Aplikasi Siskeudes Terbukti Tingkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Desa di Indonesia
Penggunaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) terbukti secara ilmiah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana desa secara signifikan di seluruh Indonesia
Latar Belakang dan Tantangan Keuangan Desa
Sejak diberlakukannya kebijakan Dana Desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, pemerintah pusat secara konsisten mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar langsung ke tingkat desa
Untuk mengatasi risiko kesalahan administrasi dan potensi penyalahgunaan anggaran, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Kementerian Dalam Negeri mengembangkan aplikasi Siskeudes
Metodologi Penelitian
Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Panca Budi Medan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif
Proses analisis data dilakukan melalui teknik studi dokumentasi dan analisis deskriptif
Temuan Utama Penelitian
Hasil kajian literatur mengonfirmasi bahwa penerapan Siskeudes memberikan dampak positif yang nyata terhadap sistem tata kelola keuangan desa
- Peningkatan Akuntabilitas: Siskeudes membantu aparatur desa mencatat setiap transaksi secara terstruktur dan terotomatisasi, sehingga memperkecil risiko kesalahan manual serta menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu
. - Kemudahan Pengawasan dan Audit: Seluruh data transaksi yang tersimpan secara digital memudahkan lembaga pemeriksa dan pemerintah daerah dalam melakukan monitoring, evaluasi, serta audit pertanggungjawaban dana desa
. - Mendorong Transparansi Anggaran: Informasi perencanaan dan realisasi belanja desa disajikan secara lebih jelas dan terintegrasi, memudahkan masyarakat untuk mengakses serta memahami penggunaan dana desa
. - Pencegahan Penyimpangan: Otomasi sistem dan pendokumentasian yang ketat secara efektif menekan potensi manipulasi data anggaran
. - Hambatan Operasional: Keterbatasan kompetensi IT aparatur desa, belum rutinnya pelatihan teknis, serta infrastruktur internet dan komputer yang belum merata di wilayah terpencil masih menjadi kendala utama penyebaran Siskeudes secara optimal
.
Implikasi dan Dampak Bagi Tata Kelola Publik
Hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi Kementerian Dalam Negeri, BPKP, dan pemerintah daerah dalam menyempurnakan tata kelola keuangan perdesaan
Untuk memaksimalkan potensi aplikasi Siskeudes, pemerintah daerah disarankan untuk menyelenggarakan program pelatihan teknis dan pendampingan secara berkala bagi bendahara serta sekretaris desa
Menjelaskan pentingnya peran sistem digital dalam akuntabilitas publik, tim peneliti menekankan dampak sistemik dari penerapan Siskeudes
Profil Penulis
- Ema Mauliani: Peneliti dari Program Studi Akuntansi, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, dengan fokus keahlian pada Akuntansi Sektor Publik dan Pengelolaan Keuangan Desa
. - Jhon Fernades Hutagalung: Peneliti dari Program Studi Akuntansi, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, yang menekuni bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Audit Sektor Publik
. - Galih Supraja, S.E., M.Si.: Dosen dan peneliti di Program Studi Akuntansi, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, dengan spesialisasi riset pada Akuntansi Sektor Publik, Tata Kelola Keuangan Daerah, dan E-Government
.
Informasi Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: The Influence of the Village Financial System (Siskeudes) on Village Financial Accountability and Transparency
- Nama Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Vol. 4, No. 6, 2026, Halaman 1687–1698
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.55927/fv4ww648 - URL Resmi:
https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar