Strategi Pemasaran, Layanan, dan Inovasi Terbukti Dongkrak Kinerja UMKM Kafe Kopi di Malang Raya
Persaingan kafe kopi di Malang Raya semakin ketat seiring menjamurnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner. Sebuah riset terbaru yang ditulis Dhenis Nurul Farida bersama tim akademisi dari Universitas Gajayana Malang dan Universitas Bahaudin Mudhary Madura mengungkap bahwa kombinasi strategi pemasaran, kualitas layanan, dan inovasi bisnis berperan nyata dalam meningkatkan kinerja usaha kafe kopi. Penelitian ini dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Integrative Research (IJIR) dan menyoroti pentingnya keunggulan pasar sebagai kunci keberhasilan bisnis kafe.
Penelitian tersebut menjadi relevan karena Malang Raya—yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu—sedang mengalami ledakan jumlah kafe. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, jumlah UMKM kuliner di Kota Malang melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir, sementara produksi kopi di Kabupaten Malang menempatkan wilayah ini sebagai salah satu pusat kopi nasional. Namun, pertumbuhan jumlah usaha tidak selalu sejalan dengan kestabilan pendapatan dan profit pelaku usaha.
Persaingan Ketat, Kinerja Tak Selalu Stabil
Fenomena kafe kopi di Malang Raya tidak hanya soal tempat minum kopi. Banyak kafe mengusung konsep tematik, mulai dari ruang ramah keluarga, kafe bernuansa alam terbuka, hingga konsep pedesaan yang viral di media sosial. Meski begitu, tidak sedikit pemilik kafe yang menghadapi fluktuasi pendapatan.
Berdasarkan temuan lapangan, sebagian pelaku usaha kafe mengalami naik-turun omzet hingga 10–30 persen. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kemunculan pesaing dengan konsep serupa, perubahan selera konsumen, kondisi cuaca, hingga tingginya biaya operasional. Kondisi ini mendorong perlunya strategi yang lebih terarah agar kafe mampu bertahan dan berkembang.
Menyederhanakan Metode Penelitian
Penelitian yang dilakukan Dhenis Nurul Farida dan tim menggunakan pendekatan survei kuantitatif terhadap 205 pemilik kafe kopi dari total populasi 422 kafe di Malang Raya. Para responden dipilih secara proporsional dari tiga wilayah: Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Para pemilik kafe diminta mengisi kuesioner yang menggambarkan praktik pemasaran, kualitas layanan, inovasi bisnis, keunggulan pasar, dan kinerja usaha. Data tersebut kemudian dianalisis untuk melihat hubungan antar faktor, khususnya bagaimana strategi dan inovasi diterjemahkan menjadi kinerja bisnis yang nyata.
Temuan Utama: Keunggulan Pasar Jadi Penghubung Penting
Hasil penelitian menunjukkan gambaran yang konsisten dan kuat. Strategi pemasaran, kualitas layanan, dan inovasi bisnis secara langsung meningkatkan kinerja kafe kopi. Namun, dampaknya menjadi lebih kuat ketika ketiga faktor tersebut terlebih dahulu membangun keunggulan pasar.
Beberapa temuan penting dari riset ini antara lain:
1. Strategi pemasaran (marketing mix 7P)—yang mencakup produk, harga, lokasi, promosi, sumber daya manusia, proses layanan, dan tampilan fisik kafe—berpengaruh signifikan terhadap keunggulan pasar dan kinerja usaha.
2. Kualitas layanan, seperti keramahan karyawan, kecepatan pelayanan, dan kenyamanan tempat, terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan dan posisi kafe di tengah persaingan.
3. Inovasi bisnis, baik dalam bentuk menu baru, pemanfaatan teknologi, maupun strategi pemasaran digital, berkontribusi nyata pada peningkatan daya saing.
4. Keunggulan pasar berperan sebagai penghubung utama yang menjelaskan bagaimana strategi dan inovasi dapat benar-benar berdampak pada pertumbuhan penjualan, laba, dan jumlah pelanggan.
Secara statistik, kombinasi faktor tersebut mampu menjelaskan lebih dari 50 persen variasi kinerja bisnis kafe, angka yang tergolong kuat untuk studi UMKM.
Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha
Temuan ini memberi pesan praktis yang jelas bagi pelaku UMKM kafe kopi. Fokus pada satu aspek saja tidak cukup. Kafe yang hanya mengandalkan lokasi strategis tanpa pelayanan prima, atau inovasi menu tanpa promosi yang tepat, berisiko kalah bersaing.
Menurut para penulis, keunggulan pasar tercipta ketika pelanggan merasakan nilai lebih dibanding kafe lain. Nilai ini bisa berupa rasa kopi yang konsisten, harga yang dianggap sepadan, suasana yang nyaman, atau pengalaman layanan yang berkesan. Ketika keunggulan ini terbentuk, barulah strategi pemasaran dan inovasi benar-benar mendorong peningkatan kinerja bisnis.
Bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan, hasil riset ini juga relevan sebagai dasar perumusan program pendampingan UMKM. Pelatihan tidak cukup hanya soal manajemen keuangan, tetapi perlu menyentuh aspek pemasaran terpadu, peningkatan layanan, dan inovasi berkelanjutan.
Pandangan Akademisi
Dalam kajiannya, Dhenis Nurul Farida dan rekan menegaskan bahwa kinerja bisnis UMKM kafe tidak terjadi secara instan. “Keunggulan pasar menjadi mekanisme kunci yang menjembatani strategi internal dengan hasil bisnis,” tulis tim peneliti yang berasal dari Universitas Gajayana Malang dan Universitas Bahaudin Mudhary Madura.
Mereka juga mencatat bahwa masih ada faktor lain yang berpotensi memengaruhi keunggulan pasar, seperti kekuatan merek dan kehadiran digital, yang bisa dieksplorasi pada riset lanjutan.
Profil Singkat Penulis
·
Dhenis
Nurul Farida, S.E., M.M.
Dosen dan peneliti di Universitas Gajayana Malang, dengan keahlian
di bidang pemasaran, manajemen UMKM, dan kinerja bisnis.
·
Ernani
Hadiyati, Dwi
Orbaningsih, Jamal Abdul Nasir, Gunadi, Martaleni
Akademisi Universitas Gajayana Malang yang fokus pada manajemen, pemasaran, dan
inovasi bisnis.
·
Bambang
Sugiyono Agus Purwono, Budyi
Suswanto
Dosen Universitas Bahaudin Mudhary Madura dengan kepakaran di bidang manajemen
dan kewirausahaan.
Sumber Penelitian
Artikel ini disusun berdasarkan jurnal ilmiah berjudul
“The Influence of Marketing Mix, Service Quality, and Business Innovation on Business Performance Mediated by Market Advantage in Café Coffee MSMEs in Greater Malang”,
dipublikasikan dalam International Journal of Integrative Research (IJIR), Vol. 4 No. 1, 2026.
DOI dan akses jurnal: https://mrymultitechpublisher.my.id/index.php/ijir

0 Komentar