Adopsi Teknologi Digital Tingkatkan Daya Saing Pedagang Pakaian Pasar Tradisional di Era E-Commerce

Ilustrasi by AI

Antara bulan Januari hingga Juni 2026, tim peneliti dari Universitas Swadaya Gunung Jati yang terdiri dari Muhammad Fahmi Muzaki, Enceng Yana, dan Dian Permana Putri meneliti dampak adopsi teknologi digital terhadap daya saing pedagang pakaian di pasar tradisional wilayah Cirebon Timur. Penelitian ini sangat penting untuk memahami bagaimana pelaku usaha konvensional dapat bertahan dan meningkatkan posisi tawar mereka di tengah masifnya pertumbuhan perdagangan digital.

Perkembangan ekonomi digital dan platform e-commerce telah mengubah perilaku konsumen yang kini lebih mengutamakan kenyamanan, kecepatan, serta efisiensi belanja secara daring. Perubahan tren ini menekan pendapatan pedagang di pasar tradisional yang sebagian besar masih menjalankan usahanya secara konvensional. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital oleh para pedagang masih berada pada tahap dasar, seperti menggunakan WhatsApp dan media sosial sekadar untuk komunikasi serta promosi sederhana.

Untuk mengkaji fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 102 pedagang pakaian di sentra perdagangan tradisional Cirebon Timur, seperti Pasar Ciledug dan Pasar Lemahabang. Data primer yang terkumpul kemudian diuji kualitasnya melalui uji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana untuk melihat besar pengaruh adopsi teknologi terhadap daya saing.

Hasil analisis data mengungkapkan beberapa temuan utama:

  • Tingkat adopsi teknologi digital dan daya saing pedagang pakaian di pasar tradisional secara umum berada pada kategori sedang.
  • Adopsi teknologi digital terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan daya saing pedagang.
  • Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,934 menunjukkan bahwa 93,4% variasi daya saing pedagang dapat dijelaskan oleh faktor adopsi teknologi digital.
  • Pemanfaatan sarana digital seperti media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran digital terbukti krusial dalam memperluas jangkauan pasar serta efisiensi transaksi.

Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kunci mutlak bagi keberlanjutan bisnis ritel skala kecil di era modern. Menurut Muhammad Fahmi Muzaki, Enceng Yana, dan Dian Permana Putri dari Universitas Swadaya Gunung Jati, pemerintah daerah bersama pengelola pasar perlu mengambil langkah nyata dengan menyediakan program pelatihan literasi digital dan pendampingan bisnis yang berkelanjutan bagi para pedagang tradisional.

Profil Penulis: Muhammad Fahmi Muzaki, Enceng Yana, dan Dian Permana Putri adalah para akademisi dan periset dari Universitas Swadaya Gunung Jati yang memiliki fokus keahlian di bidang manajemen bisnis, strategi pemasaran digital, serta pengembangan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sumber Penelitian: Artikel jurnal berjudul "The Impact of Digital Technology Adoption on Competitiveness of Traditional Market Clothing Traders in the E-Commerce Era", diterbitkan dalam Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6, No. 4, Agustus 2026, halaman 1146-1165. DOI resmi: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i4.16732.

Posting Komentar

0 Komentar