Intensifikasi Rasionalitas Instrumental oleh Kecerdasan Buatan dalam Kapitalisme Data: Telaah Kritis Horkheimer dan Habermas: Key Findings and Implications | Formosa News

Gambar Illustrasi by AI


Penelitian terbaru dari Dewi Ayu Dyah Ningrum, Agung Winarno, dan Subagyo dari Universitas Negeri Malang mengkaji bagaimana kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem kapitalisme data memperkuat rasionalitas instrumental yang dikritik oleh Max Horkheimer sekaligus merusak rasionalitas komunikatif ala Jürgen Habermas. Studi ini dipublikasikan dalam East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 4, No. 12, 2025.

Dalam era digital saat ini, AI tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai mekanisme pengatur tindakan sosial yang mengutamakan kalkulasi, prediksi, dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif konseptual-analitis untuk menelaah bagaimana algoritma mengubah pengalaman manusia menjadi data yang dapat diprediksi dan dimodifikasi, sehingga memperdalam bentuk dominasi teknis dan merusak ruang publik digital yang seharusnya demokratis.

Latar Belakang Penelitian

Rasionalitas modern telah mengalami transformasi signifikan seiring dengan peran AI yang semakin dominan dalam mengatur perilaku manusia. Horkheimer mengkritik rasionalitas instrumental yang mereduksi akal menjadi alat efisiensi semata, sementara Habermas menekankan pentingnya rasionalitas komunikatif sebagai dasar tindakan deliberatif bebas dominasi. Kapitalisme data menjadikan data sebagai komoditas utama, di mana perilaku manusia direduksi menjadi surplus perilaku yang dieksploitasi oleh perusahaan platform digital. Hal ini menimbulkan ketegangan epistemologis antara rasionalitas instrumental dan komunikatif dalam memahami hubungan manusia, teknologi, dan ruang sosial.

Temuan Utama Penelitian:

  • AI dalam kapitalisme data mengoperasikan rasionalitas instrumental melalui algoritma yang mengatur pengalaman sosial dengan kalkulasi dan prediksi perilaku manusia.
  • Algoritma mengubah tindakan manusia menjadi data yang dapat dieksploitasi secara ekonomi, memperkuat dominasi teknis yang halus namun masif.
  • Ruang publik digital yang dimediasi algoritma lebih didominasi oleh logika komersial platform daripada norma dialogis dan deliberatif, menyebabkan fragmentasi dan polarisasi opini publik.
  • Rasionalitas komunikatif Habermas menjadi kerangka normatif penting untuk mengevaluasi distorsi komunikasi akibat dominasi algoritmik.
  • Sintesis pemikiran Horkheimer dan Habermas menghasilkan kerangka teoretis baru untuk memahami dominasi teknis dan komunikatif yang saling terkait dalam era algoritma.

Implikasi bagi Publik dan Industri

Penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan kerangka etis dan regulasi kritis terhadap desain dan implementasi algoritma, khususnya di platform digital yang mempengaruhi kehidupan publik. Rekonstruksi ruang publik digital yang mendukung dialog deliberatif dan bebas dari dominasi komersial menjadi sangat penting. Selain itu, peningkatan literasi digital kritis diperlukan agar masyarakat mampu mengenali dan menanggapi struktur kekuasaan tersembunyi dalam operasi algoritma. Industri teknologi dan pembuat kebijakan harus mempertimbangkan aspek normatif dan etis dalam pengembangan AI untuk menjaga kebebasan dan demokrasi digital.

Kesimpulan

Penelitian ini membuktikan bahwa AI dalam kapitalisme data memperkuat rasionalitas instrumental yang mengubah manusia menjadi objek kalkulasi dan kontrol teknis, sebagaimana dikritik oleh Horkheimer. Sementara itu, dominasi algoritmik merusak rasionalitas komunikatif dan fungsi kritis ruang publik digital, seperti yang dianalisis oleh Habermas. Sintesis kedua pemikiran ini membentuk kerangka kritis yang komprehensif untuk memahami tantangan emansipasi manusia di era algoritma. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka etika dan regulasi yang kritis serta penguatan literasi digital untuk menghadapi dominasi algoritmik yang semakin meluas.

Sumber: Dewi Ayu Dyah Ningrum, Agung Winarno, Subagyo, Universitas Negeri Malang, “Instrumental Rationality in the Age of Artificial Intelligence: Re-reading Horkheimer and Habermas in the Constellation of Data Capitalism,” *East Asian Journal of Multidisciplinary Research* (EAJMR), Vol. 4, No. 12, 2025, hlm. 5873-5890.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v4i12.496

Posting Komentar

0 Komentar