Pengaruh Manajemen Persediaan dan Penjadwalan Produksi terhadap Ketepatan Waktu Penyelesaian Produk Ratsa Mama di Ratsa Kopi Café

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta- Manajemen Persediaan dan Penjadwalan Produksi Terbukti Mempercepat Penyajian Produk Kedai Kopi. Penelitian yang dilakukan oleh  Muhammad Abdurrahman Achsan dari Universitas Pancasila dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa studi ini memberikan panduan strategis bagi pelaku usaha sektor makanan dan minuman (food and beverage) dalam mengoptimalkan efisiensi operasional serta menjaga kepuasan pelanggan.

Tantangan Operasional Industri Kedai Kopi Modern

Persaingan dalam bisnis kedai kopi saat ini tidak lagi terbatas pada mutu rasa minuman, melainkan telah bergeser pada keandalan layanan, akurasi pesanan, dan kecepatan penyajian. Konsumen modern mengharapkan setiap pesanan diproses secara cepat tanpa mengorbankan kualitas. Oleh karena itu, waktu tunggu pelayanan menjadi salah satu indikator utama penentu tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan. Meski demikian, keterlambatan operasional kerap terjadi di lapangan. Kendala ini umumnya dipicu oleh ketidaktersediaan bahan baku, ketidakjelasan urutan kerja, lonjakan permintaan konsumen yang tidak terprediksi, serta lemahnya koordinasi antara manajemen persediaan dan proses peracikan. Hambatan operasional semacam ini berpotensi meningkatkan biaya usaha dan menurunkan reputasi kedai. Berbeda dengan industri manufaktur skala besar yang telah menerapkan sistem operasional canggih, kedai kopi skala kecil dan menengah sering kali beroperasi tanpa perencanaan operasional yang baku.

Mengukur Efisiensi Alur Kerja Kedai Kopi
Untuk menganalisis pengaruh manajemen operasional terhadap kecepatan layanan, Muhammad Abdurrahman Achsan mengevaluasi data operasional sekunder dari Ratsa Kopi Café yang berlokasi di Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada proses produksi minuman unggulan bernama "Ratsa Mama". Produk ini memiliki keunikan karena menggunakan sirup gula aren buatan sendiri (homemade) yang diracik secara internal, bukan menggunakan sirup komersial siap pakai. Proses khusus ini memerlukan perencanaan persediaan dan waktu persiapan ekstra. Penelitian kuantitatif asosiatif ini menganalisis 36 siklus pengamatan operasional yang dicatat sepanjang periode 2023 hingga 2025. Menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics, peneliti menguji dua variabel operasional utama:

  • Manajemen Persediaan (Inventory Management): Diukur melalui efisiensi waktu tunggu pengadaan (lead time) dan kecukupan stok pengaman (safety stock) untuk bahan baku.
  • Penjadwalan Produksi (Production Scheduling): Diukur melalui efisiensi waktu pemrosesan (processing time) pada setiap tahap peracikan minuman.
Variabel terikat yang diukur adalah tingkat ketepatan waktu penyelesaian produk (timeliness of product completion) sesuai standar pelayanan kedai.

Temuan Utama Penelitian
Hasil pengujian statistik mengonfirmasi bahwa manajemen persediaan dan penjadwalan produksi secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap ketepatan waktu penyelesaian produk:
  • Kontribusi Gabungan Operasional: Pengelolaan persediaan dan penjadwalan produksi secara bersama-sama menyumbang 58,9% terhadap variasi ketepatan waktu penyelesaian produk (Adjusted $R^2 = 0,589$). Sementara itu, 41,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor operasional lain seperti produktivitas kerja, ketersediaan peralatan, dan kondisi tata letak area kerja.
  • Pengaruh Manajemen Persediaan: Pengendalian persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan waktu ($t = 2,908; p = 0,020$). Penataan stok pengaman yang tepat berhasil mencegah terhentinya alur produksi akibat kehabisan stok bahan baku sirup gula aren.
  • Pengaruh Penjadwalan Produksi: Penjadwalan urutan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi waktu penyajian ($t = 2,170; p = 0,010$). Pengaturan tahap peracikan yang sistematis mampu mengurangi waktu menganggur (idle time) peracik (barista) dan mencegah penumpukan pesanan saat jam sibuk.
  • Model Regresi Operasional: Persamaan regresi yang dihasilkan ($Y = 95,931 + 3,255X_1 + 3,130X_2$) membuktikan bahwa setiap peningkatan efisiensi persediaan ($\beta = 3,255$) dan penjadwalan produksi ($\beta = 3,130$) akan meningkatkan ketepatan waktu penyajian secara langsung.
Implikasi Praktis bagi Industri Kuliner
Temuan ilmiah ini memberikan kontribusi praktis yang penting bagi pengelola usaha kuliner dan kedai kopi:
  • Penerapan Estimasi Stok yang Akurat: Pelaku usaha perlu mengukur lead time pemasok dan menetapkan batas safety stock untuk bahan baku utama guna menghindari penghentian alur kerja.
  • Pemanfaatan Teknologi Kasir Terintegrasi: Penggunaan sistem pencatatan penjualan (Point of Sale) yang terhubung dengan manajemen stok digital dapat membantu memantau ketersediaan bahan baku secara real-time.
  • Standardisasi Prosedur Operasional (SOP): Menyusun urutan langkah peracikan minuman yang baku membantu menjaga konsistensi cita rasa dan kecepatan penyajian.
  • Pelatihan Rutin Staf Operasional: Pelatihan berkala untuk staf mengenai pengelolaan stok dan koordinasi area kerja sangat diperlukan agar alur produksi tetap lancar.
Profil Penulis
Muhammad Abdurrahman Achsan adalah peneliti dan akademisi yang berafiliasi dengan Universitas Pancasila, Indonesia. Penelitiannya berfokus pada bidang manajemen operasional, manajemen rantai pasok (supply chain management), pengendalian persediaan, serta efisiensi proses bisnis pada sektor usaha kecil dan menengah.

Sumber Penelitian
Muhammad Abdurrahman Achsan. The Influence of Inventory Management and Production Scheduling on the Timeliness of Product Completion of Ratsa Mama at Ratsa Kopi Café. Journal of Finance and Business Digital (JFBD), Vol. 5, No. 3, Halaman 325–340
DOI : https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i3.29
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

Posting Komentar

0 Komentar