Varietas Barley GABISA Tingkatkan Hasil Panen hingga 53 Persen di Dataran Tinggi Ethiopia

Illustration by Ai


Varietas barley pangan baru bernama GABISA menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan varietas yang selama ini digunakan petani di Dataran Tinggi Guji, Oromia, Ethiopia. Temuan ini dilaporkan oleh Girma Amare, Dembi Korji, dan Basha Kebede dari Bore Agricultural Research Centre, Ethiopia, dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Integrative Research (IJIR). Hasil penelitian dinilai penting karena menunjukkan potensi peningkatan produksi pangan sekaligus pendapatan petani di wilayah pegunungan Ethiopia yang selama ini menghadapi produktivitas barley yang relatif rendah.

Barley merupakan salah satu tanaman pangan utama di Ethiopia, terutama di daerah dataran tinggi. Tanaman ini digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak, minuman tradisional, hingga bahan atap rumah. Meski memiliki peran penting dalam ketahanan pangan, produktivitas barley di banyak wilayah Ethiopia masih tergolong rendah akibat berbagai faktor seperti kesuburan tanah yang terbatas, keasaman tanah, kekeringan, serta serangan penyakit tanaman.

Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk menguji varietas baru yang diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi petani. Varietas GABISA yang dikembangkan oleh Bore Agricultural Research Center dan dirilis pada tahun 2023 diuji langsung di lahan petani melalui pendekatan partisipatif. Para petani tidak hanya menjadi lokasi uji coba, tetapi juga dilibatkan dalam evaluasi teknologi dan penilaian karakteristik varietas yang diuji.

Penelitian dilakukan di distrik Bore dan Ana Sora, dua wilayah dataran tinggi yang dikenal sebagai sentra produksi barley di Zona Guji. Sebanyak 11 petani peserta uji coba menanam dua varietas secara berdampingan, yaitu varietas baru GABISA dan varietas pembanding HB-1307. Masing-masing varietas ditanam pada petak berukuran 10 x 10 meter dengan perlakuan budidaya yang sama sehingga perbedaan hasil dapat dibandingkan secara objektif.

Selain pengujian di lapangan, tim peneliti juga mengadakan pelatihan, kunjungan lapangan, dan hari temu lapang yang melibatkan petani, penyuluh pertanian, spesialis teknis, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Secara keseluruhan, sebanyak 224 peserta mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dan diseminasi teknologi tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan keunggulan yang sangat jelas dari varietas GABISA. Rata-rata hasil panen mencapai 45,29 kuintal per hektare, sedangkan varietas HB-1307 hanya menghasilkan 29,62 kuintal per hektare. Dengan demikian, GABISA memberikan keunggulan hasil panen sebesar 52,9 persen dibandingkan varietas pembanding. Perbedaan tersebut juga terbukti signifikan secara statistik, menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas bukan terjadi secara kebetulan.

Peneliti juga menemukan bahwa GABISA memiliki tingkat kesesuaian yang lebih tinggi ketika diterapkan di lahan petani. Hal ini terlihat dari nilai kesenjangan teknologi yang lebih kecil, yaitu 5,21 kuintal per hektare dibandingkan 12,38 kuintal per hektare pada HB-1307. Selain itu, indeks teknologi GABISA hanya 10,3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan HB-1307 yang mencapai 29,47 persen. Semakin rendah indeks teknologi, semakin mudah varietas tersebut diterapkan secara efektif dalam kondisi nyata di lapangan.

Dari sisi ekonomi, manfaat yang diperoleh petani bahkan lebih mencolok. Varietas GABISA menghasilkan pendapatan kotor rata-rata sebesar 362.363 Ethiopian Birr (ETB) per hektare, sementara HB-1307 menghasilkan sekitar 207.391 ETB per hektare. Setelah dikurangi biaya produksi dan sewa lahan, pendapatan bersih petani yang menanam GABISA mencapai 267.486 ETB per hektare, lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendapatan bersih HB-1307 yang hanya 121.513 ETB per hektare.

Keuntungan ekonomi tersebut tercermin pada rasio manfaat-biaya (Benefit-Cost Ratio/BCR). GABISA mencatat nilai BCR sebesar 4,46, sedangkan HB-1307 hanya 2,19. Penelitian juga menghitung Incremental Benefit-Cost Ratio (IBCR) sebesar 32,44, yang berarti setiap tambahan biaya 1 ETB yang dikeluarkan untuk mengadopsi paket teknologi GABISA mampu menghasilkan tambahan keuntungan bersih sekitar 32 ETB dibandingkan varietas lama.

Tidak hanya unggul secara produktivitas dan ekonomi, GABISA juga memperoleh dukungan penuh dari petani yang terlibat dalam penelitian. Seluruh petani peserta menempatkan GABISA sebagai pilihan utama berdasarkan sejumlah kriteria penting, seperti hasil panen yang lebih tinggi, ketahanan terhadap rebah, kemampuan membentuk anakan yang lebih banyak, warna biji yang menarik, serta daya jual yang lebih baik di pasar. Semua responden memberikan peringkat pertama kepada GABISA pada seluruh indikator yang dievaluasi.

Menurut Girma Amare dan rekan-rekannya, kombinasi antara hasil panen tinggi, keuntungan ekonomi yang besar, dan penerimaan positif dari petani menunjukkan bahwa GABISA layak diperluas penggunaannya di wilayah dataran tinggi Guji. Para peneliti merekomendasikan program pra-skala dan distribusi yang lebih luas agar lebih banyak petani dapat memanfaatkan varietas tersebut untuk meningkatkan produksi dan pendapatan mereka.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pembangunan pertanian di Ethiopia. Peningkatan produktivitas barley dapat membantu memperkuat ketahanan pangan masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga petani kecil, serta mendukung pembangunan ekonomi pedesaan. Dengan semakin tingginya kebutuhan pangan dan tekanan terhadap lahan pertanian, penggunaan varietas unggul seperti GABISA dapat menjadi salah satu solusi yang relatif cepat dan efisien untuk meningkatkan hasil produksi tanpa perlu memperluas area tanam secara signifikan.

Profil Singkat Penulis

Girma Amare merupakan peneliti di Bore Agricultural Research Centre, Ethiopia, dengan fokus pada pengembangan teknologi budidaya tanaman pangan dan diseminasi inovasi pertanian kepada petani. Penelitian ini juga melibatkan Dembi Korji dan Basha Kebede, yang sama-sama berafiliasi dengan Bore Agricultural Research Centre dan aktif dalam penelitian pertanian serta pengembangan teknologi tanaman di wilayah Oromia, Ethiopia.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Pre-extension Demonstration and Evaluation of Improved Food Barley Technologies at Highlands of Guji Zone, Oromia, Ethiopia
Penulis: Girma Amare, Dembi Korji, Basha Kebede
Jurnal: International Journal of Integrative Research (IJIR), Vol. 4 No. 8, 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijir.v4i8.248

 


Posting Komentar

0 Komentar