Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu di Tahura Nuraksa NTB Tembus Rp76,8 Miliar per Tahun
Pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa, Nusa Tenggara Barat (NTB), terbukti memiliki nilai ekonomi yang sangat besar tanpa harus merusak ekosistem hutan
Urgensi Nilai Ekonomi HHBK di Kawasan Konservasi
Masyarakat di sekitar kawasan hutan umumnya menggantungkan mata pencaharian pada sumber daya alam
Meskipun kegiatan pemanfaatan HHBK oleh petani anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) di Tahura Nuraksa berlangsung aktif, data mengenai nilai transaksi dan estimasi ekonomi di tingkat lanskap selama ini masih sangat terbatas dan belum terdokumentasi secara sistematis
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur nilai transaksi serta estimasi nilai ekonomi HHBK di lanskap Tahura Nuraksa
Temuan Utama Penelitian
Riset ini menghasilkan beberapa temuan penting terkait komoditas dan transaksi ekonomi HHBK di Tahura Nuraksa:
- Nilai Transaksi Petani: Rata-rata total penerimaan transaksi HHBK yang diperoleh petani mencapai Rp121.894.136 per luas lahan yang dikelola per tahun
. - Pendapatan Bersih Petani: Setelah dikurangi rata-rata biaya produksi sebesar Rp4.353.793 per tahun, petani mengantongi pendapatan bersih rata-rata Rp117.540.342 per luas lahan terkelola per tahun (setara dengan Rp48.475.736 per hektar per tahun)
. - Komoditas Unggulan: Durian menjadi komoditas penyumbang penerimaan terbesar dengan rata-rata Rp46.838.095 per tahun
. Posisi berikutnya ditempati oleh kopi sebesar Rp25.500.000 per tahun dan manggis sebesar Rp21.291.666 per tahun . Tingginya nilai transaksi ketiga komoditas ini didorong oleh harga jual yang relatif tinggi serta permintaan pasar yang stabil . - Komoditas Paling Populer: Pisang merupakan komoditas yang paling banyak ditanam oleh seluruh responden (42 petani) karena teknik pengelolaannya mudah, hasil panennya stabil, dan berrisiko rendah
. - Estimasi Nilai Ekonomi Kawasan: Dengan rata-rata nilai produk HHBK sebesar Rp55.614.366 per hektar per tahun, total estimasi nilai ekonomi HHBK pada luas kawasan 1.381,80 hektar mencapai Rp76.847.930.726 per tahun
.
Implikasi dan Dampak Kebijakan
Hasil penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan dan pengelola kawasan hutan:
- Dasar Akuntansi Ekonomi HHBK: Balai Tahura Nuraksa dapat memanfaatkan data ini untuk membangun sistem akuntansi ekonomi HHBK yang terukur sebagai dasar pengelolaan kawasan berbasis data
. - Pengembangan Komoditas Bernilai Tinggi: Pemerintah daerah dan pengelola kawasan disarankan untuk fokus meningkatkan tata kelola dan pemasaran komoditas bernilai tinggi seperti durian dan kopi guna mengoptimalkan pendapatan masyarakat
. - Penguatan Kemitraan Konservasi: Temuan ini membuktikan bahwa HHBK dapat menjadi instrumen efektif untuk mendukung kesejahteraan ekonomi lokal tanpa mengorbankan fungsi utama kawasan konservasi
.
"Pemanfaatan HHBK membuktikan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan selaras dengan fungsi konservasi hutan, memberikan kontribusi nilai ekonomi yang nyata di tingkat regional," jelas tim peneliti dari Universitas Mataram
Profil Penulis
- Rizky Setia Bintara: Peneliti dari Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, dengan kepakaran di bidang manajemen sumber daya hutan dan ekonomi lingkungan
. - Markum: Dosen dan peneliti senior di Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, berfokus pada analisis ekonomi kehutanan dan kehutanan masyarakat
. - Indriyatno: Dosen dan akademisi Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, dengan keahlian dalam pengelolaan kawasan konservasi dan sosial kehutanan
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Estimated Transaction Value of Non-Timber Forest Products in the Nuraksa Grand Forest Park, West Nusa Tenggara, Indonesia
- Penulis: Rizky Setia Bintara, Markum, dan Indriyatno
- Nama Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 4, No. 6, hal. 1731–1744)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/xb22w468 - E-ISSN: 3047-4078
- URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar