![]() |
| Tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kota Kisaran |
Kegiatan yang
berlangsung 26 Agustus 2026 tersebut melibatkan 20 siswa dengan pendampingan
guru dan pengelola sekolah. Tim pelaksana terdiri atas Muhammad Zuardi, Benhur
Pakpahan, Jasa Ginting, Sulthan Jiyad Muqsith Asmara, dan Cahyoginarti.
Program ini
dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai prinsip-prinsip
ekonomi syariah sekaligus membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang bijak.
Materi yang diberikan mencakup transaksi halal dan haram, larangan riba,
kejujuran dan amanah dalam transaksi, perbedaan kebutuhan dan keinginan,
pengelolaan uang saku, kebiasaan menabung, serta pemahaman tentang zakat,
infak, sedekah, dan wakaf.
Penyampaian materi
dilakukan melalui metode edukatif dan partisipatif. Selain mengikuti penyuluhan
interaktif, para siswa terlibat dalam diskusi kelompok, studi kasus, permainan
edukatif, simulasi jual beli, serta praktik pencatatan pemasukan dan pengeluaran
uang saku. Metode tersebut dipilih agar materi ekonomi syariah lebih mudah
dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil evaluasi
menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan. Nilai
rata-rata peserta meningkat dari 52,50 pada pretest menjadi 86,00 pada posttest
atau mengalami kenaikan sebesar 63,81 persen. Nilai N-gain sebesar 0,71 berada
dalam kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif
tersebut efektif meningkatkan literasi ekonomi syariah siswa.
Sebanyak 18 siswa atau
90 persen peserta mampu memahami prinsip transaksi yang jujur, amanah, dan
terbuka. Persentase yang sama juga tercatat pada kemampuan siswa menyusun
catatan uang saku dengan benar, mulai dari mencatat uang yang diterima,
pengeluaran, tabungan, sedekah, hingga saldo yang tersisa.
Kemampuan siswa dalam
menentukan prioritas pengeluaran juga mengalami perkembangan positif. Sebanyak
17 siswa atau 85 persen peserta mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta
mengalokasikan uang sakunya untuk kebutuhan utama, tabungan, dan sedekah. Siswa
mulai memahami bahwa makanan yang sedang populer, aksesori, permainan digital,
dan barang yang dipengaruhi tren tidak selalu termasuk kebutuhan yang harus
segera dipenuhi.
Program tersebut turut
memberikan dampak terhadap pembentukan karakter Islami siswa. Berdasarkan hasil
observasi, capaian pembentukan karakter mencapai 86 persen dan berada dalam
kategori sangat baik. Perkembangan terlihat pada aspek kejujuran, amanah, kedisiplinan,
kesederhanaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Dalam simulasi
transaksi, siswa dilatih menyampaikan informasi secara benar, melakukan
pembayaran dengan jujur, dan mengembalikan kelebihan uang. Sikap amanah
dibentuk melalui pemahaman bahwa uang titipan orang tua harus digunakan sesuai
dengan peruntukannya. Sementara itu, kedisiplinan dan tanggung jawab
dikembangkan melalui kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Tanggapan siswa
terhadap kegiatan juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 90 persen peserta
menyatakan materi mudah dipahami, 95 persen menilai kegiatan menarik, dan 85
persen menyatakan ingin melanjutkan kebiasaan mencatat uang saku. Tingginya
ketertarikan siswa menunjukkan bahwa diskusi, permainan, dan simulasi lebih
efektif mendorong partisipasi dibandingkan pembelajaran satu arah.
Meski demikian,
pemahaman mengenai wakaf produktif masih memerlukan penguatan karena memperoleh
capaian terendah, yaitu 77,50 persen. Sebagian siswa masih memahami wakaf
sebatas penyerahan tanah untuk pembangunan masjid atau pemakaman dan belum
mengenal pemanfaatan wakaf secara produktif bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, tim Polmed menyerahkan modul, leaflet, media permainan edukatif, dan lembar pencatatan keuangan kepada pihak SMP Islam An Nahlu. Bahan tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran, pembinaan karakter, program menabung, dan pembiasaan bersedekah di lingkungan sekolah.Melalui kegiatan ini, literasi ekonomi syariah diharapkan tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi berkembang menjadi kebiasaan siswa dalam mengelola uang secara hemat, jujur, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Keterlibatan guru dan orang tua juga diperlukan agar perubahan perilaku tersebut dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

0 Komentar