Penelitian tersebut menyoroti kondisi perusahaan jasa di Indonesia yang menghadapi tekanan persaingan, tuntutan pelayanan cepat, serta ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi. Dalam situasi ini, karyawan menjadi ujung tombak kualitas layanan. Namun, tanpa budaya kerja yang sehat dan tingkat kepuasan kerja yang memadai, potensi sumber daya manusia sulit berkembang secara optimal.
Tantangan Kinerja di Sektor Jasa
Sektor jasa sangat bergantung pada interaksi langsung antara karyawan dan pelanggan. Kesalahan kecil dalam pelayanan dapat berdampak besar pada citra perusahaan. Gunawan Fadillah Usmara mencatat bahwa banyak perusahaan jasa masih berfokus pada target finansial, tetapi kurang memperhatikan faktor internal yang memengaruhi kinerja karyawan.
Budaya kerja yang tidak jelas, komunikasi yang lemah, serta minimnya penghargaan terhadap kinerja sering kali menurunkan motivasi kerja. Di sisi lain, kepuasan kerja yang rendah dapat memicu tingginya tingkat absensi dan pergantian karyawan, yang pada akhirnya merugikan perusahaan.
Cara Penelitian Dilakukan
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan karyawan perusahaan jasa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur persepsi karyawan terhadap budaya kerja, tingkat kepuasan kerja, dan kinerja mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Analisis data dilakukan untuk melihat hubungan dan pengaruh antarvariabel tersebut. Dengan pendekatan ini, penelitian mampu memberikan gambaran yang terukur mengenai seberapa besar kontribusi budaya kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja dan kepuasan kerja sama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Artinya, semakin baik budaya kerja dan semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan.
Secara ringkas, temuan utama penelitian ini meliputi:
· Budaya kerja yang kondusif meningkatkan kinerja karyawan. Nilai kerja yang jelas, kerja sama tim yang baik, serta kepemimpinan yang suportif mendorong karyawan bekerja lebih efektif dan bertanggung jawab.
· Kepuasan kerja berperan signifikan dalam mendorong produktivitas. Karyawan yang merasa puas dengan pekerjaannya cenderung memiliki semangat kerja tinggi dan komitmen yang kuat terhadap organisasi.
· Kombinasi budaya kerja dan kepuasan kerja memberikan dampak yang lebih kuat. Ketika kedua faktor ini berjalan seimbang, kinerja karyawan meningkat secara lebih konsisten.
Gunawan Fadillah Usmara menegaskan bahwa kinerja karyawan bukan semata hasil dari kemampuan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang dibangun oleh organisasi.
Dampak bagi Dunia Usaha
Temuan ini memberikan pesan jelas bagi manajemen perusahaan jasa. Investasi pada pengembangan budaya kerja dan peningkatan kepuasan karyawan bukanlah biaya tambahan, melainkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
Perusahaan yang membangun budaya kerja positif, terbuka, dan adil cenderung memiliki karyawan yang loyal dan berorientasi pada kualitas layanan. Kepuasan kerja yang terjaga juga membantu perusahaan menekan tingkat turnover dan menjaga stabilitas tim kerja.
Bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sektor jasa, hasil penelitian ini dapat menjadi panduan praktis. Perbaikan sederhana seperti komunikasi yang lebih baik, pemberian apresiasi, dan kejelasan peran kerja sudah dapat memberikan dampak signifikan terhadap kinerja karyawan.
Relevansi bagi Pendidikan dan Kebijakan Publik
Di bidang pendidikan, penelitian ini memperkuat pentingnya pembelajaran manajemen sumber daya manusia yang menekankan aspek budaya organisasi dan kepuasan kerja. Lulusan diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis pekerjaan, tetapi juga mampu membangun lingkungan kerja yang sehat.
Sementara itu, bagi pembuat kebijakan ketenagakerjaan, temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kerja tidak cukup hanya melalui regulasi upah atau jam kerja. Lingkungan kerja dan kepuasan psikologis karyawan juga perlu menjadi bagian dari perhatian dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang berkelanjutan.
Profil Penulis
Gunawan Fadillah Usmara, S.E., M.M. Dosen Universitas Bina Bangsa. Bidang keahlian meliputi manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan kinerja karyawan, dengan fokus penelitian pada sektor jasa dan organisasi modern.
Sumber Penelitian
Usmara, G. F. (2026). The Effect of Work Culture and Job Satisfaction on Employee Performance. International Journal of Advanced Reseach,
Vol. 5 No. 1, hlm. 169–186.
0 Komentar