Penguatan Budaya Organisasi Menjadi Kunci Utama Peningkatan Kinerja Pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Trijata Denpasar
Penguatan budaya organisasi terbukti menjadi faktor paling efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai rumah sakit, sementara kepuasan kerja dan motivasi tidak berdampak langsung terhadap hasil kerja
Keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit sangat bergantung pada kualitas, efektivitas, dan ketepatan waktu kerja para pegawainya
Untuk menganalisis dinamika tersebut, Gusti Ngurah Adhitya Mahendra merancang penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory research
Hasil pengolahan data statistik menunjukkan beberapa temuan penting mengenai faktor pembentuk kinerja pegawai rumah sakit
- Budaya Organisasi Mendorong Kinerja Langsung: Budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien jalur terbesar (0,646)
. Nilai, norma, kepemimpinan, dan komunikasi yang jelas secara langsung mengarahkan pegawai untuk bekerja sesuai standar pelayanan . - Budaya Organisasi dan Motivasi Meningkatkan Kepuasan: Budaya organisasi (koefisien 0,618) dan motivasi kerja (koefisien 0,322) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai
. - Motivasi Kerja Tidak Berdampak Langsung pada Kinerja: Motivasi kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai (p-value 0,457)
. Dorongan kerja yang tinggi tidak otomatis meningkatkan kinerja tanpa dukungan fasilitas dan sistem kerja yang memadai . - Kepuasan Kerja Tidak Memengaruhi Kinerja: Kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (p-value 0,290)
. Perasaan puas terhadap gaji atau lingkungan kerja belum cukup untuk mendorong peningkatan pencapaian hasil kerja . - Kepuasan Kerja Bukan Variabel Mediasi: Kepuasan kerja tidak terbukti memediasi pengaruh motivasi kerja maupun budaya organisasi terhadap kinerja pegawai
. Penguatan budaya organisasi bertindak sebagai mekanisme langsung tanpa harus melewati pembentukan kepuasan kerja terlebih dahulu .
Implikasi dari penelitian ini memberikan panduan praktis bagi manajemen rumah sakit dan pembuat kebijakan pelayanan kesehatan
Peneliti menegaskan pentingnya eksekusi budaya kerja yang nyata dalam operasional harian rumah sakit
"Dalam konteks rumah sakit, peningkatan kinerja pegawai lebih kuat berkaitan dengan nilai, norma, komunikasi, kepemimpinan, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi. Budaya organisasi perlu diterjemahkan ke dalam perilaku kerja sehari-hari agar tercermin dalam kualitas dan konsistensi pelayanan."
Profil Penulis
- Gusti Ngurah Adhitya Mahendra, S.E. – Peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mahasaraswati Denpasar, dengan fokus keahlian pada manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan manajemen pelayanan kesehatan
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: The Influence of Work Motivation and Organizational Culture on Employee Performance with Job Satisfaction as a Mediating Variable at Bhayangkara Trijata Hospital Denpasar
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS), Vol. 4, No. 4, Tahun 2026, Halaman 1735–1752
- DOI / Link Resmi:
https://journalijems.my.id/index.php/ijems/indexhttps://doi.org/10.55927/ijems.v4i4.85/

0 Komentar