Penanaman Tanaman Obat di RPTRA Amanah melalui TP PKK' Pemberdayaan


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta, Universitas Kristen Indonesia Tanam 60 Tanaman Obat RPTRA Amanah, Warga Dilibatkan Lewat Program PKK. Pengabdian yang dilakukan oleh Ulinata, Sion Lumban Raja, Jibrael Jonathan Sitompul, dan Rahmawani Purba dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia, dan dipublikasikan di Asian Journal of Community Services edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Program ini menunjukkan bahwa penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) mampu memperkuat fungsi ekologis, sosial, dan estetika ruang publik perkotaan.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Ulinata, Sion Lumban Raja, Jibrael Jonathan Sitompul, dan Rahmawani Purba dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia menyoroti persoalan RPTRA Amanah belum memiliki taman tanaman obat, padahal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong setiap RPTRA untuk mengembangkan fungsi lingkungan dan ketahanan pangan skala komunitas.

Mengapa pengabdian itu Penting?

Tanaman obat keluarga dikenal luas sebagai sumber pengobatan alami untuk pencegahan dan penanganan penyakit ringan. Selain manfaat kesehatan, keberadaan tanaman obat juga berkontribusi pada keindahan dan kenyamanan lingkungan. Dalam konteks perkotaan yang padat seperti Jakarta Utara, pemanfaatan ruang publik untuk TOGA dinilai strategis karena menggabungkan aspek kesehatan, edukasi, dan estetika dalam satu kawasan yang mudah diakses masyarakat.

Metode Pelaksanaan

Tim UKI memulai program dengan memetakan kebutuhan warga. Survei daring menunjukkan mayoritas responden tertarik menanam tanaman obat di RPTRA. Dari 18 warga yang mengisi formulir, lebih dari separuh menyatakan sangat tertarik, dan hampir semua setuju RPTRA membutuhkan TOGA. Data ini menjadi dasar pelaksanaan program “Green Action 38”.

Langkah yang dilakukan tim meliputi:

  • Survei minat warga menggunakan Google Form.
  • Koordinasi dengan pengelola RPTRA, pihak kelurahan, dan TP PKK.
  • Edukasi masyarakat melalui penyuluhan tentang manfaat, cara menanam, merawat, dan mengolah tanaman obat.
  • Penyediaan sarana berupa bibit tanaman, media tanam, dan pupuk.
  • Penanaman bersama di lahan ±200 m² di area RPTRA.
  • Penyusunan jadwal perawatan, termasuk penyiraman, penyiangan, dan pemupukan rutin hingga masa panen.

Edukasi menghadirkan dua narasumber: Descartes, SP., M.Si. (ahli tanaman obat) dan M. Wuryaning Setyawati, S.Kes. (praktisi herbal). Kegiatan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai penggerak perawatan kebun.

Hasil Kegiatan

Program menghasilkan kebun TOGA aktif di RPTRA Amanah dengan rincian:

  • 60 bibit tanaman obat ditanam, terdiri dari jahe, kunyit, kencur, serai, daun saga, dan kumis kucing.
  • Media tanam dan pupuk NPK diserahkan kepada pengelola RPTRA.
  • Tanaman ditata dalam 5 baris memanjang mengikuti prinsip desain lanskap agar rapi, seimbang, dan enak dipandang.
  • Warga mengikuti penyuluhan dan penanaman secara langsung, menandakan keterlibatan komunitas sejak awal.

Masa panen diperkirakan 4–5 bulan untuk panen muda dan 8–12 bulan untuk tanaman dewasa. Model pengelolaan dirancang agar keberlanjutan kebun dijalankan oleh pengurus RPTRA dan PKK, bukan bergantung pada kampus.

Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan

Dampak Kesehatan
Warga mendapat akses langsung ke tanaman herbal untuk keluhan ringan seperti batuk, gangguan pencernaan, dan masuk angin. Edukasi meningkatkan literasi kesehatan berbasis tanaman lokal.

Dampak Lingkungan
Penambahan vegetasi membuat RPTRA lebih hijau, sejuk, dan estetik. Tanaman memperbaiki kualitas mikroklimat serta memperkuat fungsi ekologis ruang publik.

Dampak Sosial
Keterlibatan PKK memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan ruang publik dan kesehatan keluarga. Kegiatan bersama meningkatkan interaksi sosial warga.

Dampak Edukasi
RPTRA berfungsi sebagai ruang belajar terbuka bagi anak-anak dan warga tentang tanaman obat dan lingkungan hidup.

Profil Penulis

Ulinata, S.T., M.Ars., adalah dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Indonesia,
Keahlian: bidang desain arsitektur dan lanskap.

Sion Lumban Raja, S.T., M.T.,dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Indonesia 
Keahlian: arsitektur, perencanaan ruang, dan pengabdian masyarakat.

Jibrael Jonathan Sitompul, akademisi dan praktisi di Universitas Kristen Indonesia
Keahlian: arsitektur, perencanaan ruang, dan pengabdian masyarakat.

Rahmawani Purba,  akademisi dan praktisi di UKI
Keahlian: arsitektur, perencanaan ruang, dan pengabdian masyarakat.

Sumber Penelitian

Ulinata, dkk. (2026). Planting Medicinal Plants at RPTRA Amanah through TP PKK Empowerment. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5 No. 1, hlm. 45–56.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i1.554 
URL:https://srhformosapublisher.org/index.php/ajcs


Posting Komentar

0 Komentar