Riset ini menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan pesantren untuk tidak hanya mencetak santri yang unggul secara religius, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Di era persaingan global dan digital, pesantren dituntut mampu melahirkan santri yang kreatif, inovatif, serta siap menghadapi dunia usaha.
Pesantren dan Tantangan Kemandirian Ekonomi
Selama ini pesantren dikenal sebagai pusat pendidikan agama. Namun, perkembangan zaman mendorong pesantren untuk mengambil peran lebih luas, termasuk dalam penguatan ekonomi umat. Model santripreneur kini menjadi strategi utama dalam membekali santri dengan keterampilan usaha berbasis nilai-nilai Islam.
Penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Attibyan menunjukkan bahwa penguatan kewirausahaan tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga melalui praktik langsung di unit usaha pesantren, seperti koperasi, usaha produksi, dan kegiatan ekonomi kreatif lainnya. Pendekatan ini dinilai efektif karena santri terlibat langsung dalam proses bisnis nyata.
Metode Penelitian: Mengukur Dampak Nyata
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap para santri yang aktif mengikuti program kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur aspek pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktik, serta karakter kewirausahaan seperti inovasi, kemandirian, dan keberanian mengambil risiko.
Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh data memenuhi syarat analisis, mulai dari uji normalitas, multikolinearitas, hingga heteroskedastisitas. Dengan demikian, hasil penelitian dinilai valid dan dapat dijadikan dasar pengambilan kesimpulan.
Hasil Utama: Jiwa Wirausaha Santri Meningkat Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap jiwa kewirausahaan santri. Santri yang mengikuti pelatihan dan praktik usaha menunjukkan peningkatan pada beberapa aspek utama, antara lain:
- Kemandirian, terlihat dari kemampuan mengambil keputusan dan mengelola usaha kecil secara mandiri
- Kreativitas dan inovasi, terutama dalam mengembangkan produk dan strategi pemasaran
- Keberanian mengambil risiko, yang tumbuh melalui pengalaman langsung dalam kegiatan bisnis
- Orientasi masa depan, yaitu kesiapan menghadapi dunia kerja dan wirausaha setelah lulus
Selain itu, penerapan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan etos kerja turut memperkuat karakter kewirausahaan santri.
Peran Pendidikan Berbasis Pengalaman
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Santri tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha pesantren.
Model ini dinilai lebih efektif dibanding pembelajaran konvensional karena santri belajar dari pengalaman nyata. Hal ini sejalan dengan teori Experiential Learning yang menyatakan bahwa pengalaman langsung mampu memperkuat pemahaman dan membentuk pola pikir kewirausahaan yang berkelanjutan.
Dampak bagi Dunia Pendidikan dan Pesantren
Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan, khususnya pesantren. Pendidikan kewirausahaan terbukti mampu menjadi solusi dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif dan mandiri secara ekonomi.
Bagi pengelola pesantren, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk:
- Mengembangkan kurikulum kewirausahaan berbasis praktik
- Memperkuat unit usaha pesantren sebagai laboratorium bisnis
- Menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri
- Mendorong santri menjadi pelaku UMKM setelah lulus
Sementara bagi pemerintah dan pemangku kebijakan, penelitian ini memperkuat pentingnya dukungan terhadap program pesantrenpreneur sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat.
Profil Penulis
Penelitian ini ditulis oleh Ilzania Khela K, bersama Nadiah Fikriah Marwa, Rizqi Qurrota A’yun, Nadita Naeroby F.R., dan Moh. Farih Fahmi. Seluruh penulis merupakan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya, dengan fokus keilmuan pada pendidikan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, dan ekonomi pendidikan.

0 Komentar