Penelitian dilakukan di PT Demosta Berjaya, sebuah perusahaan swasta nasional, dengan melibatkan seluruh karyawan sebagai responden. Hasilnya menunjukkan bahwa kinerja pegawai tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja, kepemimpinan, dan kedisiplinan yang diterapkan secara konsisten oleh manajemen.
Kinerja Karyawan Jadi Penentu Daya Saing Perusahaan
Dalam dunia usaha yang kompetitif dan penuh ketidakpastian, kinerja karyawan menjadi indikator utama keberhasilan organisasi. Perusahaan dengan sumber daya manusia yang produktif dan berkomitmen lebih mampu bertahan dan berkembang dibandingkan perusahaan yang mengabaikan faktor internal.
Namun, banyak organisasi masih berfokus pada target finansial dan teknologi, sementara aspek budaya kerja, kepemimpinan, dan disiplin sering dipandang sebagai isu sekunder. Penelitian ini hadir untuk menegaskan bahwa ketiga faktor tersebut justru menjadi fondasi utama dalam membangun kinerja karyawan yang berkelanjutan.
Penelitian Berbasis Data Karyawan Nyata
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Seluruh 35 karyawan PT Demosta Berjaya dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh, sehingga data yang diperoleh mencerminkan kondisi organisasi secara utuh.
Data dianalisis menggunakan berbagai uji statistik, termasuk uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, serta uji parsial dan simultan. Pendekatan ini memastikan bahwa hubungan antara budaya organisasi, gaya kepemimpinan, disiplin kerja, dan kinerja karyawan dapat diukur secara objektif dan terukur.
Tiga Faktor Internal Berpengaruh Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan disiplin kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya, ketika ketiga faktor ini dikelola dengan baik, produktivitas dan kualitas kerja karyawan meningkat secara nyata.
Secara parsial, masing-masing variabel juga terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Budaya organisasi yang jelas dan dipahami bersama mendorong karyawan bekerja selaras dengan nilai dan tujuan perusahaan. Gaya kepemimpinan yang efektif meningkatkan motivasi, kepercayaan, dan loyalitas karyawan. Sementara itu, disiplin kerja memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan target yang ditetapkan.
Budaya Kerja Menjadi Penopang Produktivitas
Penelitian ini menegaskan bahwa budaya organisasi bukan sekadar slogan atau simbol, tetapi sistem nilai yang membentuk perilaku kerja sehari-hari. Karyawan yang bekerja dalam budaya organisasi yang kondusif cenderung memiliki rasa tanggung jawab, kerja sama tim yang kuat, serta komitmen terhadap kualitas hasil kerja.
Menurut Sakti Wicaksono, budaya organisasi yang konsisten membantu karyawan memahami peran dan ekspektasi perusahaan, sehingga konflik dan ketidakjelasan tugas dapat diminimalkan.
Kepemimpinan dan Disiplin Tidak Bisa Dipisahkan
Selain budaya kerja, gaya kepemimpinan menjadi faktor krusial dalam membentuk iklim kerja yang produktif. Pemimpin yang mampu memberi arahan jelas, menjadi teladan, dan bersikap adil terbukti meningkatkan kinerja individu maupun tim.
Disiplin kerja juga berperan penting sebagai pengendali perilaku organisasi. Kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan menciptakan ritme kerja yang stabil dan efisien. Penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin yang diterapkan secara konsisten berdampak langsung pada peningkatan kinerja karyawan.
Implikasi bagi Dunia Usaha dan Manajemen SDM
Temuan ini memberikan pesan penting bagi pelaku usaha dan manajer sumber daya manusia. Investasi pada penguatan budaya organisasi, pengembangan kepemimpinan, dan sistem disiplin kerja yang adil dapat menghasilkan peningkatan kinerja tanpa harus menambah biaya operasional secara besar-besaran.
Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan swasta dalam merancang kebijakan manajemen SDM yang lebih strategis dan berkelanjutan. Di tengah tekanan efisiensi dan persaingan pasar, pengelolaan faktor internal organisasi terbukti menjadi keunggulan kompetitif yang nyata.
Profil Penulis
Sakti Wicaksono
Dosen Universitas Pamulang, Indonesia
Bidang keahlian: Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Organisasi, dan Manajemen Kinerja
Sumber Penelitian
Wicaksono, S. (2026). The Influence of Organizational Culture, Leadership Style, and Work
Discipline on Employee Performance at PT Demosta Berjaya.
Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD), Vol. 5 No. 1, hlm. 57–70.
DOI: https://doi.org/10.55927/sospolbud.v5i1.16153
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/sospolbud

0 Komentar