TikTok Shop Mengubah Cara Konsumen Berbelanja
TikTok tidak lagi hanya digunakan untuk menikmati video pendek dan hiburan. Melalui TikTok Shop, pengguna dapat menemukan produk, melihat demonstrasi, membaca ulasan, mengikuti siaran langsung, hingga melakukan pembelian dalam satu platform.
Perubahan ini membuat strategi pemasaran digital semakin penting dalam membentuk cara konsumen mengevaluasi sebuah produk. Bagi konsumen muda, terutama pengguna media sosial, konten singkat, livestreaming, rekomendasi kreator, dan ulasan pengguna dapat menjadi bagian dari proses sebelum menentukan pembelian.
Para peneliti dari Gordon College menyoroti kondisi tersebut dengan melihat hubungan antara strategi pemasaran TikTok Shop, kepercayaan pelanggan, dan perilaku pembelian mahasiswa. Strategi yang dianalisis mencakup diskon dan kampanye promosi, rekomendasi influencer serta live selling, dan ulasan serta rating produk.
Melibatkan 100 Mahasiswa Pengguna TikTok Shop
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 100 mahasiswa College of Business and Accountancy di Gordon College yang memiliki pengalaman menggunakan atau membeli produk melalui TikTok Shop.
Kuesioner mengukur tiga kelompok strategi pemasaran, yaitu diskon dan promosi, rekomendasi influencer dan live selling, serta ulasan dan rating produk. Kepercayaan konsumen diukur melalui persepsi terhadap keaslian dan kualitas produk, kredibilitas penjual, keamanan pembayaran daring, serta keyakinan terhadap transaksi TikTok Shop.
Instrumen penelitian terdiri dari 35 butir pertanyaan. Setelah melalui validasi dan uji coba, instrumen memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,971, yang dalam artikel dikategorikan memiliki reliabilitas sangat baik. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, analisis regresi berganda, dan ANOVA.
Ulasan Produk dan Promosi Menjadi Faktor yang Menonjol
Dari tiga strategi pemasaran yang diteliti, product reviews and ratings memperoleh nilai rata-rata tertinggi, yaitu 3,60. Discounts and promotional campaigns berada sangat dekat dengan nilai tersebut, yaitu 3,58. Sementara itu, influencer recommendations and live selling memperoleh nilai rata-rata 3,256.
Secara keseluruhan, strategi pemasaran TikTok Shop memperoleh nilai rata-rata 3,48 dan berada dalam kategori “Agree” berdasarkan skala yang digunakan penelitian.
Temuan yang lebih spesifik menunjukkan bahwa voucher gratis ongkos kirim memperoleh nilai 3,67. Sementara itu, ulasan dari orang yang memiliki hubungan dekat dengan konsumen memperoleh nilai 3,65. Ulasan yang disertai gambar atau video juga memperoleh nilai tinggi, yakni 3,63.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa informasi dari pengguna lain dan manfaat promosi menjadi bagian penting dalam pengalaman konsumen ketika mempertimbangkan produk di TikTok Shop.
Keamanan Pembayaran Menjadi Bagian Penting dari Kepercayaan
Dalam aspek kepercayaan, keamanan metode pembayaran memperoleh nilai tertinggi, yaitu 3,52. Secara keseluruhan, tingkat kepercayaan responden terhadap TikTok Shop memperoleh nilai rata-rata 3,47.
Responden memberikan perhatian khusus terhadap keamanan transaksi. Pernyataan mengenai kecenderungan menghindari pembelian ketika sistem pembayaran terlihat tidak aman memperoleh nilai 3,71. Sementara itu, pentingnya verifikasi OTP memperoleh nilai 3,66.
Di sisi lain, kepercayaan terhadap keaslian dan kualitas produk memperoleh nilai paling rendah di antara dimensi kepercayaan, yaitu 3,39. Kekhawatiran masih terlihat pada kesesuaian deskripsi produk dengan barang yang diterima serta keaslian produk. Masing-masing indikator tersebut memperoleh nilai 3,27 dan 3,26.
Diskon dan Influencer Menjadi Prediktor Kuat dalam Model Penelitian
Analisis regresi dalam artikel menunjukkan bahwa diskon dan kampanye promosi memiliki koefisien B sebesar 0,321, sedangkan rekomendasi influencer dan live selling memiliki koefisien B sebesar 0,287. Ulasan dan rating produk memiliki koefisien B sebesar 0,241.
Artikel melaporkan bahwa seluruh variabel yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik. Model regresi dilaporkan memiliki R² sebesar 0,796, sementara korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara strategi pemasaran dan kepercayaan pelanggan dengan nilai r = 0,327 dan p < 0,01.
Para peneliti, termasuk John Paul Dalida dan timnya dari Gordon College, menjelaskan bahwa hasil tersebut memperlihatkan pentingnya kombinasi antara insentif ekonomi, informasi dari pengguna, kredibilitas sosial, dan keamanan transaksi dalam lingkungan social commerce.
Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa influencer dan live selling tidak memperoleh penilaian setinggi ulasan produk dan promosi. Menurut pembahasan dalam artikel, konsumen tetap dapat mengandalkan nilai pribadi dan pencarian informasi secara mandiri meskipun memperoleh paparan dari influencer.
Implikasi bagi Penjual dan Platform Digital
Temuan penelitian memberikan sejumlah implikasi praktis bagi penjual TikTok Shop. Peneliti merekomendasikan agar penjual mempertahankan promosi yang kompetitif, termasuk voucher gratis ongkos kirim, sekaligus mendorong konsumen memberikan ulasan dalam bentuk foto dan video.
Kualitas produk juga perlu sesuai dengan informasi yang ditampilkan karena keaslian produk dan ketepatan deskripsi masih menjadi area yang menimbulkan ketidakpastian konsumen.
Bagi platform, penelitian merekomendasikan penguatan sistem keamanan pembayaran, termasuk metode verifikasi seperti OTP dan pemantauan penipuan. Proses verifikasi penjual serta mekanisme pengembalian barang dan dana juga disebut perlu diperkuat untuk meningkatkan keyakinan konsumen terhadap transaksi.
Profil Penulis
Penelitian ini ditulis oleh Joshua Louise Andrei Ablaza, Maria Amberdawn Agsalud, John Paul Dalida, Luvien Santos, Irish May Toledo, Joy Ann Ragasa, dan Roger Idos, seluruhnya berafiliasi dengan Gordon College, Filipina. John Paul Dalida tercatat sebagai corresponding author penelitian ini.
Artikel jurnal tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis. Berdasarkan isi penelitian, kajiannya berfokus pada pemasaran digital, TikTok Shop, kepercayaan konsumen, social commerce, dan perilaku pembelian.
0 Komentar