Supriyanto dan Abdul Rosyid Teguhdin Hamid dari IAIN Kendari bersama Lucky Dewanti dari Universitas Muhammadiyah Bogor Raya mengkaji pengelolaan pembelajaran strategis melalui praktik team teaching di kelas Cambridge MI Ummusshabri Kendari pada Agustus 2026
Di tengah era globalisasi, madrasah dituntut menghasilkan lulusan berdaya saing global melalui adopsi kurikulum Cambridge yang menuntut kemampuan berbahasa Inggris serta pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa
Hasil analisis mengungkapkan empat pola utama dalam pengelolaan pembelajaran kolaboratif tersebut:
- Perencanaan kolaboratif yang menyamakan visi dan target pembelajaran antar-guru sebelum materi dimulai
. - Pembagian peran yang fleksibel, di mana guru utama menyampaikan materi sementara guru pendamping aktif membimbing siswa yang memerlukan perhatian khusus
. - Koordinasi berkelanjutan melalui komunikasi intensif harian untuk mendeteksi dan menyelesaikan kendala belajar secara cepat
. - Evaluasi bersama yang bersifat reflektif dan konstruktif untuk memperbaiki kualitas pertemuan berikutnya tanpa saling menyalahkan
.
Penerapan manajemen pembelajaran ini membuktikan bahwa keberhasilan kelas internasional sangat bergantung pada solidnya kolaborasi profesional guru, bukan sekadar pelabelan kurikulum global
Profil Penulis
- Supriyanto – Peneliti dan akademisi di IAIN Kendari dengan keahlian dalam bidang manajemen pendidikan Islam
. - Abdul Rosyid Teguhdin Hamid – Peneliti di IAIN Kendari yang fokus pada pengembangan strategi pembelajaran dan pengelolaan institusi pendidikan
. - Lucky Dewanti – Akademisi di Universitas Muhammadiyah Bogor Raya dengan kepakaran di bidang pendidikan dan manajemen sekolah
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Strategic Learning Management in Cambridge Class Through Team Teaching Practices at MI Ummusshabri Kendari
- Nama Jurnal: Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 3, Agustus 2026
- DOI/URL:
https://doi.org/10.55927/jeda.v5i3.34
0 Komentar