Citra Sekolah dan Fasilitas Berpengaruh terhadap Keputusan Orang Tua Memilih MIS Al-Ikhwah Pontianak

Ilustrasi by AI

PONTIANAK — Citra sekolah dan fasilitas pendidikan terbukti berpengaruh positif terhadap keputusan orang tua dalam memilih MIS Al-Ikhwah di Kota Pontianak. Temuan tersebut berasal dari penelitian Rilham Fitroh Wisesha, Muhammad Ebuziyya Alif Ramadhan, dan Eru Ahmadia dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak, yang diterbitkan pada 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik citra sekolah dan semakin memadai fasilitas yang tersedia, semakin besar kecenderungan orang tua memilih MIS Al-Ikhwah sebagai tempat pendidikan anak mereka.

Temuan ini menjadi relevan di tengah semakin beragamnya pilihan lembaga pendidikan dasar bagi masyarakat. Artikel tersebut mencatat bahwa pada 2026 terdapat 31 madrasah ibtidaiyah di Kota Pontianak, terdiri atas 28 madrasah swasta dan tiga madrasah negeri. Kondisi tersebut membuat sekolah perlu membangun kepercayaan orang tua, bukan hanya melalui layanan pendidikan, tetapi juga melalui reputasi dan lingkungan belajar yang mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi siswa.

MIS Al-Ikhwah merupakan salah satu madrasah ibtidaiyah swasta di Kota Pontianak yang berlokasi di Jalan Pangeran Natakusuma Gang Sama Rukun, Kecamatan Pontianak Kota. Madrasah ini berdiri sejak 1970 dan telah memperoleh akreditasi A berdasarkan keputusan akreditasi pada 22 Juli 2024. Selain mengajarkan mata pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam, MIS Al-Ikhwah juga menyediakan pembelajaran Al-Qur’an, Fikih, serta Akidah Akhlak. Kegiatan pendukungnya mencakup membaca Al-Qur’an, salat berjamaah, pramuka, hadrah, tahfiz, seni, dan olahraga.

Data sekolah menunjukkan adanya perubahan jumlah pendaftar dalam tiga tahun akademik terakhir. Pada 2023/2024, MIS Al-Ikhwah menerima 63 pendaftar dan 60 siswa di antaranya diterima. Pada 2024/2025, jumlah pendaftar turun menjadi 57 dengan 54 siswa diterima. Pada 2025/2026, jumlah pendaftar kembali meningkat menjadi 60 dan 58 siswa diterima. Data perpindahan siswa juga mengalami perubahan, termasuk tujuh siswa yang tercatat pindah keluar pada 2025/2026. Pendapatan biaya pendidikan dari siswa aktif juga mengalami penurunan dari Rp62,475 juta pada 2023/2024 menjadi Rp59,85 juta pada 2025/2026.

Dalam penelitian tersebut, citra sekolah dipahami sebagai kesan yang terbentuk dalam pikiran masyarakat, siswa, dan orang tua mengenai kualitas sebuah sekolah. Citra ini berkaitan dengan karakter sekolah, reputasi, nilai yang ditawarkan, serta identitas visual. Sementara itu, fasilitas sekolah mencakup berbagai sarana pendukung pendidikan, seperti perlengkapan, perabot, desain ruang, dan fasilitas lain yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Untuk memperoleh gambaran mengenai faktor tersebut, Wisesha, Ramadhan, dan Ahmadia melibatkan 101 orang tua siswa MIS Al-Ikhwah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumen pendukung sekolah, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Responden berasal dari orang tua siswa kelas I hingga VI dan dipilih secara proporsional berdasarkan tingkat kelas.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa citra sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan orang tua. Nilai koefisien regresi citra sekolah mencapai 0,321 dengan tingkat signifikansi 0,001. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan persepsi positif terhadap sekolah berkaitan dengan meningkatnya kecenderungan orang tua untuk memilih MIS Al-Ikhwah. Reputasi, kepercayaan, dan persepsi positif terhadap lembaga pendidikan menjadi bagian penting dari pertimbangan tersebut.

Fasilitas sekolah juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan. Koefisien regresi fasilitas sebesar 0,225 dengan tingkat signifikansi 0,000. Artinya, semakin baik fasilitas yang tersedia, semakin kuat pula keputusan orang tua untuk memilih sekolah tersebut. Peneliti menjelaskan bahwa fasilitas yang memadai dapat mendukung kenyamanan siswa, kelancaran proses pembelajaran, serta berbagai kegiatan pendidikan.

Ketika kedua faktor dianalisis secara bersamaan, citra sekolah dan fasilitas menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan orang tua. Nilai F sebesar 21,555 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama memberikan pengaruh positif. Nilai korelasi sebesar 0,553 menunjukkan hubungan dalam kategori sedang. Sementara itu, nilai R² sebesar 0,306 menunjukkan bahwa citra sekolah dan fasilitas menjelaskan 30,6 persen variasi keputusan orang tua, sedangkan 69,4 persen lainnya dipengaruhi faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.

Bagi pengelola sekolah, hasil tersebut menunjukkan pentingnya menjaga reputasi sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas. Peneliti merekomendasikan sekolah untuk secara rutin menyampaikan informasi yang terverifikasi mengenai prestasi siswa, kompetensi guru, kegiatan pembelajaran, program keagamaan, dan berbagai pencapaian sekolah melalui situs web maupun media sosial. Sekolah juga disarankan melakukan pemeriksaan fasilitas secara berkala, termasuk ruang kelas, sanitasi, fasilitas ibadah, perpustakaan, perlengkapan pembelajaran, area bermain, sistem keamanan, dan aksesibilitas.

Sekolah juga dapat memberikan kesempatan kepada calon orang tua untuk melihat langsung lingkungan pendidikan melalui kegiatan open house, kunjungan sekolah, kelas percobaan, dan sesi informasi. Informasi mengenai biaya pendidikan, pendaftaran, beasiswa, maupun skema pembayaran perlu disampaikan secara transparan. Namun, penelitian ini belum memasukkan keterjangkauan biaya pendidikan sebagai variabel, sehingga pengaruh biaya terhadap keputusan orang tua masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan orang tua dalam memilih sekolah tidak hanya ditentukan oleh program pendidikan yang ditawarkan. Reputasi dan kepercayaan terhadap sekolah berjalan berdampingan dengan kualitas fasilitas yang dapat dilihat dan dirasakan secara langsung. Namun, karena 69,4 persen variasi keputusan orang tua masih dijelaskan oleh faktor di luar model penelitian, studi berikutnya dapat mengkaji kualitas pendidikan, biaya, lokasi sekolah, kualitas guru, promosi, kurikulum, kualitas pelayanan, serta nilai-nilai religius sekolah sebagai faktor tambahan.

Profil Penulis

Rilham Fitroh Wisesha — Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Muhammad Ebuziyya Alif Ramadhan — Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Eru Ahmadia — Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Sumber Penelitian

Judul: The Influence of School Image and School Facilities on Parents’ Decisions to Enroll Their Children at MIS Al-Ikhwah in Pontianak City
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR)
Volume: 4, Nomor 8, 2026, halaman 1959–1972.

DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i8.130

Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr


Posting Komentar

0 Komentar