Pengaruh Kepemimpinan Agile dan Kompetensi Digital terhadap Kinerja Karyawan melalui Berpikir Kritis dalam Penggunaan Aplikasi MySIMKARI di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

Gambar Ilustrasi AI

Kepemimpinan Lincah dan Kompetensi Digital Tingkatkan Kinerja Pegawai Kejaksaan Melalui Berpikir Kritis

Penerapan kepemimpinan yang lincah (agile leadership) dan kompetensi digital terbukti secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai dalam mengoperasikan aplikasi MySIMKARI di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui peran perantara kemampuan berpikir kritis (critical thinking). Penelitian kuantitatif ini dilakukan oleh Debora Viliana, Prof. Prihatin Lumbanraja, dan Dr. Yeni Absah dari Universitas Sumatera Utara dan diterbitkan pada Juni 2026. Temuan ini menjadi sangat krusial karena efektivitas penggunaan sistem digital di sektor publik menjadi penentu utama efisiensi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (e-government) dan kualitas pelayanan publik.

Latar Belakang dan Relevansi

Kinerja pegawai di sektor publik kini tidak lagi diukur sebatas pada pemenuhan tugas administrasi manual, melainkan pada pemanfaatan sistem digital secara optimal, kecepatan beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta ketepatan pengambilan keputusan. Di Kejaksaan Republik Indonesia, transformasi digital diakselerasi melalui aplikasi MySIMKARI (My Sistem Informasi Manajemen Kejaksaan Republik Indonesia) untuk mengintegrasikan pelaporan kinerja, administrasi kepegawaian, dan pengawasan organisasi.

Meskipun demikian, observasi di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi tersebut belum optimal. Beberapa pegawai masih mengalami kendala teknis, cenderung bergantung pada instruksi atasan, dan mengoperasikan aplikasi sekadar untuk formalitas administrasi, bukan sebagai alat bantu analisis keputusan strategis. Memahami interaksi antara kepemimpinan yang adaptif, penguasaan kompetensi digital, dan pola pikir kritis menjadi sangat relevan untuk memecahkan hambatan transformasi digital di instansi pemerintah.

Metodologi Penelitian

Tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara menggunakan pendekatan kuantitatif kausal untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Penelitian ini dilaksanakan dari Maret hingga Juni 2026 di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Medan. Populasi penelitian mencakup 464 pegawai yang aktif mengoperasikan aplikasi MySIMKARI.

Ukuran sampel ditetapkan sebanyak 215 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling berdasarkan keterwakilan gender dan kelompok usia. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dengan Skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 4.0.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis struktural menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis bertindak sebagai variabel mediasi parsial yang memperkuat pengaruh kepemimpinan lincah dan kompetensi digital terhadap kinerja pegawai:

  • Pengaruh Kepemimpinan Lincah: Kepemimpinan lincah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien jalur 0,289; t-statistic 6,483) serta terhadap kemampuan berpikir kritis (koefisien jalur 0,473; t-statistic 9,927).
  • Pengaruh Kompetensi Digital: Kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien jalur 0,280; t-statistic 5,327) dan terhadap berpikir kritis (koefisien jalur 0,463; t-statistic 10,129).
  • Dampak Berpikir Kritis: Berpikir kritis memberikan pengaruh langsung yang kuat terhadap kinerja pegawai dalam mengoperasikan MySIMKARI (koefisien jalur 0,448; t-statistic 8,155).
  • Peran Mediasi: Berpikir kritis secara signifikan memediasi pengaruh kepemimpinan lincah terhadap kinerja pegawai (koefisien tidak langsung 0,212; p-value 0,000) dan pengaruh kompetensi digital terhadap kinerja pegawai (koefisien tidak langsung 0,208; p-value 0,000).
  • Daya Jelaskan Model: Kombinasi kepemimpinan lincah, kompetensi digital, dan berpikir kritis mampu menjelaskan 81,5% variansi kinerja pegawai (R-Square = 0,815), sementara 67,2% variansi berpikir kritis dijelaskan oleh kepemimpinan lincah dan kompetensi digital (R-Square = 0,672).

Implikasi dan Dampak Nyata

Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pimpinan kejaksaan dan pengelola SDM di birokrasi pemerintahan. Penyelenggaraan kepemimpinan yang responsif, kolaboratif, dan memberdayakan pegawai terbukti mampu menciptakan iklim kerja yang merangsang daya analitis staf. Di samping itu, peningkatan kompetensi digital yang mencakup literasi data, pengoperasian sistem, dan pemecahan masalah teknis harus disertai dengan pelatihan berpikir kritis agar data dari MySIMKARI dapat diolah menjadi informasi strategis.

Menanggapi pentingnya penguatan kapasitas kognitif dan kepemimpinan dalam digitalisasi birokrasi, para peneliti menggarisbawahi keterkaitan variabel tersebut. "Kepemimpinan yang lincah dan kompetensi digital menjadi jauh lebih efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai ketika kedua faktor tersebut secara bersamaan mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis pegawai dalam memanfaatkan aplikasi MySIMKARI," ungkap Debora Viliana bersama Prof. Prihatin Lumbanraja dan Dr. Yeni Absah dari Universitas Sumatera Utara.

Profil Penulis

  1. Debora Viliana, S.E., M.M.: Peneliti utama dan Magister Manajemen dari Universitas Sumatera Utara dengan keahlian di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Digitalisasi Sektor Publik.
  2. Prof. Dr. Prihatin Lumbanraja, S.E., M.Si.: Guru Besar dan dosen senior di Universitas Sumatera Utara dengan kepakarannya dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Kepemimpinan, dan Perilaku Organisasi.
  3. Dr. Yeni Absah, S.E., M.Si.: Dosen dan peneliti senior di Universitas Sumatera Utara yang berfokus pada bidang Manajemen Strategis, Pengembangan Organisasi, dan Manajemen Pengetahuan.

Informasi Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effect of Agile Leadership and Digital Competence on Employee Performance Through Critical Thinking in the Use of the MySIMKARI Application at the North Sumatra High Prosecutor's Office
Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS), Vol. 4, No. 3, 2026, Halaman 1609–1626
Tahun Publikasi: 2026

Posting Komentar

0 Komentar