![]() |
| Illustration by Ai |
Varietas barley pangan baru bernama GABISA menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan varietas yang selama ini digunakan petani di Dataran Tinggi Guji, Oromia, Ethiopia. Temuan ini dilaporkan oleh Girma Amare, Dembi Korji, dan Basha Kebede dari Bore Agricultural Research Centre, Ethiopia, dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Integrative Research (IJIR). Hasil penelitian dinilai penting karena menunjukkan potensi peningkatan produksi pangan sekaligus pendapatan petani di wilayah pegunungan Ethiopia yang selama ini menghadapi produktivitas barley yang relatif rendah.
Barley merupakan salah satu
tanaman pangan utama di Ethiopia, terutama di daerah dataran tinggi. Tanaman
ini digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak, minuman tradisional, hingga
bahan atap rumah. Meski memiliki peran penting dalam ketahanan pangan, produktivitas
barley di banyak wilayah Ethiopia masih tergolong rendah akibat berbagai faktor
seperti kesuburan tanah yang terbatas, keasaman tanah, kekeringan, serta
serangan penyakit tanaman.
Kondisi tersebut mendorong para
peneliti untuk menguji varietas baru yang diharapkan mampu meningkatkan hasil
produksi petani. Varietas GABISA yang dikembangkan oleh Bore Agricultural
Research Center dan dirilis pada tahun 2023 diuji langsung di lahan petani
melalui pendekatan partisipatif. Para petani tidak hanya menjadi lokasi uji
coba, tetapi juga dilibatkan dalam evaluasi teknologi dan penilaian
karakteristik varietas yang diuji.
Penelitian dilakukan di distrik
Bore dan Ana Sora, dua wilayah dataran tinggi yang dikenal sebagai sentra
produksi barley di Zona Guji. Sebanyak 11 petani peserta uji coba menanam dua
varietas secara berdampingan, yaitu varietas baru GABISA dan varietas pembanding
HB-1307. Masing-masing varietas ditanam pada petak berukuran 10 x 10 meter
dengan perlakuan budidaya yang sama sehingga perbedaan hasil dapat dibandingkan
secara objektif.
Selain pengujian di lapangan, tim
peneliti juga mengadakan pelatihan, kunjungan lapangan, dan hari temu lapang
yang melibatkan petani, penyuluh pertanian, spesialis teknis, serta berbagai
pemangku kepentingan lainnya. Secara keseluruhan, sebanyak 224 peserta
mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dan diseminasi teknologi tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan
keunggulan yang sangat jelas dari varietas GABISA. Rata-rata hasil panen
mencapai 45,29 kuintal per hektare, sedangkan varietas HB-1307 hanya
menghasilkan 29,62 kuintal per hektare. Dengan demikian, GABISA
memberikan keunggulan hasil panen sebesar 52,9 persen dibandingkan
varietas pembanding. Perbedaan tersebut juga terbukti signifikan secara
statistik, menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas bukan terjadi secara
kebetulan.
Peneliti juga menemukan bahwa
GABISA memiliki tingkat kesesuaian yang lebih tinggi ketika diterapkan di lahan
petani. Hal ini terlihat dari nilai kesenjangan teknologi yang lebih kecil,
yaitu 5,21 kuintal per hektare dibandingkan 12,38 kuintal per hektare pada
HB-1307. Selain itu, indeks teknologi GABISA hanya 10,3 persen, jauh lebih
rendah dibandingkan HB-1307 yang mencapai 29,47 persen. Semakin rendah indeks
teknologi, semakin mudah varietas tersebut diterapkan secara efektif dalam
kondisi nyata di lapangan.
Dari sisi ekonomi, manfaat yang
diperoleh petani bahkan lebih mencolok. Varietas GABISA menghasilkan pendapatan
kotor rata-rata sebesar 362.363 Ethiopian Birr (ETB) per hektare,
sementara HB-1307 menghasilkan sekitar 207.391 ETB per hektare. Setelah
dikurangi biaya produksi dan sewa lahan, pendapatan bersih petani yang menanam
GABISA mencapai 267.486 ETB per hektare, lebih dari dua kali lipat
dibandingkan pendapatan bersih HB-1307 yang hanya 121.513 ETB per hektare.
Keuntungan ekonomi tersebut
tercermin pada rasio manfaat-biaya (Benefit-Cost Ratio/BCR). GABISA mencatat
nilai BCR sebesar 4,46, sedangkan HB-1307 hanya 2,19. Penelitian
juga menghitung Incremental Benefit-Cost Ratio (IBCR) sebesar 32,44,
yang berarti setiap tambahan biaya 1 ETB yang dikeluarkan untuk mengadopsi
paket teknologi GABISA mampu menghasilkan tambahan keuntungan bersih sekitar 32
ETB dibandingkan varietas lama.
Tidak hanya unggul secara
produktivitas dan ekonomi, GABISA juga memperoleh dukungan penuh dari petani
yang terlibat dalam penelitian. Seluruh petani peserta menempatkan GABISA
sebagai pilihan utama berdasarkan sejumlah kriteria penting, seperti hasil panen
yang lebih tinggi, ketahanan terhadap rebah, kemampuan membentuk anakan yang
lebih banyak, warna biji yang menarik, serta daya jual yang lebih baik di
pasar. Semua responden memberikan peringkat pertama kepada GABISA pada seluruh
indikator yang dievaluasi.
Menurut Girma Amare dan
rekan-rekannya, kombinasi antara hasil panen tinggi, keuntungan ekonomi yang
besar, dan penerimaan positif dari petani menunjukkan bahwa GABISA layak
diperluas penggunaannya di wilayah dataran tinggi Guji. Para peneliti
merekomendasikan program pra-skala dan distribusi yang lebih luas agar lebih
banyak petani dapat memanfaatkan varietas tersebut untuk meningkatkan produksi
dan pendapatan mereka.
Temuan ini memiliki implikasi
penting bagi pembangunan pertanian di Ethiopia. Peningkatan produktivitas
barley dapat membantu memperkuat ketahanan pangan masyarakat, meningkatkan
pendapatan rumah tangga petani kecil, serta mendukung pembangunan ekonomi pedesaan.
Dengan semakin tingginya kebutuhan pangan dan tekanan terhadap lahan pertanian,
penggunaan varietas unggul seperti GABISA dapat menjadi salah satu solusi yang
relatif cepat dan efisien untuk meningkatkan hasil produksi tanpa perlu
memperluas area tanam secara signifikan.
Profil Singkat Penulis
Girma Amare merupakan
peneliti di Bore Agricultural Research Centre, Ethiopia, dengan fokus
pada pengembangan teknologi budidaya tanaman pangan dan diseminasi inovasi
pertanian kepada petani. Penelitian ini juga melibatkan Dembi Korji dan Basha
Kebede, yang sama-sama berafiliasi dengan Bore Agricultural Research Centre
dan aktif dalam penelitian pertanian serta pengembangan teknologi tanaman di
wilayah Oromia, Ethiopia.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Pre-extension
Demonstration and Evaluation of Improved Food Barley Technologies at Highlands
of Guji Zone, Oromia, Ethiopia
Penulis: Girma Amare, Dembi Korji, Basha Kebede
Jurnal: International Journal of Integrative Research (IJIR),
Vol. 4 No. 8, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijir.v4i8.248

0 Komentar