Perilaku Kerja Inovatif dan Berbagi Pengetahuan Tingkatkan Kesejahteraan Tenaga Kependidikan

Ilustrasi by AI

PADANG — Kesejahteraan tempat kerja pada tenaga kependidikan di perguruan tinggi terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh aktivitas berbagi pengetahuan dan perilaku kerja inovatif. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Martha Dewi Siska dan Syahrizal dari Universitas Negeri Padang pada awal tahun 2024 ini mengungkap mekanisme penting dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan tinggi. Hasil kajian ini bernilai strategis untuk menciptakan lingkungan kerja publik yang sehat, transparan, serta adaptif terhadap dinamika transformasi organisasi.

Selama ini perhatian penelitian manajemen perguruan tinggi cenderung berfokus pada kesejahteraan tenaga pengajar atau dosen. Padahal tenaga kependidikan memiliki peran operasional yang sangat krusial dalam menjaga kelancaran layanan administrasi dan keberlangsungan operasional kampus. Di tengah perubahan sistem tata kelola modern, staf pendukung administrative sering menghadapi tekanan beban kerja tinggi. Oleh karena itu pemahaman mengenai faktor penggerak kesejahteraan psikologis dan emosional mereka di tempat kerja menjadi kebutuhan prioritas.

Guna menganalisis fenomena tersebut, peneliti mengumpulkan data melalui survei kuantitatif eksplanatori terhadap 262 tenaga kependidikan di Universitas Negeri Padang. Model analisis struktur yang digunakan mendasarkan pada teori determinasi diri untuk menguji hubungan antara kecerdasan budaya dan berbagi pengetahuan terhadap kesejahteraan kerja. Penelitian ini juga memposisikan perilaku kerja inovatif sebagai variabel pemediasi guna melihat bagaimana kemampuan adaptasi dan kolaborasi diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tempat kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan berdampak positif secara langsung terhadap kesejahteraan tempat kerja dan perilaku inovatif pegawai. Sementara itu, kecerdasan budaya tidak memberikan pengaruh langsung secara signifikan terhadap kesejahteraan, melainkan harus disalurkan terlebih dahulu melalui perilaku kerja inovatif. Perilaku kerja inovatif sendiri tampil sebagai kontributor paling dominan yang mendorong peningkatan kesejahteraan kerja tenaga kependidikan. Peran inovasi terbukti memediasi penuh hubungan kecerdasan budaya serta memediasi sebagian hubungan berbagi pengetahuan terhadap kesejahteraan pegawai.

Dampak dari temuan ini memberikan panduan praktis bagi pimpinan perguruan tinggi dan pengelola sumber daya manusia dalam merumuskan kebijakan operasional. Pembentukan iklim kerja yang mendukung pertukaran informasi secara terbuka mampu mengurangi beban kognitif dan ketidakpastian tugas. Pemberian ruang otonomi bagi pegawai untuk menciptakan serta mengimplementasikan ide inovatif dalam alur kerja administrasi terbukti ampuh meningkatkan rasa kepemilikan, kepuasan kerja, dan kesehatan mental staf secara menyeluruh.

Penulis penelitian ini adalah Martha Dewi Siska dan Syahrizal dari Universitas Negeri Padang.

Judul Artikel: The Effect of Cultural Intelligence and Knowledge Sharing on Work-Related Well-Being: Innovative Work Behaviour as a Mediating Variable 

Nama Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) 

Tahun Publikasi: 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i9.317 

URL Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar