agenda penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia.

Profi Penulis

Ibrahim, S.E., M.Si. Dosen dan peneliti di Universitas Syiah Kuala, 
Keahlian: bidang akuntansi dan keberlanjutan perusahaan.

Fazli Syam BZ, S.E., M.Si Akademisi Universitas Syiah Kuala
Keahlian: fokus riset pada kinerja keuangan dan tata kelola perusahaan.

Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak., CA. Guru Besar Akuntansi Universitas Syiah Kuala,
Keahlian: Di bidang pelaporan keuangan dan akuntansi keberlanjutan.

Sumber Penelitian

Ibrahim, Fazli Syam BZ, & Nadirsyah. (2026). The Impact of Environmental, Social, and Governance (ESG) on Financial Performance Moderated by Firm Age and Firm Size. Asian Journal of Management Analytics, Vol. 5 No. 1, hlm. 121–140. 2026

DOI prefik: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.16015
URL Resmi: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar