Pengaruh ESG Disclosure dan Debt Covenant terhadap Ukuran Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Sektor Energi yang terdapat di Bursa Efek Indonesia Periode 2021–2025

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jawa Barat - Komitmen ESG Tingkatkan Ukuran Perusahaan Energi, Peran Profitabilitas Jadi Sorotan. Penelitian yang dilakukan oleh Ryan Hendrico Wijaya dan Dyah Mieta Setyawati dari Universitas Gunadarma dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa transparansi dan tanggung jawab keberlanjutan kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ukuran perusahaan di tengah transisi energi global.


Di tengah persaingan bisnis global yang semakin ketat dan tuntutan regulasi keberlanjutan—seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017—perusahaan sektor energi di Indonesia menghadapi tekanan besar. Sektor ini selama ini masih sangat bergantung pada energi fosil yang berkontribusi terhadap krisis iklim, sementara pemerintah terus mengarahkan pencapaian target Net Zero Emission 2060. Dalam lanskap yang kompetitif ini, ukuran perusahaan sering kali dijadikan indikator utama oleh investor untuk menilai kemampuan manajemen dalam mengelola sumber daya secara efektif dan menjaga kelangsungan usaha jangka panjang. Namun, efektivitas pengungkapan non-keuangan dan struktur utang dalam memperbesar skala aset perusahaan masih menyisakan ruang perdebatan yang menarik untuk dikaji secara mendalam.

Untuk memecahkan persoalan tersebut, penelitian ini menerapkan metodologi kuantitatif berbasis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan resmi. Dari total 91 perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI, peneliti menetapkan 15 perusahaan sebagai sampel melalui teknik purposive sampling selama rentang waktu lima tahun (2021–2025). Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Eviews 13 dengan metode regresi data panel—khususnya pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dilengkapi pembobotan—serta analisis jalur moderasi (Moderated Regression Analysis / MRA) guna menguji peran profitabilitas sebagai variabel pemoderasi.

Hasil analisis statistik menunjukkan beberapa temuan penting yang menjawab dinamika industri energi:

  • Pengaruh Pengungkapan ESG: Pengungkapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap ukuran perusahaan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,464352 dan tingkat probabilitas di bawah 0,05 ($0,0001$). Semakin baik kualitas pengungkapan ESG suatu perusahaan, semakin besar pula daya tarik dan kepercayaan investor untuk menanamkan modal, yang pada akhirnya mengakselerasi pertumbuhan aset dan skala perusahaan.
  • Pengaruh Perjanjian Utang (Debt Covenant): Sebaliknya, batasan perjanjian utang yang diproksikan melalui Debt to Asset Ratio (DAR) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ukuran perusahaan, dengan tingkat probabilitas $0,1231$ (di atas 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa penambahan aset perusahaan tidak selalu bergantung pada utang, melainkan bisa bersumber dari laba ditahan atau alternatif pendanaan lain.
  • Peran Moderasi Profitabilitas: Profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) terbukti mampu memoderasi pengaruh pengungkapan ESG terhadap ukuran perusahaan, namun dengan efek memperlemah (koefisien interaksi $-2,344770$). Pada perusahaan dengan profitabilitas rendah, pengungkapan ESG sangat krusial untuk membangun legitimasi. Sebaliknya, pada perusahaan yang sudah sangat produktif menghasilkan laba, faktor profitabilitas itu sendiri sudah menjadi sinyal kuat bagi pasar, sehingga porsi pengaruh pengungkapan ESG terhadap skala perusahaan menjadi relatif lebih kecil. Sementara itu, profitabilitas terbukti belum mampu memoderasi hubungan antara perjanjian utang dan ukuran perusahaan.
Implikasi dari penelitian ini sangat luas bagi dunia usaha, investor, maupun pembuat kebijakan publik. Bagi para pelaku industri energi, hasil riset ini menegaskan bahwa praktik bisnis yang berkelanjutan dan transparan bukan sekadar instrumen kepatuhan regulasi, tetapi merupakan strategi vital untuk menarik modal eksternal dan memperluas kapasitas ekonomi perusahaan. Bagi investor, faktor profitabilitas dan komitmen lingkungan harus dilihat secara komprehensif dalam menilai prospek jangka panjang suatu emiten. Di sisi lain, pemerintah dan regulator dapat memanfaatkan temuan ini untuk terus memperkuat ekosistem pelaporan keberlanjutan demi mendukung transisi energi hijau di Indonesia.

Profil Penulis
Ryan Hendrico Wijaya, S.E., M.Ak. – Peneliti dan akademisi di Universitas Gunadarma yang memiliki keahlian di bidang akuntansi keuangan dan tata kelola perusahaan.
Dyah Mieta Setyawati, S.E., M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas Gunadarma dengan kepakaran khusus pada bidang pasar modal, manajemen keuangan, dan pelaporan keberlanjutan.

Sumber Penelitian
Ryan Hendrico Wijaya, Dyah Mieta Setyawati. The Effect of ESG Disclosure and Debt Covenant on Company Size with Profitability as a Moderation Variable in Energy Sector Companies on the Indonesia Stock Exchange for the 2021-2025 Period. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 9, hlm. 1869–1888
DOI : https://doi.org/10.55927/fjas.v5i9.115
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar